Peringatan Kiamat

*DISCLAIMER/PENAFIAN*
Saya TF, semua artikel yang ada disini hanya upaya penerjemahan dari https://thetruthisfromgod.com/
Kecuali jika saya nyatakan lain.
Saya bukan pemilik situs tersebut diatas, dan pemilik situs tersebut (YS) samasekali bukanlah kenalan saya. Semua konten disana diluar tanggung jawab saya. Saya hanya orang biasa yang mengambil dari sana, menggunakan mesin penerjemah, kemudian mengoreksi hasil terjemahannya lebih lanjut. Demi Allah, Saya tidak dibayar sepeserpun atau mendapat imbalan apapun dari YS.
YS juga tidak pernah memaksa atau meminta saya untuk menerjemahkan.
Semua ini atas inisiatif saya sendiri.
Mohon maaf atas sebagian terjemahan yang masih kasar, atau keliru.
Untuk itu, Saya mohon dengan sangat kepada Anda untuk tetap meninjau sumber aslinya,
Semata-mata untuk menangkap pesan yang lebih lengkap dan lebih murni.
Jika Anda bisa mengerti apa yang tertulis disana (teks Bahasa inggris/Bahasa Prancis), tolong abaikan saja Blog saya dan baca langsung dari sana.
Pesan YS dalam bentuk video2, saya terjemahkan di channel youtube saya:

“Daging Halal” sejati

30 Sep, 2020Agama Sejati

diterjemahkan dari: https://thetruthisfromgod.com/2015/09/16/570/ (Artikel sumber terjemahan terbit pada 16 September 2015)


Banyak Muslim berbicara tentang apa yang mereka sebut daging halal tanpa mengetahui definisi Al-qur’an untuk istilah ini! Selain itu, kebanyakan dari mereka yang datang ke AS atau Eropa dari negara lain, atau mereka yang masuk Islam di negara-negara barat, sering dihujani ungkapan: jangan makan kecuali daging yang halal. Jadi apa yang mereka maksud dengan daging halal dan bagaimana konsep mereka sesuai dengan makna Al-qur’an dari istilah ini?

Al-Qur’an mengajarkan bahwa Tuhan sangat tidak senang dengan orang-orang yang melarang segala sesuatu yang tidak dilarang secara khusus dalam Al-Qur’an (16:116). Penegakan larangan yang tidak disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an sama saja dengan penyembahan berhala (6:148-150). Larangan tersebut menyiratkan ada tuan/sembahan lain di samping Allah. Karena menyembah Tuhan/Allah saja berarti menegakkan Hukum-Nya saja.

Makanan dan daging yang dilarang telah dirinci dalam 2:173, 5:3, 6:145 dan 16:115. Dari ayat-ayat ini kita memiliki penjelasan yang jelas tentang apa yang halal (lawful/dibolehkan) dan apa yang haram (prohibited/dilarang).

“Dia hanya melarang kamu makan hewan yang mati dengan sendirinya (tanpa campur tangan manusia), darah, daging babi, dan hewan yang dipersembahkan untuk selain Tuhan. Jika seseorang dalam keadaan terpaksa (memakannya), tanpa bermaksud jahat atau disengaja, ia tidaklah berdosa. Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang. ” 2:173

Rincian lebih lanjut tentang hewan yang ditemukan mati, dan dengan demikian dilarang, ditemukan dalam 5:3 dan termasuk yang dicekik, dipukul dengan benda, jatuh dari ketinggian, ditanduk, diserang oleh hewan liar – kecuali hewan tersebut diselamatkan sebelum mati – dan hewan-hewan yang dikorbankan/dipersembahkan di altar.

Daging halal seperti yang dipahami saat ini adalah istilah yang lebih sering digunakan untuk keuntungan komersial daripada ketaatan agama. Mereka yang menyebut daging mereka halal, secara tidak langsung menyindir bahwa daging lain tidak halal, atau secara spesifik bahwa daging lain yang dijual di toko daging atau supermarket lain (di negara-negara barat) tidak halal. Tetapi ketika kita menganalisis ayat-ayat Al-qur’an (di bawah) kita menemukan bahwa penjual ini sebenarnya menipu Muslim yang tidak tahu apa-apa untuk percaya bahwa daging mereka adalah satu-satunya daging halal bagi Muslim.

Tuhan tahu bahwa banyak Muslim akan hidup di tengah-tengah orang Kristen dan Yahudi dan akan berbagi makanan dengan mereka dan untuk alasan ini Tuhan membuat halal bagi umat Islam untuk memakan makanan orang-orang Ahlul Kitab(Yahudi / Kristen):

“Hari ini, semua makanan yang baik dijadikan halal untukmu. Makanan Ahli Kitab (Yahudi & Kristen) itu halal untukmu…”5:5

Hukum Al-qur’an berlaku untuk semua waktu dan dengan demikian konsesi ini diterapkan ketika Al-qur’an pertama kali diturunkan seperti halnya juga (berlaku) saat ini.

Selain itu, Tuhan juga telah menetapkan kriteria yang sangat penting bagi orang-orang beriman sejati sehubungan dengan makanan: Sebutkan nama Tuhan di semua yang akan Anda makan. Lihat 5:4, & 6:118-119,

“Maka makanlah dari apa yang telah disebutkan nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya..” 6:118

“Mengapa kamu tidak makan (makanan) yang atasnya telah disebutkan nama Allah? Dia telah merinci untukmu apa yang dilarang (diharamkan) untukmu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Sungguh, banyak orang yang menyesatkan orang lain dengan pendapat pribadinya, tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu sepenuhnya mengetahui orang2 yang melampaui batas. ” 6:119

Sayangnya, para cendekiawan Muslim telah mengganti kondisi dari Tuhan untuk membuat makanan halal (yaitu dengan menyebut nama Tuhan atasnya sebelum memakannya) dengan kondisi baru non-Qur’ani yang mereka buat sendiri. Entah bagaimana mereka telah menjadikan penyembelihan sebagai satu-satunya metode yang sah untuk membunuh hewan untuk diambil dagingnya. Padahal, tidak ada batasan/ketentuan seperti itu di dalam Al-Qur’an. Akibat dari persyaratan yang tidak sesuai dengan Al-qur’an ini, mereka bersikeras bahwa untuk membuat makanan menjadi halal, nama Allah harus diucapkan atas hewan itu sebelum disembelih. Argumen berikut semuanya menunjukkan bahwa restriksi/aturan yang dipaksakan ini salah dan itu bukan bagian dari hukum Tuhan dalam Al-qur’an:

1- Alasan pertama adalah bahwa (kecuali jika Anda seorang tukang sembelih) Anda bukanlah orang yang menyembelih hewan di meja makan Anda, dan karena Al-Qur’an sangat jelas dalam meminta pertanggungjawaban seseorang hanya untuk pekerjaan mereka sendiri, maka satu-satunya cara yang pasti untuk memastikan bahwa nama Tuhan telah diucapkan pada daging, adalah setiap orang harus mengucapkan nama Tuhan pada makanan itu sebelum memakannya.

“Setiap manusia bertanggung jawab hanya untuk pekerjaan/yang diusahakannya sendiri.” 53:39

Al-qur’an menjelaskan bahwa pengucapan nama Tuhan harus dilakukan sebelum makan dan bukan sebelum membunuh hewan.

2- Alasan spiritual di balik menyebut nama Tuhan pada makanan kita sebelum memakannya, diberikan dalam 16:114. Ini untuk senantiasa mengingat dan menghargai berkah/nikmat Tuhan atas kita:

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” 16: 114

Tindakan penghargaan atas berkat Tuhan ini tidak akan menjadi milik kita jika kita bergantung pada orang lain, (tukang sembelih) untuk mengucapkan nama Tuhan.

3- Dengan membaca 6:118, kita perhatikan bahwa perintah menyebut nama Tuhan terkait dengan apa yang kita makan secara umum dan bukan hanya daging. Jadi ini berlaku sama untuk buah, sayur, biskuit, kacang… dll… ditambah semua jenis minuman. Tentu saja, karena kita tidak bisa menyembelih apel atau segelas jus jeruk, maka satu-satunya cara untuk menaati hukum Tuhan adalah dengan menyebut nama-Nya sebelum mengkonsumsi semua makanan/minuman (dan bukan hanya daging).

4- Jika kita membaca 5:5, kita perhatikan bahwa Tuhan membuat halal bagi kita untuk makan makanan dari orang-orang Ahli Kitab (Yahudi, Kristen). Tetapi karena non Muslim mungkin tidak mengucapkan nama Tuhan sebelum membunuh hewan, namun makanan mereka masih halal bagi kita (5:5), ini hanya akan membuktikan bahwa pengucapan nama Tuhan sebelum menyembelih hewan bukanlah keharusan yang Tuhan maksudkan. Itu juga menegaskan bahwa tanggung jawabnya ada pada kita masing-masing (untuk mengucapkan nama Tuhan) sebelum mengkonsumsi makanan/minuman kita dan tidak pada orang lain.

5- Tuhan tahu bahwa suatu hari rumah potong hewan akan dijalankan dengan menggunakan stun gun dan juga mesin2 potong, yang sekali lagi menekankan fakta bahwa adalah tanggung jawab kita sendiri untuk mengucapkan nama-Nya pada semua makanan sebelum memakannya. (t/n: Pesan Qur’an dimaksudkan bersifat universal, untuk semua orang dan untuk sepanjang masa. Karena itu, penyembelihan biasa bukanlah satu-satunya cara. Selama cara membunuh hewan bukan yang diharamkan secara jelas (dicekik, dipukul dengan benda, dll) tentu diperbolehkan, yang penting hasilnya adalah penderitaan seminimal mungkin bagi si hewan. Jika teknologi seperti stun gun bisa dimanfaatkan lebih jauh untuk mengurangi penderitaan hewan, maka ini sejalan dengan tujuan utama di Qur’an tentang hal ini)

Sayangnya, kita melihat banyak Muslim hari ini, dan karena obsesi mereka dengan aturan (keliru) tentang menyembelih, mereka membeli dan memakan apa yang dikatakan sebagai daging halal, namun ketika mereka makan makanan lain (misalnya buah atau sayuran) mereka mengabaikan perintah Tuhan untuk menyebut nama-Nya sebelum mengkonsumsi. Karenanya, karena mereka mengabaikan perintah Tuhan dan mengikuti inovasi buatan manusia, mereka sebenarnya makan banyak makanan dengan cara yang unlawful/melanggar aturan Al-qur’an!

Referensi khusus untuk 22:36

Beberapa ulama merujuk pada 22:36 dan mengatakan bahwa karena di dalamnya terdapat perintah untuk menyebut nama Tuhan pada hewan sebelum disembelih, maka hal itu memberikan dukungan terhadap aturan bahwa tanpa menyebut nama Allah sebelum penyembelihan, daging hewan tersebut tidak halal.

Pada kesan pertama ini mungkin klaim yang valid, tetapi melihat lebih dekat pada 22:36 menunjukkan sebaliknya. Berikut ini adalah verifikasi klaim ini dan analisis 22:36. Kata-kata dalam 22:36 adalah:

“Kurban binatang adalah salah satu ritus yang ditetapkan Allah untuk kebaikanmu sendiri. Ucapkanlah nama Allah pada mereka saat mereka “sawaf” berdiri dalam antrean. Kemudian setelah mereka dipersembahkan untuk kurban, makanlah sebagiannya, dan beri makanlah orang miskin dan yang membutuhkan. Inilah mengapa Kami menaklukkan mereka untukmu, agar kamu bersyukur. ”22:36

Kata “ sawaf ” berarti berdiri berbaris, atau berbaris (sebelum dikurbankan).

1- Ayat ini berbicara tentang ritus pengurbanan hewan selama haji .
Keseluruhan surah disebut surat al-haj dan jika kita mulai membaca dari ayat 27 kita akan melihat bahwa subjeknya adalah haji dan ritus haji. Artinya, aturan yang diberikan dalam ayat-ayat ini hanya berlaku untuk waktu haji.

2- Selama haji, dan saat hewan berbaris, mereka yang melakukan haji harus mengucap nama Tuhan pada hewan-hewan ini.

3- Perlu kita catat bahwa perintah untuk menyebut nama Tuhan adalah saat hewan berbaris, dan tidak selalu terkait dengan penyembelihan yang sebenarnya. Penyembelihan bisa terjadi segera setelah atau beberapa jam kemudian. Bukti lebih lanjut untuk itu ditemukan dalam kata-kata: ” kemudian setelah mereka dipersembahkan untuk kurban “, yang menunjukkan bahwa penyebutan nama Tuhan adalah tindakan independen dan tidak terkait dengan penyembelihan itu sendiri, itu hanya terkait dengan waktu ketika hewan sedang berbaris.

4- Lebih penting lagi, dan juga sebagai konfirmasi bahwa menyebut nama Tuhan pada hewan-hewan ini selama haji tidak ada hubungannya dengan apa yang membuat daging halal, kita melihat bahwa perintah ini (menyebut nama Tuhan) tidak ada bedanya dengan perintah konstan dari Tuhan untuk semua orang yang melakukan haji untuk terusmenerus mengucapkan dan mengingat nama Tuhan selama haji , dan tidak hanya ketika hewan itu berbaris. Ayat-ayat berikut menegaskan kebenaran ini:

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji … dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak” 22: 27-28

..Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah.. ” 2: 198

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah ” 2: 200

“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya…” 2: 203

Seperti yang bisa kita lihat, setiap langkah yang kita ambil selama haji kita diperintahkan untuk berdzikir/menyebut-nyebut nama Tuhan, jadi mengucap nama Tuhan pada hewan saat berbaris hanyalah kelanjutan dari aturan konstan mendzikirkan Tuhan di setiap langkah dan setiap ritual selama haji. Seluruh tujuan haji adalah untuk memperingati Tuhan. Ini juga satu-satunya tujuan dari semua praktik ibadah kita :

Katakan, “Sesungguhnya salatku, semua praktek ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” 6: 162

Semua hal di atas, menegaskan bahwa ritus pada 22:36 (memperingati nama Tuhan pada hewan yang berbaris untuk kurban) eksklusif untuk ritus haji dan tidak ada hubungannya dengan apa yang membuat daging menjadi halal.



Link artikel hasil terjemahan saya yang saya rekomendasikan untuk DIBACA TUNTAS:
“Ultimate Warning” atau peringatan “Pamungkas” dari Allah sebelum kehancuran dunia (7 bagian): https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-1/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-2/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-3/
Sosok Dajjal/Antikristus/Mesiasnya Yahudi, yang akan membawa perang dunia 3 dan New World Order:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-4/
Akhir zaman sesuai surat Yasin: kedatangan Isa/Yesus palsu, sosok juruselamat sebagai penyesatan pamungkas dari setan, yang kelak akan disembah oleh seluruh manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-5/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-6/
Tanda-tanda kuat akan mulainya periode kiamat di 2020:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-7/
YS, utusan pemberi peringatan untuk akhir zaman:
https://www.sebelumterlambat.com/saya-utusan-tuhan-2018/
Peringatan dari Allah untuk muslim agar meninggalkan islam tradisional yang SESAT dan kembali kepada Allah & Quran saja:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/
Usia Aisyah yang sebenarnya:48. Bagaimana hadits telah menipu Anda:
https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/
Praktik shalat yang sebenarnya menurut Quran:
https://www.sebelumterlambat.com/shalat-sesungguhnya-versi-panjang/
Tanya-jawab dengan YS, Utusan Akhir zaman (5 bagian):
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-1/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-2/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-3/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-4/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-5/
Iblis/Setan, dan keberadaan setan berwujud manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/setan-manusia-menyusup-diantara-kita/
“Syafaat Nabi” dan Neraka Abadi:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-syafaat-nabi-di-hari-penghakiman-neraka-abadi/
Ikutilah Qur’an dan bimbingan Allah saja:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-ikutilah-quran-dan-bimbingan-allah-saja


P.S.: Mengenai isi pesan, silahkan tanya langsung secara baik-baik ke thetruthisfromgod.com, karena saya hanya menerjemahkan, dan tidak ambil bagian sedikitpun atas isi pesan. Translator note (t/n:) adalah merupakan tambahan/penjelas dari saya pribadi (penerjemah) dan bukan bagian dari pesan asli. boleh diabaikan saja. Kritik/saran mengenai hasil penerjemahan, silahkan ajukan email ke: peringatan@posteo.net