Peringatan Kiamat

*DISCLAIMER/PENAFIAN*
Saya TF, semua artikel yang ada disini hanya upaya penerjemahan dari https://thetruthisfromgod.com/
Kecuali jika saya nyatakan lain.
Saya bukan pemilik situs tersebut diatas, dan pemilik situs tersebut (YS) samasekali bukanlah kenalan saya. Semua konten disana diluar tanggung jawab saya. Saya hanya orang biasa yang mengambil dari sana, menggunakan mesin penerjemah, kemudian mengoreksi hasil terjemahannya lebih lanjut. Demi Allah, Saya tidak dibayar sepeserpun atau mendapat imbalan apapun dari YS.
YS juga tidak pernah memaksa atau meminta saya untuk menerjemahkan.
Semua ini atas inisiatif saya sendiri.
Mohon maaf atas sebagian terjemahan yang masih kasar, atau keliru.
Untuk itu, Saya mohon dengan sangat kepada Anda untuk tetap meninjau sumber aslinya,
Semata-mata untuk menangkap pesan yang lebih lengkap dan lebih murni.
Jika Anda bisa mengerti apa yang tertulis disana (teks Bahasa inggris/Bahasa Prancis), tolong abaikan saja Blog saya dan baca langsung dari sana.
Pesan YS dalam bentuk video2, saya terjemahkan di channel youtube saya:

Mengapa “Quran Only” adalah satu-satunya jalan

12 Oct, 2020lain-lain

Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, Dia yang membimbing kepada orang yang dikehendaki-Nya. Hanya berkatNya saya telah menerjemahkan dari video dari The British Muslim ini yang berjudul: The Best Argument For Quran Only Islam (No Hadith)
Karena itu, tulisan ini tidak mewakili pandangan YS. Sama seperti YS, saya tidak berniat untuk mencari pengikut ataupun meyakinkan/mencari pengakuan dari orang lain. Saya temukan bahwa tulisan ini hanya memperkuat dan memberi konfirmasi atas Qur’an dan juga apa-apa yang YS sampaikan. Sayang sekali jika saya simpan untuk sendiri. Lebih baik saya share, semoga mendatangkan manfaat bagi orang lain. JANGAN ditelan mentah-mentah. Tiap orang harus selau berpegang dan mendasarkan diri HANYA kepada Kitab Allah, Use your own reason/discernment & Do Your Own Research, saya tidak bertanggungjawab atas implikasi tulisan dibawah ini bagi Anda. Ingatlah, tiap diri bertanggungjawab atas pilihan dan perbuatannya masing-masing.
May God forgive us and guide us regarding any sign that would have been misinterpreted in this study and elsewhere. May He purify ourselves and increase our knowledge.
“Our Lord, indeed we have heard a caller calling to faith, [saying], ‘Believe in your Lord,’ and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and make us die among the righteous.”[3:193]


Sekilas tentang “Quran Only”

Islam yang berdasarkan/mengikuti bimbingan Allah berdasarkan Qur’an saja. Tanpa hadits, tanpa teks lain/ sumber sekunder, simpelnya beragama hanya menggunakan Qur’an saja sebagai panduan. (t/n: implikasinya tentu saja: tidak mengambil pemandu/pembimbing dari ulama/ustadz, karena mereka mendasarkan pada hadits. Untuk lebih lengkapnya mengapa kita HARUS menggunakan Qur’an sebagai SATU-SATUNYA petunjuk agama, dan cara beragama mengikuti Qur’an saja, silahkan baca tuntas terjemahan atas tulisan YS berikut: https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/ dan https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/ dan juga “riset” saya: https://www.sebelumterlambat.com/ikutilah-quran-dan-bimbingan-allah-saja/).

2 Pilihan jalan

Karena sudah cukup dibahas di artikel2 tersebut, maka kita tidak akan mendalami lagi hal tersebut, tapi kita hanya akan membahas argumen-argumen yang sangat spesifik.

Ketika kita membahas konsep-konsep yang bertentangan, terutama jika itu mengenai filosofi atau agama, Anda dapat menyederhanakan/ mengurangi perdebatan, hingga menjadi 2 possibility/kemungkinan utama. Dalam hal ini, 2 pilihan jalan. Maka disini saya mempersembahkan 2 pilihan jalan, tentang bagaimana mengikuti ajaran “Islam”:

Possibility Pertama (Qur’an Only): Tuhan menurunkan Al-Qur’an secara sempurna dan komplit; Tuhan telah menyempurnakan segala sesuatu.

Possibility/kemungkinan jalan yang pertama ini straightforward, sederhananya mengatakan: bahwa Qur’an adalah semua yang kita butuhkan sebagai aturan & petunjuk agama, karena, sebagaimana yang Tuhan nyatakan dalam Qur’an: Wahyu ini telah sempurna, telah komplit, sebagaimana Tuhan telah menyempurnakan segala sesuatu.

Tidak perlu panjang lebar, mari kita membaca Qur’an saja:

“…Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab ini…” [6:38]

“…Kami telah datangkan untuk mereka Kitab yang mendetail, dengan pengetahuan, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” [7:52]

“Qur’an ini tidak mungkin dibuat-buat oleh selain Allah; ini (Qur’an) mengkonfirmasi semua (Kitab-kitab) sebelumnya dan adalah penjelasan mendetail atas Kitab (yang lalu). Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam. [10:37]

“Pada kisah2 mereka, ada pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Ini bukanlah hadits/narasi yang dipalsukan, tetapi konfirmasi (kitab-kitab) sebelumnya, dan memberi penjelasan detail atas segala sesuatu, dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman [12:111]

“Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) yang terperinci ini? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu.” [6:114]

Dan telah “tammat”/(komplit, lengkap, sempurna) firman Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan benar dan adil; Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui” [6:115]

Dan diantara argumen lain pendukung jalan ini adalah ayat berikut:

“Dan kamu melihat gunung-gunung, kamu mengira mereka diam di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah, yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan” [27:88]

Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, maka, tentu jugalah Kitab terakhirNya (Qur’an).

Jadi ayat-ayat tersebut menyatakan: Qur’an itu adalah Kitab Allah yang mendetail, sedemikian rupa sehingga Author dari Qur’an itu adalah Tuhan, dan tidak mungkin siapapun yang lain, karena Qur’an itu perfect, fully detailed. Semua tentang agama ada di Qur’an, tidak kurang, tidak lebih, tidak ada yang luput/tertinggal. Karena Tuhan telah menciptakan sempurna segala sesuatu, maka tentu saja seperti itu juga bagi Kitab terakhirNya, sempurna dan detail.

Possibility Kedua: Kita membutuhkan hadits, untuk detail agama lebih lanjut, seperti untuk shalat dan haji

Possibility/ kemungkinan jalan kedua yang jalan ini diklaim oleh mayoritas muslim adalah: bahwa kita butuh hadits-hadits sebagai detail lebih lanjut, terutama untuk perkara2 misalnya shalat dan haji.

Karena itu, jika kita membutuhkan detail lebih lanjut, maka (implikasinya) ayat2 berikut menjadi salah, dan bahwa Qur’an tidak lengkap!

“…Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab ini…” [6:38]

“…Kami telah datangkan untuk mereka Kitab yang mendetail, dengan pengetahuan, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” [7:52]

“Qur’an ini tidak mungkin dibuat-buat oleh selain Allah; ini (Qur’an) mengkonfirmasi semua (Kitab-kitab) sebelumnya dan adalah penjelasan mendetail atas Kitab (yang lalu). Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam. [10:37]

“Pada kisah2 mereka, ada pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Ini bukanlah hadits/narasi yang dipalsukan, tetapi konfirmasi (kitab-kitab) sebelumnya, dan memberi penjelasan detail atas segala sesuatu, dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman [12:111]

Dengan mengatakan kita memerlukan hadits/tafsir/sumber lain untuk menjelaskan semua hal2 seperti haji, shalat, syahadat, atau hal2 lain yang tidak ada di Qur’an, kita telah secara langsung tidak langsung menyalahi/menolak yang telah dinyatakan oleh ayat-ayat eksplisit itu! “Kami tidak meluputkan suatu apapun”, “Kitab ini fully detailed“.

Tolong beritahu saya, setelah membaca firman2 yang sempurna itu, bagaimana Anda bisa mengklaim, bahwa Qur’an belum cukup, bahwa kita membutuhkan lebih banyak detail, setelah Tuhan; menyatakan pada kita semua “Aku telah menurunkan untuk kamu semua: Kitab yang detail?” apakah Qur’an bukan dari Tuhan?

Karena jika kita benar-benar membutuhkan detail lebih lanjut dari luar Qur’an, maka sama saja kita mengatakan Qur’an itu telah keliru! Sementara kita telah membaca (dan meyakini): Tuhan sempurna, Tuhan menciptakan dengan sempurna, jadi Tuhan tidak mungkin salah. Tapi, jika Anda benar-benar mengklaim: bahwa kita perlu hadits untuk detail lebih lanjut, maka Anda mengatakan Qur’an itu salah, dan Islam adalah false religion

Ingatlah, jika ada satu saja kontradiksi atau kesalahan dalam Qur’an, maka Qur’an bukan dari Tuhan. Karena Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, dan Tuhan tidak mungkin menyalahi firmanNya sendiri!

(t/n: Beberapa muslim mengkompromikan: “Jika suatu hadits sejalan dengan Qur’an kami akan menerimanya, tapi jika itu berkontradiksi dengan Qur’an, kami akan menolaknya!” Premis seperti itu membuktikan bahwa orang2 ini tidak benar-benar percaya assertion/pernyataan Tuhan bahwa Qur’an itu “complete, perfect, fully detailed” Mereka tidak menyadari keseriusan implikasi “kompromi” mereka. Momen begitu mereka diingatkan dengan ayat Qur’an, tapi masih tetap berpaling, dalam hal ini masih mencari/ membutuhkan guidance/ petunjuk dari apapun selain petunjuk Allah berdasarkan Qur’an, tak peduli seberapa “benar” itu tampaknya: mereka telah terjatuh kedalam perangkap Setan, mereka telah menolak firman Tuhan dan menjadi seperti yang dikatakan di ayat [18:57]!)

Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya [18:57]

Memaknai perintah “Taatilah Rasul” dengan benar (sesuai Qur’an)

Banyak orang kemudian akan mengklaim bahwa karena Qur’an menyatakan:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [33:33]

Mereka mengatakan bahwa ini artinya kita harus mengikuti hadits juga. Ini jelas salah. Sebenarnya hanya dari statement: “kita membutuhkan hadits”, sudah berkontradiksi dengan ayat2 Qur’an yang kita bahas tadi.

Arti “Mentaati Rasul” dapat kita bagi lagi menjadi 2 possibility: Pertama: “Mentaati Rasul” diartikan mentaati apa yang diwahyukan kepada Rasul, yaitu dengan “Mentaati Qur’an” yang lengkap dan sempurna; jalan ini sejalan dan tidak berkontradiksi dengan Qur’an. Possibility kedua: “Mentaati Rasul” diartikan sebagai mentaati “hadits dan Sunnah Nabi, mentaati Kitab/sumber-sumber lain dan pendapat ulama/pemuka agama”; membuka pintu gerbang “sumber sekunder” dalam agama, detail-detail tambahan yang jelas-jelas berkontradiksi dengan statement “Qur’an itu lengkap dan sempurna”

Mentaati Rasul jelas artinya mengikuti Qur’an, karena hanya Qur’anlah yang disampaikan Rasul dan diikuti Rasul! Terlebih, sekalipun Anda mengatakan bahwa Hadits adalah “kata-kata Nabi” (t/n: baca: ASUMSI kata-kata Nabi, karena TIDAK ADA SATUPUN hadits yang diverifikasi/disahkan oleh Nabi), hadits jelas BUKAN kata-kata/firman Tuhan, karena hadits mengandung banyak hal yang tidak disebutkan di Qur’an seperti tentang baris kedua syahadat dan aturan baku tatacara shalat. Sekali lagi, klaim ini mengimplikasikan bahwa Qur’an tidak fully detailed, tidak jelas, dan tidak lengkap sebagaimana Qur’an nyatakan, dan ini juga menyiratkan bahwa Tuhan belum menyempurnakan firmanNya di Qur’an!

(t/n: berikut Ini TIDAK ADA di video yang saya terjemahkan, tapi adalah tambahan dari “riset” saya sendiri yang saya ramu dari berbagai sumber tentang perintah “taati rasul”:

Tanpa ragu lagi, perintah “Taatilah Allah dan taatilah Rasul”, yang muncul di beberapa ayat2 Qur’an seperti [3:32] adalah satu perintah Qur’ani terpenting! Para sarjana hadits memelintir perintah ini untuk mengadvokasi legalitas atas “mengikuti hadits sebagai sumber yurisdiksi agama”. Mereka mengklaim bahwa mentaati Allah dicapai dengan mentaati Qur’an, sementara mentaati rasul dicapai dengan mentaati hadits (perkataan personal) Nabi dan sunnah (kebiasaan2) Nabi. Mereka menambahkan bahwa jika mentaati rasul adalah sama dengan mentaati Qur’an, maka Tuhan hanya akan mengatakan “taatilah Allah” saja. Jadi, menurut pemahaman mereka, Tuhan menambahkan kata “taatilah rasul” mengimplikasikan bahwa rasul mempunyai ajaran relijiusnya sendiri yang independen/ diluar Qur’an yang harus kita taati. Namun, benarkah klaim itu? mari kita bedah dibawah cahaya Qur’an suci.

Mengapa Qur’an mengatakan “taatilah Allah dan taatilah rasulNya”? mengapa Tuhan menambah kata “dan taatilah rasulNya” tidak “taatilah Allah” saja?

Alasan pertama, mengapa instruksi “taatilah rasul” perlu ada, karena Tuhan memerintahkan Rasul (Muhammad) untuk mengatakan perkataan-perkataan spesifik kepada orang-orang. jadi “taatilah rasul” saat dia mengatakan pada mereka kata-kata yang diinstruksikan Tuhan untuk dikatakan. Ada banyak sekali ayat2 Qur’an dimana Tuhan memerintahkan Muhammad untuk “mengatakan” kalimat-kalimat spesifik. Ini menunjukkan bahwa aspek2 kritis dari kehidupan Rasul telah “terekam dan terpelihara” dalam cara yang paling detail dan terjamin… bukan di buku-buku hadits ataupun sunnah/tradisi.. tetapi di Kitab suci itu sendiri. Begitu pula pertanyaan2 penting yang ditanyakan kepada beliau, dan jawaban2 beliau (diilhami oleh Tuhan). berikut sedikit contohnya:

“They ask you about intoxicants and gambling. Say: ‘In them is great harm, and a benefit for mankind; but their harm is greater than their benefit.’ And they ask you how much are they to give, Say: ‘The excess.’ It is thus that God clarifies for you the revelations that you may think.” (Qur’an 2:219)

“And they ask you concerning the Spirit. Say: ‘The Spirit is from the command on my Lord, and the knowledge you were given was but very little.'” (Qur’an 17:85)

Inilah kehidupan rasul, inilah “instruksi2 rasul, perkataan rasul” yang paling otentik, TERJAGA oleh Allah, dan harus ditaati.. tanpa perintah “taatilah rasul”, kita secara tidak langsung mengabaikan sekitar 1/3 dari Kitab Allah.

Alasan kedua, siapakah diantara orang-orang atau sahabat Nabi yang menerima wahyu al-Qur’an langsung dari Tuhan? Tidak ada! Konsekuensinya, mereka tidak dapat mentaati Tuhan dengan benar kecuali melalui apa yang datang dari Allah melalui Nabi, yaitu Qur’an!

Ketiga, jika hanya “taatilah Tuhan/Allah” saja, maka orang2 ahli kitab (Yahudi & Nasrani) akan mengatakan :”tapi kami telah mentaati Tuhan! Tuhan telah memberi kami kitab suci dan kami telah mentaatinya!” Karena itulah perlu perintah “taatilah rasul”, yang membawakan “pesan baru” dalam bentuk Kitab baru (Qur’an) yang pada saat yang sama mengkoreksi kerusakan2/pemalsuan di kitab2 yang lalu.

Obey Allah and obey the Messenger and beware! But if you turn away, then know that Our Messenger’s sole duty is to deliver ˹the message˺ clearly. [59:2]

Obey Allah and obey the Messenger! But if you turn away, then Our Messenger’s duty is only to deliver ˹the message˺ clearly. [64:12]

Tugas Rasul dinyatakan dengan jelas di ayat2 tersebut. Bahwa tugas satu-satunya Rasul adalah menyampaikan pesan Tuhan. Kita juga mendapati dari ayat2 diatas, hubungan yang sangat kuat antara
1. Mentaati Rasul
2. Tugas satu-satunya Rasul adalah menyampaikan pesan Tuhan (Qur’an)
dengan menambahkan 1+2 = Kewajiban kita adalah mentaati pesan yang dia sampaikan, yaitu Qur’an

Nabi Muhammad sekalipun HANYA MENGIKUTI apa yang diwahyukan kepadanya (t/n: tidak diberi otorisasi oleh Tuhan menciptakan ajaran sendiri/ detail tambahan untuk kita ikuti!):

I merely follow (ATTABI’U) what is inspired to me. [6:50]

I ONLY follow (ATTABI’U) what is inspired to me from my Lord. [7:203]

I ONLY follow (ATTABI’U) what is inspired to me. [46:9]

Thus, when We read it, you shall follow (ITTABI) the Quran. [75:18]

Sekarang, apakah yang diinspirasikan/diwahyukan kepadanya lalu dia sampaikan kepada orang-orang? Apakah detail2 pengetahuan hal2 ghaib (t/n: nama-nama orang yang sudah terjamin masuk surga, detail2 dialog2 yang “questionable” di hari penghakiman kelak, & tak terhitung cerita2 konyol lainnya YANG TIDAK ADA DI QUR’AN) ataukah detail2 hukum2 agama sekunder? (t/n: ritual2 sunnah, aturan tentang janggut, khasiat dzikir tertentu 1000x sehari, bershalawat sebanyak mungkin untuknya, pengharaman atas musik, atas patung & tak terhitung aturan2 absurd lainnya YANG TIDAK ADA DI QUR’AN)
Mari lihat apa yang Allah firmankan tentang ini:

He has inspired to me this Qur’an [6:19]

We have inspired to you in this Qur’an [12:3]

And when Our clear revelations are recited to them, those who do not wish to meet Us said: “Bring a Quran other than this, or change it!” Say: “It is not for me to change it from my own accord, I merely follow what is inspired to me. I fear if I disobey my Lord the retribution of a great day!” [10:15] (MUHAMMAD “ONLY FOLLOW” “WHAT IS INSPIRED TO HIM” = GOD’S CLEAR REVELATIONS = QUR’AN)

So judge between them according to what God has sent down (Qur’an), and do not follow their inclinations to forsake the truth that has come to thee”. [5:48]

Ayat2 diatas sangat direct dan jelas, tanpa membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Oleh karena itu, Nabi TIDAK MUNGKIN mengajarkan ajaran2 lain apapun yang tidak ada di qur’an! (t/n: tarawih, idul fitri, sunatan, dan tak terhitung aturan2/ praktik2 / tradisi2 agama lainnya YANG TIDAK ADA DI QUR’AN). Jika SEDIKIT SAJA Nabi memerintahkan sunnah/ajarannya sendiri, mengklaim itu sebagai perintah/datang dari Allah, maka Allah akan segera menghukum/ mengazabnya!:

It’s a revelation from the Lord of the Universe. And if he had forged a few words that they attributed to Us, We would have seized him with the right hand, then, We would have cut his aorta, and none of you could have served him as a bulwark. [69:43-47]

Mentaati Qur’an = Mentaati Allah & Mentaati Rasul. Walau objek yang dituju tampaknya berbeda, ketiganya bukanlah disiplin yang berbeda. Seseorang tidak bisa disebut mentaati rasul jika dia menganggap ajaran rasul belum semuanya tercakup dalam Qur’an, atau jika dia mempersekutukan Tuhan. Pun seseorang tidak bisa disebut mentaati Tuhan jika dia menolak rasulNya, atau jika dia menolak Qur’an atau menolak sebagian dari Qur’an. Dan yang terpenting, seseorang tidak bisa disebut mentaati Allah & RasulNya, jika dia menganggap Qur’an itu Kitab samar yang tidak bisa dimengerti tanpa penjelasan/ detil tambahan dari manusia lain/ karya manusia lain! (seolah Qur’an tidak lengkap!)

“…Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu sebagai PENJELAS SEGALA SESUATU, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri” (Quran 16:89)

Qur’an itu PENJELAS SEGALA SESUATU, karena itu BUKAN HADITS2/ TAFSIR2/ SUMBER LAIN ATAU MANUSIA MANAPUN YANG BERPERAN MENJELASKAN QUR’AN! Nabi/Rasul sekalipun sebenarnya tidak mengetahui segalanya dan TIDAK PERNAH punya tanggung jawab untuk membimbing kita ataupun menafsirkan Qur’an untuk kita. Kewajiban Messenger/ Rasul adalah tidak lebih dari menyampaikan pesan Allah (Qur’an) 29:18, 5:99, 3:20, 42:48. Tuhan berkata: Adalah bagi Kami, menjelaskannya (Qur’an) [75:19]. karena itu, Qur’an hanya bisa dimengerti melalui pembuat Qur’an itu sendiri. Tidak ada cara lain yang benar. Sederhana saja: Sebenarnya tidak ada manusia yang memiliki kapasitas intelektual untuk menjelaskan penuh sebuah Kitab yang diturunkan oleh Tuhan. Hanya Allah sebagai Author/penciptanya yang dapat memberi penjelasan/pemahaman yang benar untuk tiap individu yang dikehendakiNya. Jadi adalah tanggung jawab kita masing-masing, tugas seumur hidup, untuk selalu berupaya belajar qur’an menggunakan akal yang telah dianugerahkan pada kita sambil selalu menyandarkan diri padaNya (BUKAN kepada sumber/orang lain, sekalipun itu kepada Nabi), menggali hikmah, meningkatkan pemahaman kita atas Qur’an, dan tentu saja yang terpenting adalah menerapkannya.)

Karena itu, dengan kita sendiri bersandar pada Allah, belajar & mentaati Qur’an secara total, yang adalah Kitab Tuhan yang LENGKAP, SEMPURNA & MUDAH yang (Qur’an itu juga) diikuti rasul, kita telah mentaati Allah & mentaati rasulNya. Itulah “lingkaran sempurna” dalam agama.

Hadits2, catatan sejarah Nabi, tafsir2, ulama2, ustadz2, manusia2 lain & sumber2 buatan manusia2 lain, sebenarnya tidak punya tempat/otoritas dalam agama Tuhan. (t/n: bahkan di Qur’an, clergies/ rabbi /pendeta/ pemuka agama DICELA oleh Allah. term/kata “ulama” “ulil amri” dan “ahlu dzikr”, dalam Qur’an bukanlah sebuah nama yang merujuk kepada mereka. Lebih lanjut tentang “ulama” sesungguhnya baca disini: https://factszz.wordpress.com/2015/01/01/priesthood-mullahism-theocracy-and-pseudo-scholarship-has-no-place-in-islam/ dan http://www.quranicpath.com/sunnishia/ulama.html) Memasukkan satu saja kedalam “lingkaran sempurna” tadi, akan merusak semuanya, karena mengimplikasikan satu atau semua hal berikut : Qur’an tidak lengkap/sempurna; Rasul punya ajarannya sendiri diluar Qur’an; Allah mendorong syirik karena Qur’an tidak bisa dimengerti sendiri dengan bimbinganNya saja, tapi harus dengan perantaraan ahli/manusia lain, dll.

Penting juga kita ingat bahwa Qur’an tidak pernah membahas Nabi Muhammad secara personal, tapi hanya berurusan dengan Muhammad Rasul Allah, yang jelas-jelas dibedakan dari person/ diri Muhammad. Untuk memahami maksud saya, sebagai contoh:

It is not you (the person) whom they are rejecting, but it is God’s messages (the messenger) that the transgressors deny/ And rejected were the messengers before you. [6:33-34]

Yang diperintahkan untuk kita adalah “taatilah Allah dan taatilah Rasul”, (t/n: Rasul dari kata risala/pesan. Inti dari peran/ misi Rasul yaitu menyampaikan pesan Allah [5:67] So, taatilah Allah dan pesanNya (yang didalamnya BUKAN SEKEDAR tentang Muhammad saja, tapi tentang contoh dari Isa, Ibrahim, Musa dan rasul lainnya) jika memang “sunnah & hadits Muhammad” adalah detail/pesan Allah diluar Qur’an yang harus kita ikuti, kenapa tidak “taatilah Muhammad”?

Allah sengaja dalam pemilihan kata ini, karena jika kita perhatikan, Qur’an memang tidak pernah menganjurkan kita untuk mentaati dalam artian “meniru-nirukan” Nabi Muhammad seperti kepada cara makannya, janggutnya, atau sorbannya, atau perkara2 lain yang menempel pada person-Muhammadnya – yang hanya pilihan2 Nabi sesuai sosio-ekonomi, budaya, dan tradisi yang khusus pada tempat dan zaman Nabi – tapi Qur’an hanya menganjurkan/ memerintahkan kita mentaati kepada pesan2 & preskripsi Qur’an yang semuanya bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman: kepada nilai-nilai dan prilaku yang menjiwai Nabi (iman, takwa, jujur, sabar, adil, sopan, dll), kepada perintah & larangan spesifik untuk ditegakkan (anjuran berinfaq, anjuran mencatat transaksi/perjanjian, jangan membunuh tanpa hak, jangan zina, dll), dan kepada sikap/pandangan Nabi terhadap isu2 & situasi2 spesifik yang perlu kita perhatikan & ambil pelajaran. (jangan mengusir orang yg mencari petunjuk Allah, jangan minta pengampunan u/ orang kafir, dll).

Itulah mengapa Qur’an lebih sering meng-adress Muhammad, tidak dengan nama personalnya, tapi meng-adressnya dengan berbagai nama lain yang berkaitan dengan perannya sebagai Utusan. Sebagai contoh: Rasul (5:41, 5:67), Nabi (8:64, 9:73, 33:1), hamba (2:23, 17:1), penyeru (46:31, 3:193), announcer/pemberi pengumuman (2:119, 7:188), pembawa berita gembira (17:105, 25:56), pemberi peringatan (2:119, 7:188, 34:46, 38:65), pengingat (88:21), saksi (2:143, 22:78) dll. Bahkan dalam sedikit ayat2 tertentu dimana Qur’an menyebut nama Muhammad secara langsung, (seperti di 3:144; 33:40; 47:2; 48:29 ) itu dilakukan dalam konteks yang menegaskan “peran”nya (“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul“,”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah“, dll)

Jika kita mengaku mengikuti Nabi, maka jalan yang paling lurus: IKUTILAH QUR’AN SECARA LANGSUNG. Karena, Nabi juga MENGIKUTI BIMBINGAN TUHAN MELALUI QUR’AN. Nabi sendiri TIDAK BISA membimbing siapapun ke jalan yang benar:

Say: “I have no power to harm you nor to show you what is right.” [72:21]

And We have not sent you except as a bearer of good news and a warner [25:56]

We said: “Descend from it all of you, so when the guidance comes from Me, then whoever follows My guidance, (Allah’s guidance, NOT Muhammad’s, NOT Abraham’s NOR anyone else!) they will have nothing to fear, nor will they grieve.” [2:38]

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (28:56)

Thus, Mengartikan “mentaati rasul” sebagai “mengikuti bimbingan Nabi” (yang sudah wafat 1400 tahun lalu) melalui karya2 kontradiktif buatan manusia (Kitab2 hadits, tafsir, atau buku/sumber buatan manusia lain yang “didewakan” (baru muncul 200+ tahun setelah Nabi namun mengatasnamakan Nabi & diangkat ke posisi seolah2 wahyu Allah yang otentik. Yang menolak hadits disamakan dengan menolak Nabi!), sementara NABI SENDIRI MENGAKU TIDAK BISA MEMBIMBING SIAPAPUN adalah NONSENSE, karena jika kita ingin “terbimbing” seperti Nabi, bukanlah kepada Nabi/rasul kita seharusnya fokus mencari bimbingan, tapi kepada apa yang Nabi taati/ikuti: huda/ petunjuk/ bimbingan yang benar, yang hanya satu saja, yaitu bimbingan Allah berdasarkan Kitab Allah:

Say, “Indeed, the guidance of Allah is the [only] guidance.” If you were to follow their desires after what has come to you of knowledge, you would have against Allah no protector or helper. [2:120]

And do not trust except those who follow your religion.” Say, “Indeed, the [true] guidance is the guidance of Allah…[3:73]

Jika kita cermat, kata “Rasul”/Utusan Tuhan itu sendiri memiliki cakupan lebih luas, buktinya kata “Rasul” juga digunakan di Qur’an untuk menunjuk kepada malaikat:

Say, “If there were upon the earth angels walking securely, We would have sent down to them from the heaven an angel [as a] messenger.” [17:95]

kata “Rasul” yang menunjuk pada malaikat maut:

Who is more wicked than he who invents lies about God, or denies His revelations? These will receive their recompense from the record; so that when Our messengers come to terminate their lives, they will say: “Where are those whom you used to call on besides God?” They said: “They have abandoned us!” And they bore witness upon themselves that they were rejecters. [7:37]

Bahkan, di banyak tempat, Qur’an memberi indikasi kuat bahwa Qur’an menunjuk peran rasul/messenger kepada Qur’an itu sendiri, baik secara tersurat maupun tersirat. Saya tidak mengatakan/ menganut kepercayaan yang menganggap bahwa Qur’an itu makhluk. Akan tetapi, faktanya adalah: kitab suci juga memenuhi fungsi yang persis sama dengan Utusan-utusan Tuhan: mengirimkan, memperingatkan, memberi kabar gembira, dan mengkonfirmasi pesan-pesan Tuhan sebelumnya. Bagaimanakah sebuah Kitab bisa menggantikan peran manusia-Utusan Tuhan? Berikut sedikit diantara contoh2nya:

“God has prepared for them severe retribution. Therefore, you shall reverence God, O you who possess intelligence and believed. God has sent down to you a message“[65:10]
a messenger* who recites to you God’s revelations, clearly, to lead those who believe and work righteousness out of the darkness into the light. Anyone who believes in God and leads a righteous life, He will admit him into gardens with flowing streams; they abide therein forever. God will generously reward him.”[65:11] (t/n: *”Rasul” disini menunjuk kepada Qur’an. ayat 10 membicarakan tentang “menurunkan pesan”, dan ini menunjuk kepada Qur’an yang disebut sebagai “Rasul” pada ayat 11. Jika kita melanjutkan ayat 11, hal ini lebih jelas lagi, karena memang sejatinya hanya petunjuk/ bimbingan Tuhan-lah (Qur’an) yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, bukan Nabi, bukan Utusan-utusan Tuhan, bukan manusia manapun)

Pola yang sama (peran Qur’an sebagai rasul) kita temukan di ayat-ayat berikut:

This is a Book whose verses have been perfected, then elucidated.* It comes from a Most Wise, Most Cognizant. “You shall not worship except God. I come to you from Him as a warner, as well as a bearer of good news. [11:1-2]

A.L.R. A Book that we revealed to you, in order to lead the people out of darkness into the light – in accordance with the will of their Lord – to the path of the Almighty, the Praiseworthy. [14:1]

T. S. These are the verses of the Quran; a clear Book.
As guidance and good news, for the believers. [27:1-2]

And We have revealed to you, the Book in truth (Qur’an), confirming that which preceded it of the Scripture and as a criterion over it.…”[5:48]

Hal ini juga diperkuat oleh Allah, dengan pernyataan-pernyataan bahwa Qur’an mengandung SEMUA contoh yang kita perlukan:

Indeed We have quoted to the people, in this Quran, every kind of examples, in order for them to become aware. S39 :V27

Indeed We have quoted to the people, in this Quran, every kind of examples, but most of people persist in their denial. S17:V89 

(Mengatakan kita perlu sumber lain = menyangkal fakta ini! Tidak ada alasan lagi untuk mencari “uswah hasanah” Nabi melalui hadits yang penuh kontradiksi, sementara Qur’an menyatakan dirinya: MENGANDUNG SEMUA CONTOH.) Yang SEKALI LAGI, suatu konfirmasi juga atas statement bahwa QUR’AN ITU MEMANG LENGKAP/SEMPURNA. TIDAK PERLU TAMBAHAN/ PENJELAS APAPUN.

Thus, Konsep “mentaati rasul” melalui catatan-catatan penuh kontradiksi mengatasnamakan Nabi yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya (hadits), yang berkontradisi dengan Qur’an dan saling berkontradiksi dengan hadits2 itu sendiri, adalah NONSENSE. Karena arti sebenarnya dari “mentaati rasul” adalah dengan mentaati Qur’an, firman Allah yang SEMPURNA, TERJAGA, dan dikonfirmasi oleh Qur’an itu sendiri mempunyai peran sebagai rasul! )

berikut ilustrasi kronologis pemaknaan “taatilah rasul”:

Konklusi

Berdasarkan pembahasan diatas, jalan SATU-SATUNYA yang valid dalam islam adalah: Qur’an (Kitab Allah yang lengkap dan sempurna) harus diikuti sebagai SATU-SATUNYA sumber aturan & petunjuk agama bagi Muslim. Karena jalan apapun yang menggunakan “sumber sekunder”, (t/n: hadits, tafsir, buku2 lain) mengimplikasikan bahwa Qur’an tidak lengkap dan Islam adalah false religion.



Sumber: https://lampofislam.wordpress.com/2015/11/01/the-muhammad-of-the-quran/
http://www.quran-islam.org/articles/prophet_and_messenger_(P1161).html
https://lampofislam.wordpress.com/2015/01/03/true-muhammad-versus-false-muhammad-part-2/
https://submission.org/friday_the_only_source_of_guidance.html


Link artikel hasil terjemahan saya yang saya rekomendasikan untuk DIBACA TUNTAS:
“Ultimate Warning” atau peringatan “Pamungkas” dari Allah sebelum kehancuran dunia (7 bagian): https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-1/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-2/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-3/
Sosok Dajjal/Antikristus/Mesiasnya Yahudi, yang akan membawa perang dunia 3 dan New World Order:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-4/
Akhir zaman sesuai surat Yasin: kedatangan Isa/Yesus palsu, sosok juruselamat sebagai penyesatan pamungkas dari setan, yang kelak akan disembah oleh seluruh manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-5/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-6/
Tanda-tanda kuat akan mulainya periode kiamat di 2020:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-7/
YS, utusan pemberi peringatan untuk akhir zaman:
https://www.sebelumterlambat.com/saya-utusan-tuhan-2018/
Peringatan dari Allah untuk muslim agar meninggalkan islam tradisional yang SESAT dan kembali kepada Allah & Quran saja:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/
Usia Aisyah yang sebenarnya:48. Bagaimana hadits telah menipu Anda:
https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/
Praktik shalat yang sebenarnya menurut Quran:
https://www.sebelumterlambat.com/shalat-sesungguhnya-versi-panjang/
Tanya-jawab dengan YS, Utusan Akhir zaman (5 bagian):
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-1/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-2/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-3/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-4/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-5/
Iblis/Setan, dan keberadaan setan berwujud manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/setan-manusia-menyusup-diantara-kita/
“Syafaat Nabi” dan Neraka Abadi:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-syafaat-nabi-di-hari-penghakiman-neraka-abadi/
Ikutilah Qur’an dan bimbingan Allah SAJA:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-ikutilah-quran-dan-bimbingan-allah-saja/


P.S.: Translator note (t/n:) adalah merupakan tambahan/penjelas dari saya pribadi (penerjemah) dan bukan bagian dari pesan asli. boleh diabaikan saja. Kritik/saran mengenai hasil penerjemahan, silahkan ajukan email ke: peringatan@posteo.net