Peringatan Kiamat

*DISCLAIMER/PENAFIAN*
Saya TF, semua artikel yang ada disini hanya upaya penerjemahan dari https://thetruthisfromgod.com/
Kecuali jika saya nyatakan lain.
Saya bukan pemilik situs tersebut diatas, dan pemilik situs tersebut (YS) samasekali bukanlah kenalan saya. Semua konten disana diluar tanggung jawab saya. Saya hanya orang biasa yang mengambil dari sana, menggunakan mesin penerjemah, kemudian mengoreksi hasil terjemahannya lebih lanjut. Demi Allah, Saya tidak dibayar sepeserpun atau mendapat imbalan apapun dari YS.
YS juga tidak pernah memaksa atau meminta saya untuk menerjemahkan.
Semua ini atas inisiatif saya sendiri.
Mohon maaf atas sebagian terjemahan yang masih kasar, atau keliru.
Untuk itu, Saya mohon dengan sangat kepada Anda untuk tetap meninjau sumber aslinya,
Semata-mata untuk menangkap pesan yang lebih lengkap dan lebih murni.
Jika Anda bisa mengerti apa yang tertulis disana (teks Bahasa inggris/Bahasa Prancis), tolong abaikan saja Blog saya dan baca langsung dari sana.
Pesan YS dalam bentuk video2, saya terjemahkan di channel youtube saya:

Konsep Ibadah berdasarkan Qur’an

3 Oct, 2020lain-lain

Segala puji bagi Allah, hanya berkatNya, saya telah menerjemahkan tulisan dari A Muhammad ini:
http://www.quran-islam.org/main_topics/worship_god_(P1182).html
Karena itu, tulisan ini tidak mewakili pandangan YS. Sama seperti YS, saya tidak berniat untuk mencari pengikut ataupun meyakinkan/mencari pengakuan dari orang lain. Saya temukan bahwa tulisan ini hanya memperkuat dan memberi konfirmasi atas Qur’an dan juga apa-apa yang YS sampaikan. Sayang sekali jika saya simpan untuk sendiri. Lebih baik saya share, semoga mendatangkan manfaat bagi orang lain. JANGAN ditelan mentah-mentah. Tiap orang harus selau berpegang dan mendasarkan diri HANYA kepada Kitab Allah, Use your own reason/discernment & Do Your Own Research, saya tidak bertanggungjawab atas implikasi tulisan dibawah ini bagi Anda. Jika Anda tidak mau baca, juga bukan kerugian bagi saya. Ingatlah, tiap diri bertanggungjawab atas pilihan dan perbuatannya masing-masing.
May God forgive us and guide us regarding any sign that would have been misinterpreted in this study and elsewhere. May He purify ourselves and increase our knowledge.
“Our Lord, indeed we have heard a caller calling to faith, [saying], ‘Believe in your Lord,’ and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and make us die among the righteous.”[3:193]


Pengantar

Kata ‘Al-Ibadah’ dalam Al-Qur’an berarti act of worship/tindakan penyembahan. Bagi kebanyakan orang, penyembahan ini terutama adalah dengan bersujud dan melaksanakan shalat. Namun, Al-qur’an memberi pencerahan kepada kita bahwa ibadah adalah konsep yang jauh lebih luas dan mendalam daripada sekadar shalat dan ritual2 lain. Kata-kata Tuhan kepada Nabi pilihan-Nya, Musa adalah:

I am God, there is no god except Me. Therefore, you shall worship Me and observe the Salat to commemorate Me. 20:14

Kata-kata “sembahlah Aku” dan “dirikan Shalat”, disebutkan sebagai tindakan terpisah, memberi tahu kita bahwa menyembah Tuhan tidak terbatas pada ritual seperti shalat.
Sementara shalat adalah ritual khusus yang ditetapkan untuk waktu-waktu tertentu dalam sehari, tindakan ibadah adalah keadaan pikiran, tubuh dan hati yang tidak terganggu. Itu adalah kesadaran spiritual yang tinggi dan “menerima Tuhan” dalam hidup kita. Dalam pengertian ini, ibadah adalah makanan yang sangat dibutuhkan untuk ‘nafs’ (diri). Tanpa act of worship yang didedikasikan khusus untuk Tuhan saja, seseorang tidak dapat mencapai kedamaian batin, dan akhirnya, kebahagiaan sejati. Tubuh fisik kita, senantiasa submitting/berserah pada kehendak Tuhan, berada dalam kondisi penyembahan yang terus menerus. Semua organ tubuh dan jaringan kita ditahbiskan untuk berfungsi dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya dan dirancang oleh Tuhan, yang mana kita tidak memiliki kendali apa pun. Setiap organ dan siklus dalam tubuh kita berada dalam keadaan tunduk tanpa henti pada kehendak Tuhan. Namun, diri diberi kebebasan memilih. Jika diri memilih jalan yang sama dengan tubuh yang telah ditahbiskan, harmoni akan terjadi antara tubuh dan diri, yang imbalannya adalah kebahagiaan sejati. Di sisi lain, jika diri memberontak, tidak menghargai atau egois dan memilih untuk tidak menyembah Tuhan, kebahagiaan sejati tidak akan pernah bisa dicapai tidak peduli berapa banyak kekayaan dan status yang dimiliki manusia.

Alqur’an, sebagai Buku/Kitab yang sangat rinci, memberikan jawaban bagi orang-orang beriman untuk pertanyaan-pertanyaan:
– Siapa yang harus kita sembah?
– Siapa yang tidak boleh kita sembah?
– Bagaimana seharusnya kita menyembah/beribadah?

Kebanyakan orang yang mengaku beriman akan tampak tersinggung dengan pertanyaan pertama. Mereka akan berkata, ‘Tentu saja kami menyembah Tuhan/Allah!’ Namun, Alqur’an menunjukkan bahwa apa yang mereka akui disembah, belum tentu apa yang benar-benar mereka sembah, tetapi (yang mereka sembah sebenarnya) adalah apa atau siapa pun yang memenuhi pikirannya di sebagian besar waktu.

Siapakah yang tidak boleh kita sembah?

Alquran menyatakan bahwa manusia cenderung menyembah salah satu, atau semua hal berikut:

1- Kekayaan materi:

Jika satu-satunya hal yang Anda pikirkan adalah uang dan cara menghasilkan uang, jika pikiran Anda terutama disibukkan dengan masalah seperti: ‘berapa banyak yang akan saya dapatkan dari kesepakatan ini?’ dan ‘apa yang akan saya dapatkan dari deal dengan orang ini?’ dll, jika segala sesuatu dalam hidup Anda dinilai menurut manfaat materinya, maka dapat dikatakan Anda menyembah uang. Jika bisnis atau properti Anda mengalihkan perhatian Anda dari menyembah Tuhan, maka Anda menyembah harta benda Anda.

a- Perumpamaan berikut dalam Surah 18, menggambarkan kisah orang yang begitu sibuk dengan tamannya sampai-sampai menjadikannya sebagai pujaannya, dengan angkuh membual tentang itu kepada temannya, mengatakan bahwa itu tidak akan pernah berhenti menghasilkan buah. Akibatnya, Tuhan menghancurkan itu sebagai hukuman dan pelajaran untuk penyembahan berhala yang dilakukannya:

His fruits were totally ruined, so he started wringing his hands over what he had spent on it, as now it had fallen on its trellises, and said, “I wish I had not associated anyone with my Lord.” 18:42

b- Kisah Sulaiman dan kuda-kuda yang mengalihkan perhatiannya dari menyembah Tuhan adalah sebagai berikut:

When the thoroughbred horses were displayed before him in the evening, he said, “I loved the material things over the remembrance of my Lord until it disappeared behind a veil.” 38:31-32

Sulaiman membiarkan harta benda mengalihkan perhatiannya dari menyembah Tuhan. Ketika dia menyadari kesalahannya, (mengagumi kuda hingga lupa mengingat Tuhan) matahari telah terbenam ! Akhirnya, dia bertobat. Menyadari bahwa seharusnya tidak ada yang mengalihkan perhatiannya dari menyembah Tuhan, dia menyingkirkan kuda-kudanya.

c- Sesungguhnya orang2 righteous/lurus/benar di sisi Allah dijelaskan dalam Surah 24:

Men who are not distracted by trade or sale from the remembrance of God. 24:37

2- Anak-anak dan pasangan:

Al-Qur’an memperingatkan dengan kuat bahwa keturunan dan pasangan kita adalah ujian atas “Ibadah sejati” kita. Apakah kita akan benar-benar “wrapped up”/tersibukkan atas hal itu sampai-sampai perhatian kita teralihkan dari menyembah Tuhan? Pertimbangkan ayat-ayat berikut:

…….when she got heavier, they implored God their Lord: “If You grant us a good one (child), we will be among the thankful.” Then when He granted them a good one, they set up partners to Him in what He has given them. Exalted is God, far above whatever they associate with Him. 7:189-190

Your wealth and children are but a test, and with God lies a great reward. 64:15

3- Ego sendiri:

Al-qur’an juga memperingatkan untuk tidak menyembah diri kita sendiri. Orang dengan ego yang tinggi adalah orang yang paling rentan terhadap perilaku seperti itu. Mereka akan mengidolakan diri sendiri, dan hidup dalam ilusi permanen kesombongan:

Have you seen the one who has taken his personal desire as his god? Would you be his trustee? 25:43

Alquran menyatakan bahwa untuk melindungi diri dari bahaya ini, kita harus selalu bersikap sopan dan rendah hati. Tuhan tidak suka orang yang sombong dan egois:

God does not like the arrogant, boastful. 31:18

Hubungan erat antara menyembah Tuhan saja dan rendah hati juga terlihat dalam kata-kata berikut:

Worship God and do not associate anything with Him …… God does not like the ones who are arrogant and boastful. 4:36

Kasus seluruh orang yang akhirnya menyembah diri mereka sendiri diceritakan dalam Al-Qur’an dalam hubungannya dengan orang-orang Yahudi. Kesombongan dan ilusi superioritas telah menipu mereka untuk berpikir bahwa mereka dijamin atas rahmat Tuhan dengan mengesampingkan semua orang lain:

Say, “O you who are Jewish, if you claim that you are allies of God, to the exclusion of all other people, then long for death if you are truthful.” 62:6

Begitu pula, kesombongan dan egoisme mereka berhasil lolos dari mereka, dengan menyatakan bahwa surga hanya disediakan untuk mereka!

Say, “If the Abode of the Hereafter is yours at God, to the exclusion of all other people, then long for death if you are truthful.” 2:94

4- Objek/benda:

Mungkin contoh yang lebih familiar dalam kategori ini adalah penyembahan berhala batu dan patung. Sayangnya, banyak sekte-sekte (t/n:sadar ataupun tidak) telah terjatuh dalam pelanggaran semacam itu. Al-qur’an memperingatkan dengan sangat keras terhadap hubungan apapun dengan batu, altar atau monumen (5:90). Di dunia saat ini masih ada yang menyembah benda-benda seperti patung, matahari, api, atau bahkan hewan tertentu. Semua kelompok ini melakukan penyembahan berhala yang merupakan perkara besar. Kita tahu bahwa syirik (menyekutukan orang lain/sesuatu dengan Tuhan) adalah satu-satunya dosa yang tidak bisa diampuni (4:48).

5- Para malaikat, Rasul/Utusan, orang2 (yang dianggap) suci, orang/tokoh lain:

Ada garis yang sangat tipis antara mengidolakan dan menyembah. Apa yang akan Anda sebut bagi mereka yang mencium tanah tempat Paus berjalan? Apakah mereka mengidolakan Paus atau sebenarnya menyembah dia? Apa yang Anda sebut orang-orang yang mengunjungi makam ‘Al-Hussein’ atau ‘El-Sayeda Zeinab’, para wali (orang-orang suci Muslim) dan memanggil mereka untuk menjawab doa-doa mereka atau untuk mensyafaati mereka! Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa (ibadah) memanggil siapa pun selain Tuhan adalah melakukan penyembahan berhala. Al-Qur’an memperingatkan secara khusus untuk tidak mengidolakan atau menyembah Utusan Tuhan, orang-orang yang dikuduskan atau para malaikat:

Pertama,
Qur’an menekankan fakta bahwa tidak ada Utusan Tuhan asli yang akan memerintahkan orang-orang untuk memuja-mujinya atau idolize/mengidolakannya:

It is not for any human being to whom God gave the Scripture, the law, and the prophethood to then say to the people, Be ye my servants rather than Allah’s; on the contrary (he would say): “Be ye direct disciples of Allah in accordance with what ye have always taught from the Book and according to what ye have studied from it until now.”Nor would he instruct you to take angels and prophets for Lords and Patrons. What! Would he bid you to reject faith after ye have taken the path of remission?? 3:79-80

Tidak pula Utusan Tuhan manapun meminta imbalan dalam bentuk apapun, atas jasa mereka:

I do not ask you for a reward for it. My reward comes only from the Lord of the worlds. 26:109

Kedua,
Al-Qur’an menegaskan bahwa semua orang yang meninggal, apakah mereka saints/orang2 suci, rasul atau berhala2 tidak dapat mendengar kita ketika kita memanggil mereka:

Those whom you call upon besides Him do not possess as much as a seed’s shell. If you call upon them, they cannot hear your calls, and even if they were to hear, they would not respond to you, and on the Day of Resurrection, they will disown your shirk. None can inform you like One who is All-Aware.35:13-14

Pada hari penghakiman, mereka yang diberhalakan akan menyangkal orang-orang yang memberhalakan mereka:

Among the people are those who take other than God as equals; loving them as the love of God. However, those who believe have much greater love for God. If only the transgressors would witness the punishment, they would realise that all power belongs to God and that God’s punishment is severe. Those who were followed disowned those who followed them, they witnessed the punishment and all connections between them were cut off. Those who followed said, “If only we had another chance, we would disown them as they have disowned us.” God thus shows them their deeds bringing remorse upon them. They will not exit the Fire. 2:165-167

Ketiga,
Qur’an memperingatkan sangat keras terhadap perbuatan menjadikan Utusan Allah sebagai berhala:

Do those who disbelieve think that they can take My servants as allies beside Me? We have prepared Hell as hospitality for the disbelievers. 18:102

Say, “Call upon those whom you have made claims for besides Him.” They do not have the power to remove any harm from you, nor can they divert it. Those whom they call upon are themselves seeking the means to their Lord with regards to which of them can be nearer. They hope for His mercy and fear His punishment. The punishment of your Lord is certainly to be feared.17:56-57

Keempat,
Mereka yang melakukan pelanggaran itu, akan berkilah dengan alasan-alasan yang keterlaluan:

“Unquestionably, it is to God that the pure religion is due. Those who take up allies besides Him: “We only worship them so that they may bring us closer to God….” 39:3

Di ayat yang sama, Tuhan menjawab kepada klaim mereka itu:

“…God will judge between them regarding that over which they differ. God does not guide the one who is a liar, a disbeliever.”39:3

6– Setan

Ada berbagai sekte di seluruh dunia saat ini yang menyembah Setan (Iblis). Mereka terlibat dalam segala macam kegiatan keji seperti meminum darah, pengorbanan manusia, kebejatan2 dan penyiksaan. Memang ini yang diekspektasi dari para hamba iblis. Al-qur’an menyatakan bahwa iblis akan memerintahkan pengikutnya untuk melakukan kejahatan:

The devil promises you poverty and commands you to commit immorality. 2:268

Kita diberi peringatan di dalam Al Qur’an bahwa Tuhan mengambil sumpah paling awal dari kita semua, untuk tidak boleh menyembah iblis:

Did I not take an oath from you, O Children of Adam, that you shall not worship the devil, for he is a clear enemy to you, and that you shall worship Me, for that is a straight path? 36:60-61

Anyone who takes the devil for an ally instead of God has indeed lost; a clear loss. 4:119

Kata-kata Ibrahim pada ayahnya juga membawa peringatan yang sama:

O my father, do not worship the devil. The devil is disobedient to the Almighty. 19:44

Bagaimana caranya kita menyembah Tuhan

Jika yang tadi itu adalah beberapa godaan yang dapat mengalihkan kita dari ‘Jalan Lurus’ dan dari menyembah Tuhan saja, apa yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa kita menyembah Tuhan saja?

Al-qur’an mencantumkan tidak kurang dari sebelas tindakan terpisah. Itu adalah tindakan khusus yang harus dilakukan, dan pada saat yang sama berfungsi sebagai indikasi sesungguhnya dari kemurnian Ibadah kita. “Dien al-khalis” (agama murni) yang dibicarakan dalam Al-Qur’an (39: 3) mensyaratkan bahwa setiap dari sebelas tindakan (di bawah) harus didedikasikan secara eksklusif untuk Tuhan saja. Dengan mengambil setiap tindakan secara terpisah dan menentukan seberapa banyak hal itu dipatuhi untuk Tuhan dan seberapa banyak didedikasikan untuk orang lain (tidak peduli siapa mereka) memberi kita indikator yang baik untuk kemurnian Ibadah kita.

Sebagai contoh, pertimbangkan tindakan kedua yang menyerukan glorifikasi/memuliakan Tuhan saja. Setiap kali kita memuliakan orang lain selain Tuhan, sebenarnya kita merusak kemurnian agama kita (Al-Deen Al Khales). Tidak ada salahnya memberikan pujian kepada sesama manusia ketika pujian itu memang pantas, tetapi hanya Tuhan yang paling layak untuk dimuliakan. Demikian pula, setiap tindakan dari sebelas tindakan ini akan menjadi indikator sesungguhnya tentang kemurnian Ibadah/penyembahan kita kepada Allah.

Tindakan Pertama: Pengakuan dan Deifikasi

Tindakan pertama ini menggabungkan Iman dan Penyembahan, sedangkan sepuluh babak berikutnya hanya merupakan tindakan Ibadah/penyembahan. Syarat pertama untuk menyembah Tuhan adalah untuk mengenali Keberadaan-Nya. Alquran menyediakan banyak informasi yang mendukung orang-orang beriman, baik yang berilmu maupun yang tidak terpelajar, untuk mengenali keberadaan Tuhan. Untuk kepentingan orang-orang yang berpikiran ilmiah, terdapat banyak informasi ilmiah yang membuktikan bahwa penciptaan alam semesta dan pemeliharaannya dilakukan dengan tepat dan tidak akan pernah bisa disebabkan oleh kebetulan. Al-qur’an mengacu pada berbagai bidang ilmu seperti, astronomi, fisika, geologi, biologi, botani, embriologi, dll. Bagi pembaca Qur’an yang tidak terpelajar, ada satu Surah yang memberikan fakta-fakta sederhana, yang semuanya bersaksi tentang keberadaan Tuhan (Surah 55).
Untuk informasi lebih lanjut tentang kandungan ilmiah Alquran, silakan lihat: Sains dalam Alquran
Tanda-tanda Tuhan Pencipta, ada dalam segala hal di sekitar kita. Halaman berikut berisi informasi menarik tentang Rancangan Tuhan dalam segala hal: Rancangan Tuhan
Setelah ‘Pengakuan’ diamankan, langkah selanjutnya adalah ‘Deifikasi dan Apotheosis’ Tuhan.
Deifikasi atau Apotheosis berarti menanamkan dalam hati kita kesadaran bahwa hanya Tuhan yang memiliki atribut untuk menjadi Tuhan dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Kedua fakta ini ditegaskan dalam ayat:

Indeed, I am Allah . There is no deity except Me, so worship Me and establish prayer for My remembrance. 20:14

Deifikasi sesungguhnya adalah pengakuan bahwa Tuhan adalah Pencipta kita dan Pencipta segala sesuatu di alam semesta. Deifikasi Tuhan adalah untuk mengenali Keesaan-Nya. Alquran menegaskan fakta bahwa jika ada tuhan lain selain Tuhan/Allah, seluruh alam semesta akan binasa:

If there were other gods in them (heavens and the earth) besides God, they would have been ruined.21:22

Ada orang-orang yang akan mengakui akan keberadaan Tuhan, tetapi pikiran mereka menolak ‘Deifikasi’ Tuhan. Contohnya diberikan dalam Surah 23:

Say, “To whom belongs the earth and all who are in it, if you know?” They will say, “To God.” Say, “Then will you not be reminded?”
Say, “Who is the Lord of the seven universes, and the Lord of the Great Throne?” They will say, “To God.” Say, “Then will you not be reverent?”
Say, “In whose hand is the realm of all things, and He protects while none can protect against Him, if you know?” They will say, “To God.” Say, “How then are you bewitched?”
Rather, We have provided them with the truth, and they are liars. 23:84-90

Contoh bagus lainnya adalah banyak ilmuwan saat ini mengakui bahwa ada kekuatan di balik penciptaan alam semesta, tetapi mungkin terlalu sombong untuk menerima bahwa kekuatan ini adalah Tuhan Yang Maha Esa yang mengontrol setiap atom di alam semesta, termasuk atom-atom di tubuh mereka sendiri.

Tentu saja, tanpa “deifikasi” yang penting ini, seseorang tidak dapat melakukan satupun dari tindakan Penyembahan lainnya. Tindakan ini adalah batu penjuru dan fondasi di mana semua tindakan ibadah/penyembahan lainnya berasal dan menjadi dasar.

Tindakan kedua: Glorifikasi/Memuliakan dan Meninggikan

Kesadaran akan luasnya alam semesta kita, yang hanya merupakan yang terdalam dari tujuh alam semesta (67: 3), dan fakta bahwa ketujuh semuanya terlipat dalam cengkeraman Tuhan (39:67), hanya dapat membuat pikiran kita terkagum-kagum. Selain luasnya ini, Tuhan memang mengontrol setiap atom dimanapun di alam semesta ini. Banyak ayat dalam Al-qur’an yang menunjukkan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk memahami keagungan Tuhan:

They did not value God according to His true worth. The whole earth is within His grip on the Day of Resurrection, and the universes are folded up in His right hand. Glory to Him and exalted is He, far above whatever they associate with Him. 39:67

He is the One who created seven universes in layers. You do not see any inconsistency in the creation by the Almighty. Return your sight to it, do you see any flaw? Then return your sight twice over. Your sight will return to you humbled and exhausted. 67:3-4

There is not an atom’s weight in the earth or in the heavens that is hidden from your Lord, nor is there anything smaller or larger than this, that is not recorded in a clear Book. 10:61

Untuk menghormati Pencipta kita yang Maha Perkasa, kita diperintahkan untuk terus-menerus memuliakan dan meninggikan Dia:

Glorify the name of your Lord, the Most High. 87:1

So glorify your Lord with praise, and be among the prostrators. 15:98

Glorify your Lord with praise, and ask for His forgiveness. Indeed, He is Redeemer. 110:3

Tindakan itu adalah dua elemen fundamental dalam ibadah. Sedemikianrupa hingga segala sesuatu di langit dan bumi memuliakan Tuhan.

Glorifying God is what is in the heavens and what is in the earth. 62:1

Agar dapat memuliakan Tuhan secara tulus, kita harus selalu ingat untuk mengekang kesombongan kita dan bertindak sederhana:

Those at your Lord are never too proud to worship Him; they glorify Him and to Him they prostrate. 7:206

God does not like the arrogant, boastful. 31:18

Mereka yang secara konstan berkutat dalam kesia-siaan dan self-admiration/pemujaan diri, adalah seringkali yang paling lalai dalam memuliakan/memuji Tuhan.

Tindakan ketiga: “Adoration” dan Pemujaan

“Adoration”/(t/n: rasa cinta mendalam/pemujaan) kepada Tuhan memang adalah cinta tertinggi dari semua cinta. Cinta kepada Tuhan adalah tenaga pendorong dibalik penyembahan kepadaNya, menegakkan hukumNya, bekerja/berbuat secara lurus/jujur, dan secara konstan mencari “approval”/keridhoanNya. Orang beriman sejati paling cinta kepada TuhanNya. Sementara orang lain, dalam tingkatan berbeda-beda, telah mengadakan “berhala” yang mereka cintai secara setara atau bahkan melebihi cinta mereka kepada Tuhan. Qur’an sangatlah jelas menyatakan bahwa kita tidak boleh mencintai seseorang sebagaimana kita seharusnya mencintai Tuhan:

Among the people are those who take other than God as equals, loving them as the love of God. However, those who believe have much greater love for God. 2:165

Merupakan kewajiban setiap orang beriman untuk mencintai saudara-saudaranya dan bersikap toleran. Selain itu, Tuhan telah menciptakan bagi kita pasangan kita untuk berbagi cinta dan kasih sayang (Surah 30:21), namun semua cinta ini harus selalu dilakukan dalam konteks yang tepat. Tidak peduli seberapa besar kita mencintai anak-anak kita, pasangan kita, atau Nabi Tuhan yang Dia utus untuk kita; kita seharusnya tidak pernah mencintai mereka seperti rasa cinta kita kepada Tuhan. Hanya cinta kepada Tuhan yang layak diangkat ke tingkat “adoration”. Ada garis tipis antara cinta dan pemujaan.

Cintai sesama manusia dan cintai setiap hal2 yang baik, tetapi “adore”/puja-lah hanya Tuhan.

Tindakan keempat: Commemoration and Remembrance

Mengingat Tuhan dapat dilakukan ketika shalat dan juga kapan saja di sepanjang hari. Ayat2 Qur’an yang menganjurkan kepada kita untuk mengingat dan memuji Tuhan, pada dasarnya berbicara tentang seluruh waktu di hari2 kita.
Al-qur’an menyebutkan manfaat2 berharga yang bisa diperoleh dari mendirikan shalat:
1- Shalat mencegah/melindungi kita dari perbuatan keji dan mungkar:

Observe the Salat, for the Salat forbids immorality and evil. 29:45

2- Shalat menolong orang2 beriman menguatkan iman mereka dan keyakinan mereka:

So glorify your Lord with praise, and be among the prostrators, and worship your Lord in order to attain certainty. 15:98-99

3- Shalat orang2 beriman memberi mereka imbalan besar di akhirat:

Those who recite God’s Book, observe the Salat, and give from what We have provided for them, secretly and publicly, are seeking a trade that can never go to waste: that He may pay them their reward in full and increase for them His favour. Indeed, He is Forgiving, Appreciative. 35:29-30

4- Nutrisi bagi diri/’nafs’ dan kedekatan kepada Tuhan:
Tujuan paling penting dari shalat adalah untuk mengingat Tuhan.

Recite what is revealed to you of the Book and observe the Salat, for the Salat forbids immorality and evil, and the remembrance of God is of greater importance. God knows what you do. 29:45

I am God, there is no god except Me. Therefore, you shall worship Me and observe the Salat to commemorate Me. 20:14

Dzikr/mengingat Tuhan sebanyak-banyaknya.
Seperti yang telah disebutkan, mengingat Tuhan tidaklah terbatasi dalam shalat, namun adalah tindakan yang mestinya dilakukan oleh orang beriman yang tulus di sepanjang waktu mereka:

The men who remember God frequently and the women who also remember: God has prepared for them forgiveness and a great reward. 33:35

Those who remember God while standing, sitting, and on their sides. 3:191

O you who believe, remember God frequently. 33:41

O you who believe, do not let your wealth or your children distract you from the remembrance of God. Whoever does that, they are indeed the losers. 63:9

Manfaat-manfaat mengingat Tuhan yang telah disebutkan di Qur’an:
1-Mengingat Tuhan akan memberi perasaan damai dan tenang di hati orang2 beriman:

They are the ones who believe and whose hearts are assured through the remembrance of God. Absolutely, through the remembrance of God do the hearts feel assured.13:28

2- Mengucap dan mengingat nama Tuhan pada makanan akan memberkahinya dan membuatnya menjadi lawful/halal:

So eat from that upon which God’s name has been mentioned, if you believe in His revelations. 6:118

Do not eat from that upon which God’s name has not been mentioned, for it is vileness. 6:121

3- Banyak mengingat Tuhan akan memberi orang-orang beriman kesempatan yang lebih baik akan kesuksesan:

Remember God frequently so that you may succeed. 62:10

4- Tak diragukan lagi, imbalan tertingginya yaitu meraih “approval”/keridhoan Tuhan dan lebih dekat dengan Pencipta kita:

So remember Me and I will remember you, and be thankful to Me and do not disbelieve.2:152

Remember the name of your Lord, and devote yourself wholeheartedly to Him. 73:8

Di sisi lain, bagi mereka yang enggan/lalai dari mengingat Tuhan, retribusi menyakitkan menanti mereka:

As for the one who turns away from My remembrance, he will have a miserable life and We will summon him on the Day of Resurrection blind. 20:124

We presented Hell on that day, in clear display, to the disbelievers whose eyes were obscured from My remembrance and were unable to hear. 18:100-101

Mengingat Tuhan menghasilkan imbalan/pahala besar, Tuhan hanya akan memberi keberkahan seperti itu bagi orang-orang beriman. Mereka yang mempertahankan ketidakpercayaan dan kesombongan, akan kehilangan berkah seperti itu dari Tuhan:

And do not obey the one whom We have made his heart heedless of Our remembrance and he followed his desire, and his fate was lost. 18:28

Tindakan kelima: Kepatuhan/ketaatan

Untuk menaati Tuhan dengan sepenuh hati, pertama-tama perlu untuk menerima bahwa Tuhan adalah satu-satunya pembuat hukum.

Shall I seek other than God as a lawmaker when it is He who has brought down to you the Book fully detailed? 6:114

Al-Qur’an juga memberitahu kita bahwa satu-satunya Sunnah (metodologi / sistem) adalah milik Tuhan, dan tidak ada pengganti/tandingannya:

You will find that there is no substitute for the Sunna of God. 33:62

Mematuhi Hukum Tuhan:
Salah satu perintah yang paling sering di dalam Al-Qur’an adalah menaati Tuhan dan Rasul. Al-qur’an sangat jelas mengatakan bahwa menaati Tuhan dan menaati Utusan-Nya adalah satu urusan dan bukan dua. Ayat-ayat berikut mengkonfirmasi seperti itu:

He who obeys the messenger has obeyed God. 4:80

Firman yang mulia ini menegaskan bahwa Rasul/Utusan itu hanya mengajarkan & menegakkan Hukum Tuhan. Jika Utusan mengkhotbahkan ajaran/hukum apapun selain Al-qur’an, maka mentaati Utusan itu tidak selalu berarti menaati Tuhan. Pesan ini dikuatkan/dikonfirmasi melalui 6: 114 (di atas) serta sejumlah ayat yang menekankan bahwa satu-satunya tugas Utusan adalah menyampaikan pesan Tuhan, seperti:

Obey God and obey the messenger, and beware: if you turn away, then know that the sole duty of Our messenger is the clear delivery. 5:92

Untuk detail lebih lanjut tentang subjek ini, silakan lihat: Mematuhi Tuhan dan menaati Utusan Tuhan

You will find that there is no substitute to the Sunna of God. 33:62

Seperti disebutkan, untuk mengklaim atau percaya bahwa ada dua Sunnah, satu dari Tuhan dan satu dari Nabi, sebenarnya berarti tidak mempercayai ayat-ayat Al-quran dalam 33:62.

We brought down to you the Book with the truth so that you may judge among the people. 4:105 (also 5:48)

Ayat ini dengan tegas menunjukkan bahwa yang digunakan Utusan untuk menengahi/menghakimi di antara orang-orang; adalah hanya Qur’an. Di semua Al-qur’an, tidak pernah ada penyebutan alat atau sumber lain.

Setelah menetapkan bahwa Hukum Tuhan terkandung dalam Kitab Allah dan tidak di tempat lain, adalah kewajiban setiap Muslim untuk mematuhinya. Menyembah Tuhan berarti menaati Hukum-Nya, dan menaati Hukum-Nya berarti menaati Al-Qur’an.

Al-qur’an adalah sumber hukum yang lengkap yang berisi semua ritual dan amalan yang disahkan oleh Tuhan (Shalat, Haji, Puasa, dll), ditambah semua larangan, kode etik dan sebagainya. Dalam pengakuan dan ketaatan pada salah satu hukum ini, apakah itu terkait dengan salah satu amalan, atau salah satu larangannya, memang merupakan tindakan ibadah. Konsekuensinya, untuk menyembah Tuhan saja, sangat penting untuk mengikuti Hukum Tuhan saja.

Pentingnya menaati Hukum Tuhan sangat ditekankan dalam Alqur’an sejauh yang dinyatakan di dalam Kitab: bahwa siapa pun yang menganjurkan atau menghukumi perkara, tidak menggunakan hukum Tuhan, digolongkan sebagai kafir.

Those who do not rule by what God has brought down, they are indeed the disbelievers. 5:44

Selain itu, semua orang yang mengikuti ritual dan hukum yang tidak diotorisasi oleh Tuhan dalam Al-qur’an, sejatinya memang mengadakan sekutu disamping Tuhan:

Or do they have ‘shurakaa’ (partners) who legislate for them of the religion what God did not authorise? If it were not for a decisive Word, judgement would have already been passed over them. Indeed, the transgressors shall have a painful punishment. 42:2

Kata “syurakaa” adalah bentuk jamak dari kata ‘syarik’ dan ‘syarik’ berarti mitra/sekutu. Pentingnya kata ini dalam 42:21 tidak dapat diabaikan. Kata ‘syarik’ adalah kata sifat dari kata benda ‘syirik’ (mengadakan sekutu disamping Tuhan dalam salah satu hak eksklusif-Nya).
Karena kita memiliki konfirmasi dalam 6: 114 bahwa Tuhan adalah satu-satunya pembuat hukum, ‘shurakaa’ (mitra) yang disebutkan dalam 42:21 hanya dapat berarti sekutu Tuhan dalam hak eksklusif-Nya sebagai satu-satunya pembuat hukum. Oleh karena itu, semua yang mematuhi aturan2 agama atau ritual2 yang tidak diizinkan/diotorisasi oleh Tuhan, telah melakukan tindakan syirik.

Tindakan keenam: Trust/rasa percaya dan Dependence/tawakal

Menyembah Tuhan adalah dalam tindakan dan keyakinan. Ekspresi keyakinan menyembah Tuhan adalah dengan mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Ini mencakup semua aspek kehidupan kita dan diri kita. Mempercayakan hidup kita kepada Tuhan adalah ekspresi penerimaan kita atas otoritas absolut Tuhan serta keyakinan kita bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan diluar kekuatan yang diberikan Tuhan. Tidak ada yang bisa mendatangkan kerugian atau manfaat/kebaikan pada kita selain Tuhan.
Rasa percaya dan menyandarkan pada Tuhan adalah tindakan orang-orang beriman yang tulus:

Put your trust in God if you are believers. 5:23

berserah diri kepada Tuhan tidak mungkin tanpa percaya kepada-Nya:

In Him you shall trust, if you are indeed Muslim/Submitters. 10:84

Konsekuensinya, menyembah Tuhan tidaklah bisa disebut sincere/tulus/ikhlas tanpa trusting/mempercayakan kepada-Nya:

You shall worship Him and put your trust in Him. 11:123

Mempercayakan kepada Tuhan menghasilkan imbalan/manfaat besar bagi manusia di kehidupan duniawi dan di akhirat:

Tuhan memberi mereka yang percaya kepadaNya, keberkahan di dunia dan akhirat:

We will grant them well in this life, and the reward of the Hereafter is greater, if they only knew. They are the ones who are patient, and in their Lord they trust. 16:41-42

Iblis tidak memiliki otoritas atas mereka yang mempercayakan pada Tuhan:

He has no authority over those who believe and in their Lord they trust. 16:99

Percaya pada Tuhan menghasilkan cinta-Nya:

You shall trust in God. God loves the trusting ones. 3:159

Mereka yang percaya pada Tuhan tidak membutuhkan yang lain:

Whoever trusts in God, He suffices him. 65:3

Tuhan mendukung mereka yang percaya kepada-Nya:

If God supports you, none can defeat you. And if He forsakes you, who is the one who can support you after Him? In God the believers should trust. 3:160

Percaya pada Tuhan memberi orang beriman kesuksesan dalam apa yang mereka usahakan:

My success lies only with God. In Him I put my trust, and to Him I turn. 11:88

Tindakan ketujuh: Fear/takut dan Reverence

Seperti kita harus mencintai dan memuja Tuhan, kita juga harus takut kepadaNya. Rasa takut ini tidak dibutuhkan oleh Tuhan, tetapi adalah untuk keuntungan kita sendiri. Jika kita adalah seperti malaikat yang tidak melakukan dosa, cinta kita kepada Tuhan saja sudah cukup, tapi karena kita adalah makhluk tidak sempurna yang bisa terpengaruh/berbuat kebaikan dan keburukan (91:7-8), maka rasa takut atas Tuhan adalah hal yang sangat diperlukan (t/n:motivasi untuk berbuat baik maupun mencegah dari keburukan). Akan selalu ada mereka yang mengkritik subjek ini dengan mengatakan: “Iman semestinya tidak dibangun atas rasa takut tapi atas cinta!”
Mereka yang membuat klaim seperti itu didorong oleh arogansi mereka, juga ketidaktulusan mereka. Arogansi dalam menolak rasa takut akan kekuatan yang jauh diatas mereka, dan ketidaktulusan hingga mengabaikan fakta mendasar (t/n:Tuhan menyuruh kita untuk takut padaNya).
Orang2 seperti itu padahal tahu bahwa konsep ‘punishment and reward’ digunakan di semua society/masyarakat manapun sebagai pencegah kejahatan. Kita dapat bayangkan kerusakan yang akan terjadi jika di suatu masyarakat, hanya didorong pada rasa cinta dan kemanusiaan, namun hukuman atas kejahatan ditiadakan!
Ayat2 berikut menekankan pentingnya rasa takut kepada Tuhan:

The reverent who fear their Lord though unseen, and they are apprehensive of the Hour. 21:48-49

Those who fear their Lord though unseen. 35:18

Takut neraka adalah takut atas hukuman Tuhan:

And beware of the Fire that has been prepared for the disbelievers. 3:131

Beware of the Fire whose fuel is people and stones. It is prepared for the disbelievers. 2:24

Rasa takut kepada Tuhan tanpa melihatNya, adalah indikasi sejati atas iman yang kuat, dan juga indikasi act of worship/tindakan ibadah kita.

So do not fear them but fear Me instead, so that I may complete My blessings upon you and so that you may be guided. 2:150

So do not fear the people but fear Me. 5:44

Qur’an juga menyatakan bahwa rasa takut kepada Tuhan juga adalah sifat dari mereka yang diberi pengetahuan:

Only the knowledgeable among God’s servants fear Him. 35:28

Bagi mereka yang takut kepada Tuhan, dijanjikan imbalan yang besar:

Whoever reveres God, He wipes out his bad deeds and will surely make the reward great for him.65:5

Those who fear their Lord though unseen shall have forgiveness and a great reward. 67:12

Tindakan kedelapan: Memohon dan berdoa

Memohon dan berdoa kepada Tuhan, tak diragukan lagi memang adalah ekspresi dari ibadah. Ayat2 berikut menggambarkan hubungan antara ibadah dan memohon/berdoa kepada Tuhan:

Your Lord said, ‘Implore Me and I will respond to you. Surely, those who are too arrogant to worship Me will enter Hell humiliated. 40:60

Kesengajaan penempatan kata “Implore Me” dan “Worship Me” di ayat ini mengkonfirmasi bahwa berdoa/memohon kepada Tuhan memang adalah ekspresi esensial dari ibadah. Mereka yang tidak memohon pada Tuhan, tidak beribadah kepadaNya. Tuhan, sebagai Yang Maha Penyayang, mendorong orang-orang beriman untuk berdoa, memohon padaNya, sehingga Dia mencurahkan pada mereka rahmatNya.

And if My servants ask you about Me, I am near. I answer the caller’s call if he calls upon Me. Therefore, they shall respond to Me and believe in Me so that they may be rightly guided. 2:186

Karena berdoa adalah ekspresi Ibadah, dan karena kita mesti menyembah/beribadah hanya kepada Tuhan saja, maka tentu saja kita harus berdoa/memohon hanya kepada Tuhan saja. Qur’an berkali-kali menekankan urusan ini:

So you shall call upon God, devoting the religion purely to Him, even if the disbelievers dislike it. 40:14

The Masjids are for God, so do not call upon anyone else besides Him. 72:18

Do not call upon other than God what does not benefit you nor harm you. If you do, you will be among the transgressors. 10:106

Ayat-ayat berikut secara spesifik menyinggung mereka yang memohon bantuan/berdoa kepada orang2 yang sudah wafat (orang2 (yang dianggap) suci, Utusan Tuhan, dll):

Those whom you call upon besides God are servants just like you. So go ahead and call upon them, and let them respond to you if you are truthful. 7:194

And those whom you call upon besides Him are unable to support you, nor can they support themselves. 7:197

Those whom you call upon besides Him do not possess as much as a seed’s shell. If you call upon them, they cannot hear your calls, and even if they were to hear, they would not respond to you, and on the Day of Resurrection, they will disown your shirk. 35:13-14

Qur’an memberitahu kita bahwa kebanyakan orang, ketika mereka menghadapi bahaya besar, mereka akan memohon kepada Tuhan saja, tetapi segera setelah Tuhan menyelamatkan mereka, mereka kembali kepada mengadakan sekutu disamping Tuhan:

When they sail onboard a ship, they implore God, devoting the religion purely to Him. Yet when He delivers them safely to the shore, they revert to associating partners with Him. 29:65

Penjelasan dari ini adalah ketika manusia dihadapkan dengan kegentingan dan bahaya yang mengancam nyawa, pikiran tidak bisa berpikir secara rasional karena shock, di saat itu, insting mengambilalih. Secara insting, semua orang mengakui otoritas absolut Tuhan dan bahwa Dia sajalah yang memiliki kekuatan untuk menyelamatkan mereka:

So direct your face towards the religion as a monotheist. Such is the natural instinct that God instilled in the people. 30:30

Tindakan kesembilan: Mencari pengampunan

Mereka yang menyembah/beribadah kepada Tuhan secara tulus selalu mencari pengampunan atas dosa-dosa mereka. Hubungan antara tindakan ibadah dan mencari pengampunan dijelaskan cukup baik di Qur’an

And to Madyan [We sent] their brother Shu’ayb. He said: “O my people, worship God; you have no god other than Him.” 11:84

(Mengikuti panggilan untuk beribadah/menyembah kepada Tuhan, Syu’aib menambahkan:) “And Ask forgiveness from your Lord, then repent to Him. My Lord is Merciful, Loving.” 11:90

(ketika Nuh diutus kepada kaumnya, dia berkata): “Worship Allah, fear Him and obey me” 71:3

(Mengikuti panggilan untuk beribadah/menyembah kepada Tuhan, Nuh menambahkan:) “Ask your Lord for forgiveness. Indeed, He is Forgiving.” 71:10

Mencari ampunan Tuhan adalah seperti pengakuan yang jelas atas ibadah/menyembah Tuhan. Mereka yang menyembah Tuhan saja selalu mencari ampunanNya, karena mereka yakin bahwa Tuhan sajalah yang mengampuni dosa-dosa dan tidak siapapun perantara lain:

Who forgives the sins except God? 3:135

Mereka juga yakin bahwa kasih sayang Tuhan itu tak terbatas dan bahwa Tuhan mengampuni semua dosa-dosa dari mereka yang tulus menyembah/ibadah kepadaNya:

Say, “O My ‘Ibadi’ (servants) who transgressed exceedingly against themselves, do not despair of God’s mercy, for God forgives all sins. He is the Forgiver, the Merciful.” 39:53

(permintaan yang tulus akan ampunan Tuhan harus diikuti dengan pertaubatan:) “..Seek forgiveness of your Lord and repent to Him..” 11:3

(Pertaubatan sejati harus tulus dan sepenuh hati untuk diterima oleh Tuhan 🙂 “O you who have believed, repent to Allah with sincere repentance... “66:8

(Dan dengan tidak mengulangi dosa/kesalahannya lagi 🙂 “And those who, when they commit an immorality or wrong themselves [by transgression], remember Allah and seek forgiveness for their sins – and who can forgive sins except Allah ? – and [who] do not persist in what they have done while they know.” 3:135

Manfaat mencari ampunan Tuhan:
1-Mencari ampunan Tuhan melindungi orang2 beriman dari hukuman/azab Tuhan di dunia ini dan juga di akhirat:

God would not punish them while you are among them, nor would God punish them while they ask for forgiveness. 8:33

2- Mencari ampunan Tuhan memberi orang2 beriman banyak keberkahan dari Tuhan:

Ask your Lord for forgiveness. Indeed, He is Forgiving. He will shower you generously from the sky, and supply you with wealth and children, and provide for you Gardens and provide for you rivers.’ ” 71:10-12

And ask your Lord for forgiveness, then repent to Him. He will then let you enjoy a good provision for a specified term and bestow His favour on every doer of favour. 11:3

3- Mencari ampunan Tuhan memberi kekuatan pada orang2 beriman:

O my people, ask your Lord for forgiveness, then repent to Him. He will then send the sky upon you abundantly and add strength to your strength. Do not turn back as criminals. 11:52

Tindakan kesepuluh: Apresiasi dan Syukur

Qur’an menekankan bahwa ekspresi mengapresiasi dan bersyukur/berterima kasih kepada Tuhan adalah memang tindakan ibadah:

Give thanks for God’s blessings if it is Him that you worship. 16:114

Tindakan mengapresiasi dan bersyukur, pada kenyataannya adalah ekspresi empat kali lipat:

1- Mengingat nikmat2 Tuhan

“O people, remember God’s blessing upon you.” 35:3

2- Menyadari bahwa semuanya berasal dari Tuhan:

Orang beriman sejati tak punya keraguan bahwa semua kebaikan yang datang pada mereka di hidup mereka adalah dari Tuhan saja, dan bahwa tidak ada manusia manapun yang punya kekuatan mendatangkan manfaat pada mereka kecuali sesuai kehendak Tuhan. Pesan ini sangat jelas di Qur’an:

Any blessing that you have is from God. 16:53

3- Mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan:

Qur’an menekankan pentingnya mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan. Ini harus disertai dengan kepuasan yang tulus akan apa yang diterima. Mereka yang merasa puas dengan apa yang mereka miliki seringkali adalah mereka yang menemukan kebahagian sejati. Sesungguhnya, kebahagiaan bukanlah memiliki apa yang kita inginkan, tapi menginginkan apa yang kita miliki. Ayat berikut menggambarkan pentingnya apresiasi/bersyukur, dan imbalan besarnya:

And when your Lord proclaimed: “If you give thanks, I shall increase for you, but if you disbelieve, then My punishment is severe.” 14:7

Qur’an menyatakan bahwa nikmat Tuhan sungguh sangat banyak sampai manusia tidak akan pernah bisa menghitungnya:

If you were to count God’s blessings, you could not encompass them all. The human being is indeed transgressing, unappreciative. 14:34

Sayangnya, banyak sekali dari nikmat pemberian Tuhan itu “taken for granted”/tidak diapresiasi oleh kebanyakan orang. Jika kita mempertimbangkan indra kita, kemampuan mendengar, kemampuan melihat, dan diberikan pikiran yang superior daripada semua makhluk2 lain, yang membuat kita berkuasa di bumi, kita temukan bahwa kebanyakan orang tidak mengapresiasinya, mereka hanya menyadari nilai sebenarnya jika indra mereka hilang/tidak berfungsi. Semua ini adalah nikmat2 pemberian Tuhan.

God brought you out of your mothers’ wombs knowing nothing, and He devised for you the hearing, the sight and the heart, so hopefully you may give thanks. 16:78

God is the One who rendered the night for you to rest therein, and the day for visibility. God is Possessor of great favour for the people, but most people do not give thanks. 40:61

4- Menyatakan nikmat Tuhan kepada yang lain:

Ekspresi keempat dari apresiasi/bersyukur adalah dengan menyatakan/mengabarkan nikmat Tuhan kepada orang lain.

And as for the blessings of your Lord: you shall proclaim. 93:11

Tindakan kesebelas: Pengabdian dan Dedikasi.

Tindakan terakhir ini, tanpa ragu lagi adalah yang paling mulia dari semua tindakan ibadah. Ini adalah tindakan dari mereka2 yang mendedikasikan hidup mereka dan harta mereka untuk Tuhan. Merekalah orang-orang yang secara konstan berjuang di jalan Tuhan dan mengajak kepada jalan Tuhan: mereka dijanjikan imbalan teringgi:

Those who believed, emigrated and strove in the cause of God with their money and themselves hold the greatest rank with God. Those are the winners. 9:20

Tidak ada perkataan yang lebih baik daripada perkataan mereka yang menasihati/mengajak kepada jalan Tuhan:

Who is better spoken than one who invites to God, does good deeds, and says, “I am one of the Submitters”? 41:33

Anjuran untuk mengabdi dan mendedikasikan diri sendiri dan harta kita untuk jalan Tuhan juga ditemukan di 22:67 and 28:87.

Nilai besar dari tindakan seperti itu adalah benar adanya, mengingat anjuran seperti itu, yang memerlukan pengabdian dan dedikasi, seringkali ditujukan kepada Utusan-utusan Tuhan. Ayat-ayat berikut ditujukan kepada Nabi Muhammad:

O you prophet, We have sent you as a witness, a bearer of news, a warner, and a caller inviting to God with His permission, and an illuminating lamp. 33:45-46

Qur’an juga menjelaskan metode optimum menasihati dan mengajak kepada Tuhan:

Invite to the path of your Lord with wisdom and advice, and debate with them in the best possible manner. 16:125

Konklusi

Itulah sebelas ekspresi dan tanda ibadah kepada Tuhan.
Masing-masing kita perlu bertanya pada diri sendiri 2 pertanyaan ini dengan sejujur-jujurnya:
1- Berapa banyak dari tindakan2 tersebut yang kita lakukan secara regular/terus menerus?
2- Berapa banyak dari tindakan2 tersebut yang kita lakukan untuk Tuhan saja?
Jawaban kedua pertanyaan tersebut akan menjadi indikator akurat kemurnian ibadah Anda.
Setelah itu cobalah menimbang satu-persatu dari perbuatan dan pencapaian Anda terhadap kesebelas tindakan tersebut.
Sebagai contoh, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda mengagungkan siapapun disamping Tuhan? Apakah Anda mengidolakan siapapun ke taraf menyebut mereka sebagai sempurna (padahal kesempurnaan hanya milik Tuhan)? Apakah Anda mencintai seseorang sebesar rasa cinta Anda kepada Tuhan? Apakah Anda mengingat seseorang sebanyak Anda mengingat Tuhan? atau bahkan lebih?
Apakah Anda mematuhi hukum2 agama yang didasarkan pada sumber2 selain Qur’an? Apakah Anda menaruh rasa percaya dan menggantungkan diri Anda pada orang lain, percaya bahwa mereka punya otoritas, atau punya kekuatan mereka sendiri untuk menolong Anda? Apakah Anda takut atas orang2 lain, percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk menyakiti Anda? Apakah Anda memanggil orang yang telah wafat (orang2 suci, rasul, atau Nabi) dan memohon mereka untuk menolong Anda? Apakah Anda percaya bahwa orang lain punya kekuatan untuk menolong Anda di hari penghakiman? Apakah Anda nyaman dengan perasaan bahwa Tuhan adalah semua yang Anda butuhkan? Apakah Anda senang dengan menyebutkan nama Tuhan saja?

Is not God sufficient for His Servant? 39:36

When God alone is mentioned, the hearts of those who do not believe in the Hereafter are filled with aversion, but when others are mentioned besides Him, they rejoice. 39:45

Dan akhirnya, apakah Anda terobsesi dengan bisnis Anda atau dengan orang2 yang Anda cintai, hingga Anda mendedikasikan seluruh hidup Anda untuk mereka, dan menjadi abai akan satu-satunya tujuan penciptaan kita? yaitu ibadah kepada Tuhan:

I have not created the jinn and the humans except to worship Me. 51:56

Semakin tinggi tingkat kejujuran Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, semakin akurat Anda dapat menentukan apakah Anda menyembah Tuhan ataukah tidak, dan yang paling penting: apakah Anda menyembah Tuhan SAJA atau tidak!



Link artikel hasil terjemahan saya yang saya rekomendasikan untuk DIBACA TUNTAS:
“Ultimate Warning” atau peringatan “Pamungkas” dari Allah sebelum kehancuran dunia (7 bagian): https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-1/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-2/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-3/
Sosok Dajjal/Antikristus/Mesiasnya Yahudi, yang akan membawa perang dunia 3 dan New World Order:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-4/
Akhir zaman sesuai surat Yasin: kedatangan Isa/Yesus palsu, sosok juruselamat sebagai penyesatan pamungkas dari setan, yang kelak akan disembah oleh seluruh manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-5/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-6/
Tanda-tanda kuat akan mulainya periode kiamat di 2020:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-7/
YS, utusan pemberi peringatan untuk akhir zaman:
https://www.sebelumterlambat.com/saya-utusan-tuhan-2018/
Peringatan dari Allah untuk muslim agar meninggalkan islam tradisional yang SESAT dan kembali kepada Allah & Quran saja:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/
Usia Aisyah yang sebenarnya:48. Bagaimana hadits telah menipu Anda:
https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/
Praktik shalat yang sebenarnya menurut Quran:
https://www.sebelumterlambat.com/shalat-sesungguhnya-versi-panjang/
Tanya-jawab dengan YS, Utusan Akhir zaman (5 bagian):
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-1/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-2/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-3/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-4/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-5/
Iblis/Setan, dan keberadaan setan berwujud manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/setan-manusia-menyusup-diantara-kita/
“Syafaat Nabi” dan Neraka Abadi:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-syafaat-nabi-di-hari-penghakiman-neraka-abadi/