Peringatan Kiamat

*DISCLAIMER/PENAFIAN*
Saya TF, semua artikel yang ada disini hanya upaya penerjemahan dari https://thetruthisfromgod.com/
Kecuali jika saya nyatakan lain.
Saya bukan pemilik situs tersebut diatas, dan pemilik situs tersebut (YS) samasekali bukanlah kenalan saya. Semua konten disana diluar tanggung jawab saya. Saya hanya orang biasa yang mengambil dari sana, menggunakan mesin penerjemah, kemudian mengoreksi hasil terjemahannya lebih lanjut. Demi Allah, Saya tidak dibayar sepeserpun atau mendapat imbalan apapun dari YS.
YS juga tidak pernah memaksa atau meminta saya untuk menerjemahkan.
Semua ini atas inisiatif saya sendiri.
Mohon maaf atas sebagian terjemahan yang masih kasar, atau keliru.
Untuk itu, Saya mohon dengan sangat kepada Anda untuk tetap meninjau sumber aslinya,
Semata-mata untuk menangkap pesan yang lebih lengkap dan lebih murni.
Jika Anda bisa mengerti apa yang tertulis disana (teks Bahasa inggris/Bahasa Prancis), tolong abaikan saja Blog saya dan baca langsung dari sana.
Pesan YS dalam bentuk video2, saya terjemahkan di channel youtube saya:

“Riset” Penerjemah – Ikutilah Qur’an dan bimbingan Allah SAJA.

27 Sep, 2020Riset penerjemah, Tulisan Penerjemah

Segala puji bagi Allah, hanya berkatNya, saya telah menyelesaikan tulisan pribadi yang saya (t/n: penerjemah) ramu dari berbagai sumber dari blog YS dan selain blog YS, dan karena itu tidak mewakili pandangan YS. Namun tentu saja saya mengupayakan sebisa saya mencari tulisan yang “paling mendekati kebenaran” “se-objektif mungkin” dan sesuai Quran dalam mengambil sumber/bahan tulisan ini.
Sama seperti YS, saya menulis ini tidak berniat untuk mencari pengikut ataupun meyakinkan/mencari pengakuan dari orang lain. Saya temukan bahwa tulisan-tulisan ini hanya memperkuat dan memberi konfirmasi atas Quran dan juga apa-apa yang YS sampaikan. Sayang sekali jika saya simpan untuk sendiri. Lebih baik saya share, semoga mendatangkan manfaat bagi orang lain. JANGAN ditelan mentah-mentah. Tiap orang harus selau berpegang dan mendasarkan diri HANYA kepada Kitab Allah, Use your own reason/discernment & Do Your Own Research, saya tidak bertanggungjawab atas implikasi tulisan dibawah ini bagi Anda. Ingatlah, tiap diri bertanggungjawab atas pilihan dan perbuatannya masing-masing.
Jika anda “terkejut” atau heran atas keras/frontalnya saya menolak hadits, silahkan terlebih dahulu baca TUNTAS terjemahan saya atas tulisan YS ini: https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/ dan https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/
Kebenaran hanyalah dari Allah, mohon maaf atas kekurangan/kesalahan di tulisan di bawah ini, semua kekurangan/kesalahan itu murni dari saya. Silahkan sampaikan kritik ke email saya, dengan senang hati saya akan terus perbaiki/sempurnakan tulisan ini.
May God forgive us and guide us regarding any sign that would have been misinterpreted in this study and elsewhere. May He purify ourselves and increase our knowledge.
“Our Lord, indeed we have heard a caller calling to faith, [saying], ‘Believe in your Lord,’ and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and make us die among the righteous.”[3:193]


Pengantar

Ada budaya yang lazim di kalangan Muslim di mana mereka hanya memandang Alquran sebagai cara untuk mendapatkan pahala karena melafalkan kata-kata Arab dengan benar. Orang-orang seperti itu berpikir bahwa mereka menjunjung tinggi Al-Qur’an, tetapi ini hanya membuat mereka menjauh dari mempelajari Al-Qur’an sebagaimana mestinya. Para orang tua mengajari anak-anak mereka bagaimana melafalkan kata-kata Arab dan menyekolahkan anak-anak mereka ke les mengaji untuk belajar membaca (t/n:sebenarnya cuma “melafalkan”) Alquran dengan benar. Orang-orang seperti itu tidak menyangkal pentingnya Alquran, tetapi gagasan mereka tentang peran Alqur’an sangat keliru dan dangkal. Itu hanya untuk mendapatkan pahala untuk setiap surat yang dibacakan atau untuk memvalidasi Shalat dengan membaca beberapa surat pendek. Anggota kelompok mayoritas ini bahkan mungkin menikmati mendengarkan bacaan Alqur’an, bukan karena pesan dalam ayat-ayat tersebut, tetapi untuk menghargai melodi, atau untuk tujuan relaksasi!

Bahkan tentang apa “Islam” itu, hanyalah segala sesuatu yang mereka dengar dari luar Alqur’an. Orang-orang seperti itu menganggap diri mereka sangat religius, sementara mereka memegang pendekatan yang begitu bodoh terhadap Al Qur’an. Qur’an lebih seperti buku mantra, daripada petunjuk Tuhan yang seharusnya menjiwai seluruh kehidupan mereka. Kemudian, mereka mengambil semua pedoman agama mereka dari luar Alquran – mereka pikir praktik-praktik itu sama dengan memenuhi kewajiban mereka terhadap Alqur’an. Banyak dari gagasan dan praktik orang-orang yang bodoh seperti itu bahkan bertentangan dengan apa yang dikatakan Alqur’an, sementara mereka tidak menyadarinya – atau menyadarinya tetapi dengan sengaja mengabaikan untuk memikirkannya, dengan memberikan alasan seperti ‘Saya tidak cukup berpengetahuan ‘atau’ Saya adalah orang awam, orang-orang lain yang lebih berpengetahuan telah mengatakan ini, siapakah Anda dan saya untuk mempertanyakan?

Tujuan Qur’an

Tujuan sebenarnya dari Alqur’an adalah memberikan petunjuk kepada tiap individu manusia, yang telah diciptakan untuk ibadah/mengabdi kepada Allah. Panduan Alqur’an ada dalam maknanya, bukan dalam pengucapan huruf Arabnya. Bimbingan Alquran adalah rahmat, penyembuh, dan cahaya bagi orang-orang beriman sejati karena memberi mereka hikmah, memberi mereka discernment/kearifan, mengingatkan mereka akan realita kehidupan ini, mengungkapkan banyak rahasia yang tidak diketahui seperti kekuatan Allah, alasan terjadinya peristiwa di sekitar kita, dan sifat sejati agama Allah. Alqur’an telah dibuat mudah untuk dipahami. Tetapi mayoritas ini telah kehilangan berkah ini, sementara mereka tertipu dengan berpikir bahwa mereka mengikuti agama dengan sempurna dan “diterima Tuhan”, karena mereka merasa memenuhi gagasan mereka sendiri tentang apa tujuan Alqur’an itu.

We have revealed for you (O men!) a book in which is a Message for you. Then will you not reason? [21:10]

Berpikir bahwa seseorang memenuhi kewajibannya terhadap Alqur’an hanya dengan menjalankan ritual seperti sholat dan puasa, tanpa berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Alquran katakan tentang agama adalah kekeliruan besar. Ini karena Alquran adalah Kitab untuk direnungkan, dipelajari dari dan untuk mendapatkan wawasan dan kebijaksanaan yang diperlukan untuk menjadi seorang mukmin sejati, ini adalah kewajiban bagi siapa saja yang ingin menjadi seorang Muslim. Seseorang tidak mungkin menjadi seorang Muslim sejati tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang diperlukan tentang Alquran. Jika seseorang hanya belajar Al-Qur’an melalui buku-buku lain yang ditulis tentang Al-Qur’an, yang ditulis oleh manusia, dan tidak merasa perlu belajar dari Al-Qur’an secara langsung, dia hanya menipu dirinya sendiri. Allah menyebutkan pendekatan bodoh ini dalam frasa, “Or do you have another book which you study?” (Qur’an 68:37).

Ibadah berdasarkan keyakinan bahwa Alquran diikuti oleh mayoritas dan karena itu cukup untuk mengikuti (blindly follow) para pemuka agama tanpa keterikatan pribadi pada Alquran dan pengetahuan Alquran, memiliki nilai sedikit atau tidak bernilai samasekali di sisi Allah.

Mari kita tanyakan pada diri kita sendiri: seberapa banyak yang kita ketahui tentang Alquran? Bukan pengetahuan dangkal seperti jumlah surat atau ayat, atau di kota mana sebuah surat diturunkan, tetapi pesan dalam ayat-ayatnya dan banyak seluk-beluk dan rahasianya. Berapa banyak hikmah yang Anda peroleh dari Al-Qur’an? Sudahkah Anda membaca seluruh Alquran bahkan sekali saja dalam bahasa Anda sendiri? Berapa kali sehari Anda mengacu pada ayat-ayat Alquran saat Anda menjalani kehidupan sehari-hari? Apakah Anda yakin telah benar-benar mendasarkan iman, pandangan, & perbuatan Anda kepada Al-Qur’an? atau hanya mendasarkan pada mayoritas/ “kata orang” saja?

“The words of your Lord are complete in its truth and justice. Nothing can change His Words – He is the All-Hearing, the All-Knowing. If you obeyed most of those on earth, they would lead you astray from the path of Allah. They follow nothing but conjectures – they are merely guessing.” (Qur’an 6:115-116)

“This too, is a blessed Book which We have sent down – follow it, and be conscious of your Lord, so that you may receive mercy – lest you say, ‘Books were sent to two communities before us: we were not aware of what they studied’, or ‘if only the Book had been sent down to us, we would have been better guided than them.’ Now your Lord has brought you clear evidence, guidance, and mercy. Who could be more wrong than someone who rejects Allah’s Revelations and turns away from them? We shall repay those who turn away with a painful punishment.” (Qur’an 6:155-157)

Jelas bahwa mengabaikan Alquran akan menyebabkan kerugian dalam kehidupan ini dan akhirat karena Allah akan memanggil semua orang untuk memperhitungkan tingkat kepatuhan mereka terhadap Alquran.

“Surely, the One who decreed the Qur’an to you will summon you to a predetermined appointment. Say: ‘My Lord is fully aware of who it is that brings the guidance, and who has gone astray.’ ” (Qur’an 28:85)

Quran: LENGKAP DAN TERPERINCI

Pernahkah Anda membaca Alquran sendiri? (t/n: MEMBACA ya, bukan MELAFALKAN dalam bahasa arab). Bagian mana yang tidak Anda mengerti? Orang yang membaca Alquran dengan pikiran yang netral/tidak bias akan melihat betapa jelas dan direct-nya ayat-ayat Alquran itu. Alquran lengkap dan berisi semua detail yang diperlukan untuk agama. Sampai saat ini, Anda mungkin telah dikondisikan oleh mayoritas di sekitar Anda untuk berpikir bahwa Alquran tidak lengkap dan membutuhkan sumber sekunder seperti hadits dan karya ‘tafsir’.

“And We have revealed the Book to you which has clear explanation of everything, and a guidance, mercy and good news for those who submit.” (Qur’an 16:89)

Seperti yang dinyatakan ayat tersebut, Alqur’an menjelaskan semua hal – bukan sebaliknya, di mana buku-buku lain harus menjelaskan Alqur’an – sebuah gagasan keliru yang dipercaya oleh banyak orang. ALLAH SENDIRI menyatakan bahwa Alqur’an lengkap, terperinci dan “self-sufficient”:
self-explaining/menjelaskan diri sendiri [6:105, 6:114, 10:37, 11:1, 17:41, 17:89, 18:54, 25:33, 29:51, 39:27, 75:19]
Detail/terperinci [6:38, 6:97, 6:98, 6:114-115, 10:5, 10:37, 11:1, 12:111, 17:12, 17:41, 17:89, 18:54, 21:10, 23:71, 30:28, 41:3]
Komplit, tidak memerlukan tambahan lagi [4:82, 5:3, 6:38, 6:114-115, 18:27, 19:64, 21:10, 29:51]
Mudah untuk dipelajari/diingat [54:17, 54:22, 54:32, 54:40]

“Shall I then seek a Judge other than Allah? When it is He Who has revealed to you the Book fully detailed?” (Qur’an 6:114)

Begitu seseorang tunduk sepenuhnya pada fakta bahwa Alquran benar-benar sangat rinci dan melepaskan semua kesombongan batinnya dalam menerima kebenaran tertinggi ini, dia akan mulai menyadari banyak praktik menyimpang yang dipraktikkan atas nama Islam. Individu ini menemukan bahwa banyak pemimpin agama juga berbohong tentang ayat-ayat Alquran untuk membenarkan praktik yang menyimpang dan terkadang jahat yang bertentangan dengan esensi Alquran, melanggar ayat-ayat eksplisit dan etika umum Alqur’an. Tentu saja, hanya hati yang tulus yang akan melihat keunikan Al-Qur’an ini. Individu itu juga mulai merasakan kedekatan dengan Allah yang tidak pernah dia alami sebelumnya, karena dia mulai menerima bimbingan langsung dari Allah. 

“Say: ‘My Lord has guided me to a Straight Path, an upright system, the creed of Abraham the upright; he was not from those who set up partners.'” (Qur’an 6:161)

Orang yang menginginkan sumber lain selain Alquran, muncul dengan alasan klise seperti ‘bagaimana kita tahu bagaimana caranya shalat, atau berapa banyak zakat yang harus diberikan? bagaimana bisa mengikuti Nabi hanya dengan Qur’an?’, Kadang-kadang bahkan sebelum dia membaca (t/n:MEMBACA ya, bukan MELAFALKAN) Alqur’an satu kalipun! Alqur’an sebenarnya menjawab semua pertanyaannya – masalahnya adalah dia sendiri yang tidak pernah melihat ke dalam Alqur’an untuk jawabannya. Dia telah diprogram sebelumnya untuk memandang Alqur’an sebagai bentuk teks mistik dan samar, yang sulit dipahami tanpa bantuan sumber lain seperti hadits. Karena itu hanya bisa ditafsirkan oleh “ulama”. Pengkondisian pada individu ini seperti suatu mantra yang membawanya ke:
1) Mengikuti praktik-praktik menyimpang yang sebenarnya bertentangan dengan Alquran.
2) Dia tidak pernah tahu gaya hidup yang benar, etika dan pengabdian kepada Allah saja karena dia tidak menerima petunjuk apapun dari Al-Qur’an yang sebenarnya.
3) Dia tidak bisa berpendapat atau menyimpulkan analisis intelektual dari ayat-ayat – dia hanya mengulangi apa yang dia baca di buku-buku tafsir, buku-buku itu adalah pintu masuknya satu-satunya ke Alquran, yang sering dipenuhi dengan desas-desus dan informasi palsu yang tidak sama dengan arti sebenarnya dari ayat-ayat tersebut.
4) Pandangannya tentang agama didasarkan sepenuhnya pada praktik mayoritas. Ia bahkan memiliki hadits untuk menunjukkan bahwa mayoritas adalah benar meskipun Alquran menyatakan dengan jelas bahwa beragama itu HARUS mengikuti bimbingan/petunjuk Allah. Sementara “mengikuti mayoritas” pasti tersesat [6:116].
5) Dia hanya benar-benar tertarik dengan diskusi tentang apa pun selain ayat-ayat Alqur’an, yang menjauhkannya dari Alqur’an – tetapi dia tertipu dengan berpikir bahwa mempelajari buku-buku diluar Qur’an itu sama dengan mengikuti Islam sejati dan Qur’an. Dia menemukan beberapa ayat Alqur’an yang digunakan dalam buku-buku itu dan berpikir bahwa interpretasi disana benar tanpa mengkonfirmasi/bertadabbur sendiri dengan Qur’an. Ini terlepas dari fakta: Allah telah menyatakan bahwa Alqur’an adalah panduan untuk dirinya dan bahwa dia bertanggung jawab untuk mengikuti secara langsung ayat-ayat Alqur’an:

We have revealed for you (O men!) a book in which is a Message for you. Then will you not reason? [21:10]

“Surely, the One who decreed the Qur’an to you will summon you to a predetermined appointment. Say: ‘My Lord is fully aware of who it is that brings the guidance, and who has gone astray.’ ” (Qur’an 28:85)

Salah satu argumen yang akan dia kemukakan adalah bahwa seseorang harus mengetahui kitab hadits sebelum memahami Alquran untuk membantu menjelaskan ayat-ayat atau menguraikan bidang-bidang yang menurutnya Alqur’an tidak jelas. Padahal, dengan cara ini, dia telah masuk ke dunia “sumber sekunder” yang dipenuhi dengan ajaran dan pandangan terhadap agama yang non-qurani. Allah menyatakan bahwa tafsir Alquran, ada di dalam Alquran itu sendiri. Dengan kata lain, Alqur’an menjelaskan dirinya (standalone/self sufficient):

We have brought them a Scripture – We have explained it on the basis of knowledge – as guidance and mercy for those who believe.” (Qur’an 7:52)

This is how We explain Our revelations in various ways.” (Qur’an 6:105)

See how We explain the revelations, perhaps they may comprehend.” (Qur’an 6:65)

It is such that We clarify the revelations for a people who think.” (Qur’an 10:24)

Artinya, Allah telah menjelaskan Alquran seperti yang Dia katakan, “Kami-lah yang menjelaskannya” , bukan Nabi atau siapapun orang-orang di sekitarnya dan bahwa penjelasan ini jelas untuk orang-orang yang bersandar padaNya dan memikirkan/merenungkan ayat-ayat tersebut, untuk “orang-orang yang berpikir
Orang yang bergantung pada sumber sekunder diluar Qur’an sebenarnya belum benar-benar percaya atau berserah diri kepada Allah dengan standar yang disyaratkan oleh Alqur’an karena dia belum mengembangkan dirinya dengan pelajaran Alqur’an. Hubungan ‘sikap terhadap Al-Qur’an’ dengan ‘pengabdian kepada Allah’ ini terungkap dalam ayat di atas, 7:52, di mana dinyatakan bahwa ALLAH SENDIRI yang menjelaskan ayat-ayat tersebut, dan Dia menjadikannya pedoman dan rahmat hanya untuk mereka yang percaya kepada-Nya.

Alquran berisi semua informasi yang benar tentang agama dan merupakan pedoman bagi masing2 individu. Namun kebanyakan orang tidak tahu banyak tentang Alquran.

“We have sent down The Reminder and We will guard it” (Qur’an 15:9)

Apa tujuan Allah melindungi Alqur’an dari korupsi/kerusakan, jika bagi Anda, memahami maknanya hanya bisa dicapai melalui sumber-sumber sekunder yang korup dan penuh kontradiksi, seperti karya hadits yang berkembang antara 250 hingga 700 tahun setelah wafatnya Nabi? Yang keberadaan hadits dan teks extra-quranic/diluar Qur’an itu sendiri DILARANG SECARA PERMANEN OLEH NABI DAN 4 KHALIFAH BIJAKSANA? (t/n: mengenai ini akan dijelaskan di bab-bab belakang. Keep reading) Tidak ada gunanya bagi Anda, karena perlindungan itu menjadi kehilangan artinya. Oleh karena itu, masuk akal mengapa Allah telah memuat tafsir Alqur’an di dalam Alqur’an itu sendiri, seperti yang Allah nyatakan dalam ayat-ayat tersebut.

“Alim Lam Ra. These are the signs of the Scripture, and a clear Qur’an.” (Qur’an 15:1)

Allah telah menegur mereka yang berani menulis dan mengikuti buku-buku agama di luar apa yang telah Dia wahyukan:

“Should We treat muslims the same as those who are criminals? What is wrong with you, how do you judge? Or do you have another book which you study? In it you find whatever you wish to find?” (Qur’an 68:36-38)

Tidak ada perintah dalam Alqur’an untuk mengikuti buku apa pun selain Alqur’an. Tentu saja, kita memiliki praktik seperti Shalat dan Haji. Namun, ini tidak membenarkan kita untuk menerima ajaran yang bertentangan dengan Alqur’an, atau mengambil sikap di mana seseorang tidak meneliti Alqur’an secara langsung. Shalat dan Haji adalah praktik penting bagi orang beriman. Karena itu orang beriman harus mengambil Alqur’an sebagai panduan untuk itu dan mengabaikan elemen-elemen non-Alqur’an, jika ada yang muncul. Beberapa orang membuat pertanyaan seperti di mana dalam Al-Qur’an praktik-praktik ini dijabarkan. Qur’an memang tidak mengkodifikasi/ micromanage setiap detil dari praktik-praktik ini. Namun hanya memberikan batasan, prinsip, konsep, beberapa poin-poin penting yang harus terpenuhi, anjuran-anjuran dan tujuannya. Sederhananya karena praktik-praktik ini adalah praktik yang telah hidup/lazim secara “natural” di antara kita dengan berbagai cara. Allah karena itu tidak mungkin “menyeragamkan”/mempersempit praktik2 itu, sehingga “strict” harus begini/harus begitu, urutannya harus begini, gerakannya harus begitu, bacaannya harus begini. Tidak. (t/n: jika memang mesti seperti itu, apa susahnya bagi Allah menjelaskan detilnya di Qur’an, seperti Allah telah menjelaskan detil anjuran/ hukum waris) Membaca Qur’an, shalat, dan semua perintah/anjuran Allah di dalam Qur’an, tidaklah dimaksudkan untuk menjadi “ritual monoton & mekanis” yang malah menjadi beban bagi kita. Namun adalah anjuran bermakna yang membebaskan kita dari beban-beban di hidup kita. Manfaat sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri. (t/n: untuk lebih lengkapnya mengenai praktik sesungguhnya shalat, zakat, puasa, dll. sesuai Qur’an, silakan baca artikel2 terkait situs YS, atau di blog saya ini. Tapi sebaiknya nanti saja setelah selesai membaca tulisan ini. Keep reading)

Kaba

Sebagai aturan umum, semua praktik2 itu sah asalkan tidak melanggar batasan2nya, dan memenuhi prinsip2nya, nilai2nya, dan tujuannya yang kesemuanya ada di Alqur’an. Meskipun harusnya orang akan setuju dengan pernyataan ini, namun kenyataannya tidak demikian – karena kebanyakan orang bersikap seperti bani israil, terlalu “menginginkan detail” sedemikian rupa sehingga bahkan tidak belajar secara langsung dari Al-qur’an, namun memilih mengikuti cara-cara/aturan diluar Qur’an secara membabi buta, sampai-sampai praktik dan pemikiran orang2 ini melanggar Kitab Allah. Bagaimana seseorang bisa memiliki kriteria penilaian baik/good judgement yang sesuai Alquran dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan dalam menjalani kehidupannya secara umum, jika dia tidak mempelajari Alqur’an secara langsung? Al-qur’an adalah words of God, diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Benar, Maha Adil, Maha Bijaksana, sehingga Qur’an adalah kebenaran absolut, PETUNJUK NOMOR SATU. Karena itu, Qur’an dan HANYA QUR’AN SAJA-lah yang seharusnya menjadi tolak ukur benar/salah, baik/buruk, halal/haram, cinta/benci, adil/zalim, terima/tolak terhadap SEMUA HAL SELAIN QUR’AN. Pertama-tama orang harus memahami Alqur’an untuk menilai semua hal lain yang dilihatnya/akan dilakukannya. Tetapi, jika orang tersebut berpendapat bahwa memahami Alqur’an harus melibatkan, melalui, dan menerima “sumber lain” melalui apa yang disebut “orang terpelajar” dan mengabaikan pernyataan Alqur’an bahwa Qur’an itu “lengkap”, “detail” “menjelaskan dirinya sendiri”, maka ia telah menerima hal-hal yang sebenarnya mesti di-judge/ dinilai/ difilter dulu oleh Al-Qur’an, dan akan memiliki pandangan/ pemahaman Alqur’an yang bias, clouded/ keruh, sangat tertutup, dan mengikuti cetakan dari sumber sekunder itu. Seseorang HARUS mengembangkan iman sejatinya kepada Allah melalui pemahaman Alqur’an, SEBELUM MELAKUKAN HAL LAIN.

Lalu pertanyaan selanjutnya biasanya “bagaimana saya akan memahami Qur’an, sementara saya orang awam, tidak mengerti bahasa arab”? dan sejenisnya. Sederhananya mereka mengatakan bahwa Allah tidak memberi mereka cukup kecerdasan untuk dapat memiliki refleksi mereka sendiri dan untuk memahami Kitab Suci bagi diri mereka sendiri. Yang lain memberi tahu bahwa Allah tidak memberi mereka kondisi sosial yang diperlukan untuk mendapatkan pendidikan yang memadai dan memiliki pemahaman mereka sendiri. Tetapi argumen2 ini benar-benar tidak berdasar, karena hari ini Anda melihat orang-orang yang diakui memiliki kecerdasan terbesar di dunia, seperti Bill Gates, Einstein, pemenang Hadiah Nobel dalam matematika dan fisika, para astronot diberi penghargaan dengan derajat seperti Thomas Pesquet, orang-orang ini tidak mengerti apa-apa tentang Kitab Suci Allah dan tidak memiliki discernment. Kecerdasan sejati tidak datang dari kecerdasan kita sendiri, tetapi kecerdasan sejati hanya datang dari Tuhan, dan Tuhan memberikannya kepada mereka yang takut akan Dia, dan yang berusaha untuk bertindak sesuai dengan ajaran-Nya, untuk menyenangkan Dia.

“Believers, if you have mindfulness of Allah, He will give you a criterion, and will cleanse you of your sins and forgive you. Allah’s favour is indeed immense.” (Qur’an 8:29)

Jadi, apa pun tingkat sosial atau tingkat kecerdasan atau pendidikan yang Anda miliki, jika Anda dihuni oleh rasa takut akan Tuhan dan Anda berusaha untuk bertindak dengan baik, jika tujuan Anda dalam hidup adalah untuk menyenangkan Tuhan dan mendekat kepada-Nya, maka tidak ada keraguan sekecil apa pun bahwa Allah akan memberi Anda kearifan/penilaian Anda sendiri dan kemampuan untuk memahami dengan benar Kitab Suci-Nya tanpa bantuan siapa pun. Berapa banyak orang sederhana yang saya lihat tidak memiliki kurikulum sekolah dan tanpa kecerdasan yang unggul, masih memiliki hikmat dan kearifan Tuhan di dalamnya, meskipun pengetahuan mereka sangat mendasar. Ini disebabkan oleh fakta sederhana bahwa orang-orang ini dihuni oleh rasa takut akan Tuhan dan mencari segala cara untuk menyenangkan Dia.

Masalah sebenarnya dari kebanyakan orang di dunia ini bukanlah bahwa mereka bodoh atau kurang cerdas, tetapi mereka tidak cukup dihuni oleh rasa takut akan Tuhan dan tidak benar-benar berusaha mendekat kepada-Nya, itu adalah alasan sebenarnya atas kebutaan mereka terhadap Qur’an. Pada kenyataannya, orang-orang bodoh ini bersembunyi di balik ketidaktahuan mereka untuk menemukan dalih, karena mereka sama sekali tidak melakukan apa pun untuk memperoleh pengetahuan dari Tuhan, yang sama sekali tidak menarik bagi mereka. Hati mereka yang jahat dan egois lebih tertarik pada hal-hal sepele dan kepuasan dari keinginan mereka sendiri, dan mereka membenci pengetahuan dan apa yang dapat mengangkat mereka disisi Tuhan.

Karena itu ketidaktahuan/tingkat pendidikan bukan sebuah alasan, tetapi lebih merupakan bukti kesalahan. Orang-orang yang tetap bertahan dalam “ignorance”, kelemahan & kebodohan mereka, sebenarnya zalim, dan mereka pada akhirnya akan membayar mahal, jika mereka saat ini belum merasakan balasanya.

Ketika diajak bersandar kepada Allah saja, mereka seakan lupa bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Mereka seakan meragukan KEMAMPUAN ABSOLUT Allah untuk membimbing mereka kepada kebenaran secara langsung, tanpa perantaraan siapapun. Bahkan tanpa mereka menguasai bahasa arab sekalipun. Memang benar, hanya setanlah yang memiliki minat dalam mensyaratkan kesulitan tambahan, dan tidak sedikit, yaitu mengetahui bahasa Arab, untuk mencegah orang mencapai Alqur’an. Namun, Allah berfirman sebaliknya dalam Alqur’an, menghadirkan Alqur’an sebagai buku baik dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa asing. Karena, Allah tahu bahwa jika Dia mengirim Alqur’an ke seluruh dunia, tentu saja dimaksudkan untuk diterjemahkan ke dalam semua bahasa di dunia, yang memang demikian, dan bahwa itu dapat dipahami dengan cara yang seragam apa pun Bahasa translasinya.

And if We had made it a non-Arabic Qur’an, they would have said, “Why are its verses not explained in detail [in our language]? Is it a foreign [recitation] and an Arab [messenger]?” Say, “It is, for those who believe, a guidance and cure.” And those who do not believe – in their ears is deafness, and it is upon them blindness. Those are being called from a distant place. [41:44]

Anda tidak wajib bisa/menguasai bahasa Arab untuk memahami Quran. Siapa pun yang beriman kepada Tuhan dan yang memiliki kemauan yang tulus untuk menaati-Nya akan menerima dari Allah kearifan dan pemahaman yang baik tentang Alqur’an, terlepas dari bahasa di mana ia membacanya. Sedangkan orang2 ber-iman palsu, orang2 tidak tulus (t/n: memberhalakan orang lain, memberhalakan diri/ kecerdasannya sendiri, atau punya niat yang salah dalam belajar Qur’an) tidak akan pernah mengerti apa pun di dalamnya, tidak peduli bahasa apa yang mereka baca. Jika ragu mengenai terjemahan, cukup untuk membandingkan berbagai terjemahan Alqur’an, dengan membandingkannya satu sama lain dan berdasarkan konteks ayat dan inspirasi Allah yang baik, dan kemudian makna ayat tersebut akan muncul atas kehendak Allah. (t/n: ini ada artikel bagus tentang subjek ini: http://www.quranicpath.com/quranicpath/arabic_language.html)

Pemahaman Qur’an tanpa sumber sekunder

So when We have recited it [Qur’an], then follow its recitation. Then it is surely upon Us to make it clear ˹to you˺ (Qur’an 75:18-19)

And thus do We elaborate the verses so that they may say: ‘You have read’ and that We may make it clear to a people who know.” (Qur’an 6:105)

“And We made the Qur’an easy to learn. Do any of you wish to learn?” (Qur’an 54:17)

Allah memerintahkan kita untuk hanya mengikuti Kitab Suci-Nya, dan Allah memberi tahu kita dalam Al Qur’an bahwa Diri-Nya sendirilah yang akan memberi kita pemahaman yang benar tentang kitabNya. Namun, kaum sektarian yang merupakan Muslim tradisional ini tetap menolak Allah dan mengklaim bahwa Alqur’an tidak dapat dipahami tanpa Hadits-hadits mereka yang terkutuk.

Setan2 dan mereka2 yang ingin menyelewengkan orang dari Kitab yang diturunkan oleh Allah, tidak bisa lagi merusak/memalsukan Kitab suci, (seperti yang telah terjadi kepada injil & taurat). Karena Allah telah menjaga Qur’an untuk selamanya. Satu-satunya taktik mereka yang tersisa adalah dengan mengedepankan sumber sekunder (t/n: hadits, tafsir, asbabun nuzul, fiqih, fatwa, ijma, dll) untuk mengambil ayat dan memelintir maknanya sesuai keinginan mereka. Pemelintiran mereka sangat jelas bagi pengikut sejati Al-Qur’an – kebenaran bukanlah tandingan kepalsuan.

The words of your Lord are complete in its truth and justice. Nothing can change His words – He is the All-Hearing, the All-Knowing. If you obeyed most of those on earth, they would lead you away from the path of Allah. They follow nothing but conjectures – they are merely guessing.” (Qur’an 6:115-116)

Harus diingat bahwa selama dua abad pertama Islam, tidak ada kitab hadits atau yang disebut kitab tafsir. Ini ditulis jauh kemudian, ketika larangan Nabi atas penulisan & penyebaran hadits dilanggar. Selama dua abad pertama, umat Islam melakukan semua kewajiban yang dinyatakan dalam Alquran. Lingkungan dipenuhi dengan hadits yang menyimpang dan kebohongan2 yang disebarkan musuh2 Islam, menggunakan nama Nabi dan sahabat2nya, tetapi ini tidak menghalangi umat Islam untuk menjalankan perintah Alqur’an. Para khalifah pada saat itu (Abu Bakar dan Umar) senantiasa memberantas dan melarang penulisan hadits, sesuai dengan instruksi kenabian dan ajaran Alquran saat mereka masih hidup.

“This Book has been sent down to you (Prophet) – let there be no anxiety in your heart about it – so that you may use it to give warning and to remind the believers (by telling them): ‘Follow what has been sent down to you from your Lord! Do not follow other masters beside Him. How seldom you take heed!’ ” (Qur’an 7:2)

The Messenger’s duty is only to deliver the message. Allah knows what you reveal and what you conceal.” (Qur’an 5:99)

Kebanyakan Muslim saat ini tidak mengetahui apa yang Alqur’an katakan tentang konsep keimanan dan membawa banyak pandangan tentang Alqur’an yang menyimpang dan dipalsukan karena mereka tidak memiliki pengetahuan langsung tentang ayat-ayat tersebut. Tidaklah mengherankan jika Allah memberi tahu kita tentang pernyataan Nabi Muhammad ini kepada ummatnya di hari penghakiman kelak:

“And the Messenger said, ‘My Lord, my people have deserted this Qur’an‘ ” (Qur’an 25:30)

Dear saudara/i muslim/muslimah,
1. Quran suci adalah Kitab LENGKAP & DETAIL yang berdiri sendiri [6:114]
2. Quran memiliki kamusnya sendiri dan tafsir(exgesis)nya sendiri di dalamnya [25:33] Ayat-ayat Quran menjelaskan satu sama lain dengan berbagai bentuk/cara, jadi pahamilah Qur’an sebagai satu buku secara utuh/keseluruhan. Jangan tebang-pilih. Selalu pahami Quran “Quran by Quran saja”. Jika Anda menggunakan sumber teologis diluar Quran untuk memahami Quran, Anda tidak akan pernah memahami Quran dengan benar, bahkan dalam 100 tahun.
3. Quran menjelaskan semuanya untuk muslim, jadi apapun hukum, ritual, praktik agama, yang tidak tertuliskan dalam Quran, TENTU SAJA BUKAN bagian dari Islam [12:111], [16:89], [17:12], [7:3], [6:114]
4. Hanya Qur’anlah “hadits dan sunnah” otentik dari Allah dan RasulNya [39:23], [69:40]. SEMUA hadits & sunnah diluar Qur’an adalah fabrikasi. Ketika Anda mengikuti Qur’an, Anda mengikuti/taat kepada Allah dan RasulNya.
5. Hukum Islam (Syariah) hanya valid jika berasal dari Qur’an. Semua yang membuat hukum islam dari buku/sumber diluar Qur’an, telah ditetapkan oleh Allah sebagai KAFIR [5:44]
6. Bacalah dan pahami Qur’an seutuhnya, khususnya ayat-ayat ini [5:44-48], [7:3], [6:114], [6:19], [10:15], [50:45], [16:116], [66:1], [28:56], [72:81], [3:80], [18:110], [29:18], [5:92], [5:99], [42:48], [3:20], [16:35], [24:54], [36:17], [13:40], [16:35], [16:82], [64:12], [12:111], [16:89], [17:12]

Siapapun yang ingin belajar dan mengikuti petunjuk Alqur’an secara langsung, melakukannya untuk keuntungannya sendiri.

“Do they want judgement according to the time of pagan ignorance? Is there any better judge than Allah for those of firm faith?” (Qur’an 5:50)

“Have you considered those who were asked to accept judgement from Allah’s Book? When they are asked to accept judgement from Allah’s Book, some of them turn their backs and walk away!” (Qur’an 3:23)

“Mankind was a single community, then Allah sent Prophets to bring good news and warning, and with them He sent the Book with the Truth, to judge between people in the disagreements. It was only those to whom it was given who disagreed about it after clear verses had come to them, because of rivalry between them. So by His leave Allah guided the believers to the truth they had differed about: Allah guides whoever He wills to a straight path.” (Qur’an 2:213)

“This too, is a blessed Book  which We have sent down – follow it and be conscious of your Lord, so that you may receive mercy – lest you say, ‘Books were sent to two communities before us: we were not aware of what they studied’, or ‘if only the Book had been sent down to us, we would have been better guided than them.’ Now your Lord has brought you clear evidence, guidance, and mercy. Who could be more wrong then someone who rejects Allah’s Revelations and turns away from them? We shall repay those who turn away from our verses with a painful punishment.” (Qur’an 6:155-157)

Quran: SATU-SATUNYA PENINGGALAN NABI

Terlepas dari pernyataan ALLAH SENDIRI bahwa Qur’an itu LENGKAP, muslim tradisionalis masih berkilah bahwa Nabi sendiri meninggalkan Qur’an dan sunnah (Sunni) /Qur’an dan ahlul bait (Syiah) sebagai pedoman penjelas Qur’an/disamping Qur’an. Padahal, Nabi Muhammad HANYA MENINGGALKAN QUR’AN SAJA untuk kita ikuti.
Qur’an dalam bentuk buku/kitab UTUH, ada bersama Nabi. Kisah-kisah hadits tentang “Qur’an yang dihafal-hafal dan dituliskan di tulang binatang/ daun kurma dan hanya dikompilasi bertahun-tahun setelah Nabi wafat”, adalah KEBOHONGAN TOTAL DARI HADITS untuk mendiskreditkan Qur’an (t/n: lebih jelasnya, baca ultimate warning part 1, atau terjemahan saya, di bagian “Nabi Muhammad tidak pernah buta huruf”)
Sebelum wafat, Nabi tidak meninggalkan wasiat apapun selain Al-Qur’an. Narasi-narasi yang menyebutkan kata sunnah atau kata ahlul bait, adalah FABRIKASI.
(t/n: Saya mengutip hadits, bukan karena percaya hadits. Tapi untuk memukul mereka para pembohong dengan sepatu mereka sendiri. Supaya mereka tidak bisa berkilah lagi. Saya peringatkan, bagian2 dibawah ini memang agak “keras/kasar” dari sumbernya. Saya hanya menerjemahkan mengikuti aslinya. “Kami”/”Saya” di screenshot2 dibawah ini, tentunya tidak merujuk kepada saya(penerjemah), tapi kepada pembuatnya (tim factszz). Jika setelah membaca terjemahan saya ini Anda masih kurang yakin, atau “kurang banyak”, silahkan cek sendiri ke sumbernya: https://factszz.wordpress.com/2014/08/06/true-history-of-hadiths-and-sunna-a-must-reading-for-all-muslims-and-non-muslims-who-are-interested-in-theology/)

Sahih bukhari: buku 55 hadits 3. Dinarasikan Talha bin Musarrif: “saya bertanya pada Abdullah bin Abu Aufa: “Apakah Nabi SAW. membuat wasiat? dia menjawab “tidak”, saya lalu bertanya, “bagaimana bisa, sedangkan membuat wasiat adalah dianjurkan?” dia menjawab “Nabi SAW. mencukupkan Kitab Allah (Qur’an).
Sahih bukhari: buku 66 hadits 41. Dinarasikan Abdul Aziz bin Rufai: Shaddad bin Ma’qil dan saya menjumpai Ibn Abbas. Shaddad bertanya padanya “Apakah Nabi SAW meninggalkan sesuatu (wasiat selain Qur’an)” Dia menjawab, “Beliau tidak meninggalkan apapun kecuali yang berada diantara dua sampul (yaitu Qur’an). Lalu kami mengunjungi Muhammad bin Al-Hanafiyya dan bertanya padanya (pertanyaan yang sama) Dia menjawab, “Nabi SAW. tidak meninggalkan kecuali apa yang diantara dua sampul (yaitu Qur’an).
TIDAK ADA tersebutkan sunnah ataupun ahlul bait. Hadits2 diatas juga menunjukkan bahwa Qur’an dalam bentuk buku/kitab UTUH, ADA bersama Nabi. dan tidak dikompilasi belakangan seperti klaim sunni. bukti lebih lanjut tentang ini: http://wp.me/p4GOwl-lv. Ini juga sejalan dengan ayat2 Quran. Tuhan menyebut Quran “kitab/buku” (bukan lembaran/mushaf). Beberapa hadits yang melaporkan tentang perang Yamama lalu kemudian tentang kompilasi Quran oleh Abu Bakar RA, adalah FABRIKASI TOTAL yang dibuat oleh para munafik untuk mendiskredit Quran, karena bertentangan dengan ayat Quran 56:77..80, juga bertentangan dengan 2 hadits yang dikutip diatas, yang mengatakan bahwa setelah kematian Nabi, hanya kitab Quran yang ditemukan di kamar Nabi. Faktanya: Abu Bakar maupun Utsman tidak mengkompilasi Quran untuk pertama kalinya, tapi mereka hanya mencetak ulang salinan Qur’an yang ada bersama Nabi, dan mengirim salinan2 itu ke semua kota2 di pemerintahan Islam. Selain itu ada 25 laporan berbeda di buku2 hadits berbeda yang juga mengatakan: Quran dikompilasi di hadapan/atas pengawasan Nabi.
Nabi mengatakan: Setelahku, ikuti Qur’an SAJA.
Hadits ini sejalan dengan Qur’an. Sebagaimana Allah telah berfirman di 6:114, 5:44, 10:15, 6:19, 16:116, 50:45 dan di banyak ayat-ayat lain, bahwa untuk hukum syariat, seorang muslim TIDAK BOLEH mengikuti buku/sumber/orang/kelompok diluar Qur’an. Mereka yang melakukan itu adalah kafir 5:44. SEMUA hadits yang memiliki redaksi “Setelahku, ikuti “Qur’an dan Sunnah” atau “Setelahku, ikuti “Qur’an dan Ahlul Bait” adalah FABRIKASI 100% dari sekte Sunni dan Syiah, karena Nabi TIDAK MUNGKIN mengatakan sesuatu yang berkontradiksi 180 derajat dengan Qur’an.
Qur’an adalah “tali Allah”. Siapa yang menggenggamnya dengan kuat tidak akan pernah tersesat.
“Aku telah meninggalkan untuk kamu semua: Kitab Allah, jika kamu memegang teguh kepada itu (Qur’an), kamu tidak akan pernah tersesat”. Narasi ini ada di banyak kitab2 hadits. Narasi ini sejalan dengan Qur’an ayat 6:114, 5:44, 10:15, 25:30, 16:116, 6:19, 50:45. Tolong dicatat, dalam narasi ini Nabi mengatakan “berpegang teguhlah pada Qur’an”. Tidak ada kata “sunnahku” ataupun “ahlul baitku”, karena jika dia mengatakan seperti itu, maka dia akan 100% melanggar Qur’an! Kita lihat di 10:15 dan 6:114, Nabi sendiri terikat untuk HANYA MENGIKUTI QUR’AN (t/n: bukan membuat ajaran “sunnah” atau “ahlul bait” untuk kita ikuti disamping Qur’an!) Karena itu, semua hadits2 yang mengatakan: berpegang teguhlah pada “Qur’an dan ahlul baitku”, atau “Qur’an dan sunnahku” bukan hanya 99% palsu, tapi 100% palsu! Versi2 palsu tersebut diracik oleh sekte musyrik sunni dan sekte musyrik syiah untuk mendorong keparcayaan palsu mereka. Dalam menentukan hukum islam/syariah, menempatkan buku/kitab2 “ekstra-qur’anic” buatan manusia disamping Kitab Allah adalah pengakuan otoritas agama selain Allah, yang sama saja dengan menjadikan manusia, mullah, imam2, pemuka agama itu “sekutu Tuhan”; dan ini 100% syirik.
Akhlak Nabi sepenuhnya menurut/sejalan dengan Qur’an Karena itu, HANYA QUR’AN-lah yang mengandung Sunnah otentik dan Uswatun hasanah Nabi.
Mentaati Rasul adalah dengan mengikuti/memegang teguh Quran, seluruh Qur’an. Dan tidak yang lainnya kecuali Qur’an SAJA.
Allah SENDIRI yang mengambil peran untuk menjelaskannya (Qur’an) [75:19]
Allah berfirman bahwa Dia yang menurunkan Quran dan Dia yang akan menjaganya [15:9]
Wahyu Allah kepada Nabi telah tertuliskan dalam Qur’an [6:19] Tidak ada ayat di Qur’an yang mengatakan bahwa wahyu Allah kepada Nabi ada di luar Qur’an.
Katakan: “aku tidaklah berbeda dari Rasul2 yang lain. Aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi kepadaku atau kepadamu. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku [Qur’an]. Aku tidak lebih dari pemberi peringatan [46:9]
Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan [13;40]
Banyak ayat2 Qur’an dan [4:80] memberitahu kita bahwa mengikuti Rasul adalah sama dengan mengikuti Tuhan. Sedemikian rupa sehingga semua ayat2 tersebut membuat jelas 100%, bahwa Rasul BUKANLAH sekutu Tuhan tapi seperti “agensi” Tuhan. Keduanya, Tuhan dan RasulNya berada di sisi/pihak yang sama. Misi Tuhan dan RasulNya sama, yaitu HANYA mengirimkan/menyampaikan Qur’an dengan jelas kepada orang-orang 29:18, 42:48, 5:99, 3:20. Hadits-er musyrik percaya bahwa Tuhan memiliki “mesjid”Nya sendiri (Qur’an) dan Rasul memiliki “mesjid”nya sendiri yang terpisah (Hadits & Sunnah). Tapi apakah Nabi meninggalkan manuskrip sunnah atau hadits apapun? tidak. Apakah Tuhan mengirim Rasul ke bumi untuk menciptakan hukumnya sendiri yang parallel dengan hukum Qur’an melalui jutaan hadits dan sunnah? tidak. Apakah Nabi, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali memerintahkan untuk menulis atau mengumpulkan kitab hadits & sunnah? Tidak. Kitab2 hadits dan sunnah adalah inovasi setan yang datang dari para munafik untuk membuat muslim tersesat. Kebanyakan material dari hadits adalah dari “ahlul kitab”. (t/n: Qur’an menggambarkan para Utusan dan para Nabi sebagai manusia fana yang juga bisa salah) Kita membaca dari laporan historis: bahwa Nabi Muhammad memberi saran kepada beberapa orang tentang pohon kurma. Tapi ketika orang2 mengikuti sarannya, tahun berikutnya, buah kurmanya lebih sedikit daripada yang lalu. Ketika diberitahu tentang masalah ini, Nabi menjawab: “aku hanyalah manusia sepertimu (sama dengan di quran [18:110]. Ambil dariku ketika aku mengirimkan padamu din Islam (yang ada di Qur’an). Tapi ketika aku menyarankan padamu apapun yang lain, adalah terserah padamu untuk menerimanya ataupun tidak; gunakan pengalamanmu. Kamu mungkin lebih punya pengalaman daripadaku tentang tanaman/pohon kurma.”

Hadits: ILLEGAL/DILARANG SECARA PERMANEN OLEH NABI & 4 KHALIFAH

Muslim tradisional berpikir bahwa mereka mentaati rasul dengan mengikuti hadits, namun dengan berbuat seperti itu, mereka sebenarnya melanggar perintah Allah dan meninggalkan Qur’an. Sederhananya, tidak mungkin untuk mentaati dan mengikuti orang yang telah wafat dengan mendasarkan pada catatan-catatan yang tidak dapat diverifikasi tentang hidupnya. Allah tentu saja mengetahui ini sebelumnya, sehingga Dia mengutuk penggunaan hadits, bahkan sebelum hadits itu dituliskan. (t/n: ini ada artikel bagus tentang subjek ini: https://lampofislam.wordpress.com/2014/09/10/the-quran-prohibited-hadiths/ dan https://lampofislam.wordpress.com/2020/02/27/the-quran-rejects-hadith-and-its-authority/) Hal ini sejalan dengan Pelarangan hadits oleh Nabi itu sendiri, dan oleh 4 Khalifah bijaksana. Pelarangan ini memang benar adanya, belum dicabut, dan dapat dibuktikan oleh catatan2 sejarah, dan bahkan oleh kitab-kitab hadits sendiri!

Al-Darimi (797-869 A.D) adalah diantara taghut terbesar (9:31, 2:170) dari “hadits”er. Dia adalah gurunya Bukhari, Imam-Muslim, Ibn Maja, Tirmidhi, Abu-Dawud Nasai dan banyak lainnya. Dia menulis dalam “magnum opus”nya, yaitu “Musnad Darimi” (haditser juga menyebutnya Sunan Darimi) hadits berikut:
Berkata Abu Khudri bahwa Rasulullah bersabda: “JANGAN menuliskan dariku apapun kecuali Qur’an suci, dan jika seseorang telah menuliskan dariku selain dari Qur’an, dia harus menghapusnya
Abu Saeed Khudri meminta izin Nabi untuk menuliskan perkataan/haditsnya, tapi Nabi MENOLAK permintaannya
Hadits serupa di Musnad Ibn Hanbal
Hadits serupa.
Sekte sunni membuat 6 kitab hadits 250 tahun setelah wafatnya Nabi, dan mereka menyebut kitab2 ini “Kutubus Sittah” yang artinya 6 kitab otentik. hadits diatas diambil dari kitabnya Nasa’i, yang merupakan salah satu dari “Kutubus Sittah” tersebut
Nabi bersabda: “Jangan menuliskan sesuatu apapun dariku kecuali Quran, dan siapapun yang telah menuliskan hal lain (selain Qur’an), harus menghapusnya” (Note: narasi ini sejalan dengan Quran, sebagaimana Allah berfirman di Quran 29:18, 5:99, 42:48, 3:20, 3:80, 72:21, 28:56, 18:110, 75:19, 6:114, 10:15, 6:19, 13:40, 12:111, 16:89, 17:12 bahwa tugas SATU-SATUNYA yang diberikan kepada Rasul/Messenger adalah tidak lebih dari mengirimkan/menyampaikan Quran secara jelas kepada orang-orang. Bukanlah kewajiban dari Rasul untuk menyampaikan hal lain; itulah mengapa, dia tidak meninggalkan tulisan/buku apapun kecuali Qur’an. Kita juga membaca di Bukhari: Dinarasikan Abdul Aziz bin Rufai: Shaddad bin Ma’qil dan saya menjumpai Ibn Abbas. Shaddad bertanya padanya “Apakah Nabi SAW meninggalkan sesuatu (wasiat selain Qur’an)” Dia menjawab, “Beliau tidak meninggalkan apapun kecuali yang berada diantara dua sampul (yaitu Qur’an). Lalu kami mengunjungi Muhammad bin Al-Hanafiyya dan bertanya padanya (pertanyaan yang sama) Dia menjawab, “Nabi SAW. tidak meninggalkan kecuali apa yang diantara dua sampul (yaitu Qur’an).
[Reference: Sahih al-Bukhari 5019, in-book reference: Book 66, Hadith 41 USC-MSA web (English) reference: Vol. 6, Book 61, Hadith 537 (deprecated numbering scheme). https://sunnah.com/bukhari/66/41. Hadits yang dikutip di atas “La Taktubu anni” (jangan mencatat dariku), muncul/ diulangi di lebih dari 20 kitab hadits.
tampering/manipulasi/penggelapan hadits bukan hal yang langka, namun banyak/dimana-mana. bahkan di kitab Sahih Muslim.
Yang disebut hadits Abi shah mesti dipandang sebagai hadits palsu, karena argumen2 rasional berikut:
1-laporan Abi Shah yang random itu dinarasikan oleh Abu Hurairah; dan ada banyak kitab2 ternama dari sekte Sunni maupun Syiah yang mana kita temukan berulangkali bahwa Aisha RA dan Khalifah Umar RA mendeklarasikan Abu Hurairah sebagai pengemis, pencuri, penjarah, a Kha’in, dan pemalsu hadits. Khalifah Umar memukul punggung Abu Hurairah sangat keras hingga berdarah (Tabaqaat lbn rad, Dhahabi, al-lqc Al-Farid, Mustadrak, lbn Kathir in Badaaya wa Nahaaya, Bukhari, lbn Hajar in Fatah al-Bari Bukhart Imam-Muslim in Tamayeez, Tareekh Damishq by Ibn Asakir). Jadi bagaimana bisa orang bijak mempercayai laporan yang terpaut dengan nama Abu Hurairah? Kami sangat merekomendasikan Anda membaca halaman kami tentang biografi Abu Hurairah: https:// wp.me/p4GOwl-3Y
2- Laporan Abu Hurairah mengenai Abi Shah berkontradisi dengan Quran 6:114, 5:44, 6:19, 10:15, 72:21, 28:56, 18:110; dan juga berkontradiksi dengan puluhan hadits2 dimana Nabi mengatakan: Jangan menuliskan apapun dariku kecuali Quran; dan laporan Abu Hurairah tentang Abi Shah juga berkontradiksi dengan laporan2 yang mengatakan: Khalifah Umar melarang hadits dan membakar semua hadits. Klaim hadits-er bahwa “Setelah selesainya Qur’an, pelarangan hadits diangkat” juga kebohongan besar karena faktanya: bahkan setelah selesainya Qur’an, pelarangan hadits berlanjut di masa hidup Nabi, dan 4 Khulafaur Rasyidin. Kita dapat membaca di banyak kitab bahwa Khalifah Umar RA membakar dan melarang SEMUA hadits, dan menyamakan hadits2 diluar Qur’an seperti Talmudnya yahudi. Quran 6:114
3- Jika Abi Shah memang benar telah mencatat khutbah terakhir Nabi; mestinya kita hanya memiliki satu versi dari khutbah itu, namun faktanya: Ada lebih dari 25 versi kontradiktif dari “khutbah terakhir” itu di kitab2 hadits. Syiah mempunyai versi2 mereka sendiri dan Sunni mempunyai versi2nya sendiri dari khutbah terakhir itu.
4- Jika KESEMUANYA 50-an hadits reliabel/sahih serupa mengatakan pada kita: dilarang menuliskan hadits2 diluar Quran; dan hanya satu hadits palsu Abi shah-nya Mr. Abu-Hurairah mengatakan pada Anda sebaliknya; maka haruskah Anda mempercayai pada satu hadits Abi-Shah dari “yang mulia” Abu Hurairah; dan menolak semua 50 hadits lainnya?
Aku telah meninggalkan diantara kamu semua Kitab Allah, dan jika kamu menggenggamnya dengan erat, kamu tidak akan pernah tersesat.
Note: Hadits Sahih-Muslim ini sejalan dengan ayat2 Quran 6:114, 10:15, 6:19, 50:45, 16:116, 25:30, 7:3, 47:2, 5:44, 9:31, 2:170, 29:18, 5:99, 42:48, 3:20 16:35, 24:54, 36:17, 13:40, 16:82, 64:12,
18:110, 3:80, 72:21, 28:56, 75:19, 25:33, 18:54, 12:111, 16:89, 17:12. Jadi mungkin saja itu benar. Tapi ada hadits lain di kitab yang sama Sahih-Muslim yang mengatakan: Setelahku, ikuti “Quran dan Sunnahku” atau “Quran and Ahlul Bait” Tentu saja, 100%, laporan/hadits seperti ini adalah fabrikasi total dari sekte Sunni dan Syiah yang mereka masukkan ke Sahih-Muslim, dan kitab2 hadits lainnya di era Khalifah Abbasiyah Pro-Zoroastrian/Majusi. Laporan/hadits seperti itu 100% berkebalikan dengan Quran 6:114, 5:44, 25:30, 50:45, 16:116, 6:19, 10:15; dan Nabi TIDAK AKAN PERNAH mengatakan sesuatu yang berkebalikan dengan ayat-ayat Quran.
Hadits-er adalah PEMBOHONG DAN PENYELEWENG TERHEBAT di muka bumi. Mereka selalu menciptakan berbagai trik untuk lari lewat pintu belakang. Setelah membaca hadits2 seperti diatas, mereka sekarang memfabrikasi cerita bahwa: Benar, Nabi melarang menuliskan haditsnya tetapi setelah Nabi, hadits diizinkan untuk ditulis. Ini adalah KEBOHONGAN TERBESAR yang mereka sebarkan, karena ribuan bukti-bukti sejarah menunjukkan: BAHKAN SETELAH WAFATNYA NABI, PELARANGAN HADITS TETAP BERLANJUT. KHALIFAH UMAR RA MEMBAKAR DAN MELARANG SEMUA HADITS, DAN MENYERUPAKAN HADITS DENGAN TALMUD (“HADITS”-NYA YAHUDI)
Awalnya khalifah pertama Abu Bakar RA mengumpulkan sekitar 500 laporan (yang disebut hadits) dari Nabi. Tapi suatu hari dia memanggil Aisyah RA dan menyuruhnya untuk membawakan koleksi 500 catatan itu. Setelah dibawakan, Abu Bakar RA membakar itu hingga menjadi abu.
Note: Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakkar Siddiq RA, khalifah pertama, memberi perintah jelas (tidak ambigu samasekali) kepada semua muslim: Jangan menarasikan hadits apapun (La Ta’hadith’su) tapi tentukan segala hal/urusan berdasarkan Kitab Allah. Jika kita muslim mengikuti perintah Abu Bakkar RA ini dengan tulus/setia; mungkin hingga hari ini ummat kita masih superpower seperti di abad ke-7. Kitab/tulisan2 diluar Quran seperti inovasi hadits dan sunnah adalah KONSPIRASI TERBESAR melawan Islam dan Muslim. Itu memecah kita menjadi sekte-sekte dan faksi-faksi yang tak terhitung banyaknya, yang berseteru satu sama lain selama berabad-abad. Kita melupakan perintah eksplisit Allah di Qur’an, khususnya di [3:103], [3:105], dan sebagai hasil dari hukum “sebab-akibat”Nya, Tuhan “mengabaikan” kita. Kitalah yang telah meninggalkan tali Allah (Qur’an) dan mulai mengikuti jutaan narasi-narasi buatan manusia (yang disebut hadits & sunnah) yang TIDAK PERNAH ditinggalkan Nabi sebagai manuskrip, TIDAK PERNAH beliau verifikasi kebenarannya, TIDAK PERNAH pula dia sahkan sedikitpun isi dari kitab-kitab hadits tersebut.
Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman Syams ad-Din al-Dhahabi adalah diantara thagut terbesar [9:31], [2:170] sekte sunni. dia menulis lebih dari 100 kitab sekitar 700 tahun yang lalu.
Dia mengutip laporan dari putera khalifah pertama Abu Bakar RA, yang mengatakan:
“di era Khalifa Umar Khattab RA, hadits tersebar lebih banyak lagi. Sehingga beliau memerintahkan semua orang untuk membawakan semua hadits itu kepadanya. Setelah orang2 membawakan semua hadits, dia melemparkan semuanya itu ke api dan berkata: hadits2 itu adalah seperti misnahnya ahlul kitab”
catatan: Mishnah dibuat oleh para rabi (yahudi), yang sekarang merupakan bagian dari Talmud. Yahudi mengikuti misnah/talmud dan meninggalkan kitab Allah “Taurat”. Jadi Umar RA menyamakan hadits dengan Talmud/Misnah. Dengan begitu, pengikut hadits adalah seperti yahudi yang meninggalkan Kitab Allah dan mulai mengikuti karya manusia, hadits dan sunnah seperti misnah/talmud. Laporan ini membuat jelas bahwa innovasi/bid’ah berupa hadits dan sunnah adalah 100% ILLEGAL DALAM ISLAM
Hadits vs Talmud. Khalifah Umar RA berkata: BAKAR SEMUA hadits, karena mereka itu seperti Talmud
Buku-buku hadits dan sunnah ditempa 250-800 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad, oleh munafiqin dan imam2 palsu persia untuk memfabrikasi HUKUM LAIN yang paralel dengan hukum ilahi di Qur’an. Buku2 fabrikasi ini menempatkan mayoritas muslim yang “blindly following” ke jalan yang salah.
Talmud ditempa berabad-abad setelah wafatnya Nabi Musa oleh para rabbi yahudi, untuk memfabrikasi HUKUM LAIN yang paralel dengan hukum ilahi di Taurat. Itulah yang menempatkan mereka ke jalan yang salah.
Khalifah Umar RA mengatakan: dalam islam, hanya ada satu kitab, yaitu Kitab Allah, “Qur’an”. Jadi dalam Islam, JANGAN menempatkan kitab/buku apapun disamping Kitab Allah
Khalifah Umar RA membakar SEMUA narasi2 diluar Qur’an
Dua narasi berikut mengkonfirmasi bahwa pelarangan untuk Hadits dan Sunnah oleh Nabi, berlanjut bahkan setelah kematian Nabi, dan pelarangan itu masih berlaku sejak 1400 tahun yang lalu.
Satu kebohongan terbesar yang disebarkan hadits-er kemana-mana adalah; “Hadits dilarang hanya dimasa hidup Nabi, supaya hadits tidak akan tercampur dengan Qur’an” ini adalah kebohongan yang mentah. Jika kitab-kitab hadits dan sunnah memang untuk dituliskan, Nabi dapat dengan mudah membuat suatu panel penulis-penulis khusus untuk haditsnya, tapi apakah begitu? Tidak. Nabi justru melarangnya. Kenyataannya: Hadits dan Sunnah dilarang karena Qur’an MELARANG pembuatan hukum islam dari sumber/buku/orang diluar Qur’an 6:114, 10:15, 6:19, 50:45, 16:116, 25:30, 7:3, 16:89, 5:44. Juga ada lebih dari 100 laporan/narasi di berbagai buku tafsir dan hadits itu sendiri yang menunjukkan bahwa pelarangan hadits berlanjut setelah masa Nabi. Semua 6 kitab hadits Sunni dan kitab2 syiah difabrikasi 250 tahun setelah wafatnya Nabi, dan semua kitab2 itu mengandung ribuan fable/dongeng belaka.
Khalifah Umar RA menulis kepada semua gubernur “siapapun yang memiliki hadits apapun, harus menghancurkannya
Khalifah Umar RA, dan Khalifah Ali RA mengatakan pada orang2: Tidak boleh ada kitab2 hadits dan sunnah tapi hanya Qur’an
Khalifah ketiga Utsman RA biasa menolak hadits yang dibawakan oleh siapapun kepadanya. ketika dibawakan kertas hadits tentang zakat, Utsman berkata: “bisakah kamu tolong jauhkan hadits2 ini dariku
Khalifah ketiga, Utsman RA berbicara di mimbar (ketika salat jumat) mengatakan bahwa tidak ada seorangpun berhak menarasikan hadits, seperti tidak dinarasikan juga di masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar
Khalifah Ali RA mengatakan di khutbah: Hapus semua manuskrip/tulisan diluar Qur’an. Orang2 sebelum kamu tersesat karena mereka mulai mengikuti koleksi Hadits2 cendekiawan2 mereka, dan meninggalkan Kitab Allah.
Dari 0,6 Juta hadits, Bukhari memilih hanya 0,46% sebagai “trusted”/terpercaya. Tapi apakah kriteria terpercaya itu? Pilihan personal mereka pada saat itulah, (saat dimana tiak ada rekaman atau alat forensik tersedia), yang menjadi penentu apa yang benar dan apa yang salah

Qur’an vs Hadits: MEMILIKI SUMBER BERBEDA, SAMPAI KEPADA KITAPUN DENGAN CARA YANG BERBEDA PULA

Beberapa KEBOHONGAN BESAR yang disebarkan oleh Sekte Sunni melawan Al-Quran suci sedari 1200 tahun lalu

1- Para penjahat ini menyebarkan kebohongan besar sedari 1200 tahun hingga saat ini bahwa Qur’an datang kepada kita dengan cara yang sama seperti jutaan hadits palsu mereka datang. Namun faktanya adalah: Wahyu Alqur’an langsung dituliskan dan diatur/disusun secara berurutan. Tuhan dalam Quran, berulang kali. menyebut Quran “Kitaab = Buku” yang ditulis di atas kertas perkamen. Dalam banyak ayat-ayatnya, Qur’an itu sendiri mengharuskan/menganjurkan praktek “menulis”, seperti atas kesepakatan, kontrak pernikahan, dan “wasiat” dari orang yang sekarat. (t/n: sementara kebohongan hadits bergerak lebih jauh hingga menyimpulkan bahwa Nabi sendiri “tidak bisa baca tulis”!) Menuliskan hal-hal apapun adalah praktik yang sangat biasa pada masa itu. Kertas ditemukan sekitar 800 tahun sebelum Alqur’an diwahyukan. Dan kitab suci yang mendarat jauh sebelum Quran juga dituliskan. Bahkan dalam kitab Hadits yang diikuti oleh kaum Sunni: ada lebih dari 50 laporan berbeda yang mengatakan: Quran hadir sebagai buku tertulis selama kehidupan Nabi. Kita dapat melihat laporan-laporan tersebut bahkan di Muwatta Imam Malik, Masnad Ibn Hanbal, Tabaqaat Ibn S’ad, Dhahabi, Nasae, dan bahkan di Bukhari. Satu laporan di Bukhari menceritakan: Setelah Nabi wafat, ketika orang-orang masuk ke dalam Kamarnya; mereka tidak menemukan apa-apa kecuali Mojallad Quran/ satu jilid buku/kitab Quran. Laporan yang sama disebutkan di banyak kitab-kitab lain, dan semua laporan mengatakan: Di Kamarnya, hanya Kitab Quran yang ditemukan. Semua buku itu juga mengutip: Bahwa Nabi melarang Tentara Muslim untuk membawa Qur’an bersama mereka ke peperangan/wilayah musuh. Sekarang adalah masalah akal sehat untuk menyadari: Bagaimana Alqur’an dapat dibawa ke negeri lain jika itu bukan Kitab tertulis?
Dalam Buku Sejarah Islam Ibn Hisham kita membaca: Bagaimana Khalifah Umar RA memeluk Islam di masa hidup Nabi. Laporan mengatakan: Ketika Umar RA masuk ke rumahnya; dia mendengar, saudara perempuannya sedang membaca kitab. Umar RA memintanya untuk menyerahkan kepadanya Buku/kitab yang dia baca. Tetapi saudara perempuannya memberi tahu Umar RA, saya tidak dapat memberikan Anda Buku ini kecuali Anda mandi dan membersihkan diri sendiri. Umar RA mandi dan kemudian mengambil kitab itu dari tangannya, dan itu adalah Alqur’an, dan saudara perempuannya sedang membaca Sura Ta’ha. Usai membaca Sura Ta’ha, Umar memeluk Islam. Ini semua menegaskan 101% bahwa Quran sebagai Buku Tertulis ada pada zaman Nabi. Belakangan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali hanya menyalin naskah utama Alquran yang ada di tangan Nabi, dan disebarkan ke seluruh kota besar. Tetapi secara paralel, Sunni juga memalsukan beberapa hadits seperti Perang Yamama untuk mendiskreditkan Alquran, dan untuk menurunkan Alquran ke tingkat yang sama dengan buku cerita Hearsay/gosip mereka yang mereka sebut Hadits. Jangan pernah lupa untuk membaca halaman kami tentang “Kompilasi Alquran” di: http://wp.me/p4GOwl-Iv ; Bahkan sebaliknya, ada larangan total untuk menulis segala jenis hadits diluar Quran dan kitab Sunnah selama masa hidup Nabi dan selama masa hidup Empat Khalifah Bijaksana. Kami memiliki banyak sekali bukti dari catatan sejarah dan bahkan dari Kitab Hadits Sunni sendiri bahwa Khalifah Umar RA menyuruh semua Muslim untuk membawakan padanya semua hadits extra-Quranic mereka yang telah mereka tulis secara diam-diam. Orang-orang mematuhi perintah itu berpikir bahwa Umar RA ingin menyusun salinan master dari hadits extra-Quranic tersebut. Tetapi Khalifah Umar membakar semua hadits itu di lapangan terbuka, dan berbicara kepada orang-orang: Kaum sebelum kamu tersesat karena mereka berpegang pada buku hadits, dan meninggalkan Kitab Allah. Aku bersumpah: Aku tidak akan mengizinkan untuk membuat buku lain selain kitab Allah. Umar RA lebih lanjut berkata: hadits ekstra-Quran ini seperti Talmud Yahudi. Pembicaraan kita tidak dangkal: Anda dapat membaca banyak referensi dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris Di halaman kami ini “Sejarah Sejati Hadits dan Sunnah” di http: //wp.rne/p4GOwl-Se . Dan semua orang tahu: Enam Buku Hadits dari sekte Sunni yang mereka beri label sebagai Kutubus Sittah, DITEMPA 250-300 tahun setelah kematian Nabi . Dan tidakkah Anda heran bahwa keenam penulis dari enam buku itu adalah orang2 Persia yang dikalahkan islam (Zoroaster/majusi munafik bersembunyi di bawah nama muslim)!.
Mayoritas kaum Sunni tidak akan mengerti tentang Qur’an, bahkan jika mereka sudah membaca semua buku hadits sepanjang hidup mereka. Tapi tim kami mempelajari setiap kata dari Alquran, dan kami telah membaca setiap baris dari Enam kitab mereka = Kitab khurafaat. Quran mengatakan: Nabi Muhammad memiliki perilaku/akhlak yang mulia/tinggi, tetapi enam kitab hadits menggambarkan Nabi sebagai orang terburuk di planet ini. Buku-buku ini Menghina, memfitnah, menyalahkan Nabi Muhammad, dan menyerang Alqur’an berulang kali melalui laporan/narasi palsu. Nyatanya, Penulis Enam Buku Persia ini, memalsukan buku-buku ini untuk membalas dendam kepada Islam atas kekalahan mereka. Wajarlah, karena adalah Jenderal Muslim seperti Khalid bin Waleed, Sharhabeel bin Hasna, Daraar bin Anwar dan Sad bin Abi Waqaas yang membongkar habis Kekaisaran Sassanid Zoroaster yang sudah berdiri selama ribuan tahun; dan mereka juga mengalahkan orang Romawi. Sekarang pembaca dapat menilai: betapa busuknya Imam Sunni yang menyatakan: Bahwa Quran dan hadits extra-Quranic mereka datang kepada orang-orang dengan cara yang sama? TIDAK SAMASEKALI. Ini adalah Kebohongan Terbesar di Alam Semesta yang disebarkan oleh kaum Sunni sedari 1200 tahun HANYA untuk membawa hadits palsu mereka ke tingkat Kitab Tuhan, “Quran”. Jika Anda berdebat dengan seorang Sunni Fanatik di twitter, di Facebook, di YouTube atau di forum mana pun; semua fanatik seperti itu akan memberitahu Anda: “kebohongan siap-pakai” dari para mullah, yaitu: “bahwa Qur’an dan hadits datang kepada mereka dengan cara yang sama.” (t/n: Qur’an adalah Kitab Allah, kebenarannya tidak memerlukan “approval” dari manusia manapun, sementara hadits adalah narasi2 manusia (dinisbatkan secara “sepihak” kepada Nabi & sahabat-sahabatnya, yang mereka tidak pernah “approve” sedikitpun, bahkan Nabi & 4 Khalifah melarangnya secara keras). Qur’an DIJAMIN terjaga/terlindungi oleh Allah, sementara hadits tidak. Qur’an dituliskan sedari awal, dihafalkan oleh semua kalangan muslim sejak zaman Nabi hingga sekarang, dan tidak mengandung kontradiksi sekecil apapun, sementara hadits hanya cerita/gosip yang berkembang 2 abad setelah Nabi diantara imam-imam persia, karena itu pantaslah penuh kontradiksi, saling memungkiri, bahkan seringkali mengatakan hal sebaliknya dari arti sebenarnya yang dikatakan oleh ayat2 Qur’an)

No! Indeed, these (Qur’an) is indeed a message of instruction; Therefore, let those will, keep it in remembrance. That it is in papers, held in great honours, exalted (in dignity); kept pure & holy; (written) by the hands of scribes, honorable, pious, and just [80:11-16]

2- Kedua, kebohongan terbesar yang diciptakan kaum Sunni terhadap Qur’an suci. adalah “Doktrin Abrogation/Nasikh-mansukh. Karena hampir semua hadits mereka yang difabrikasi diluar Alqur’an bertentangan dengan hukum Alqu’ran; jadi untuk melarikan diri dari situasi ini; mereka menyatakan ayat Alqur’an apa pun yang bertentangan dengan hadits palsu mereka sebagai “dicabut”. Misalnya, untuk hukuman Zina, Imam Hadits Persia menyalin Hukuman Rajam dari Taurat yang telah dirusak. Tetapi, karena Quran memerintahkan 100 cambukan (bukan rajam) untuk zina; oleh karena itu; untuk memvalidasi hadits rajam palsu mereka, para Imam Kriminal dan Mullah dari Sunni berkata: Ayat Alquran yang mengatakan 100 cambukan telah dibatalkan. Selama 1200 tahun; setiap Mullah Sunni yang konyol dan setiap Imam Sunni keji memiliki jumlah pribadi atas ayat-ayat yang dibatalkan. Beberapa mengatakan: sekitar 500 ayat dibatalkan; beberapa mengatakan: 150, dan yang lain secara komparatif lebih kecil. “Mullah India Shah Wali Ullah” membawa Nomor itu dari 500 ke 5. Imam2 Sunni ini bermain-main dengan Kitab Allah, “Qur’an”, selama lebih dari 1200 tahun; namun mereka mengklaim: mereka adalah Muslim! Kebenarannya adalah: Mereka adalah Kaafir, se-kafir-kafirnya sesuai Qur’an 5:44, 6:114. FAKTANYA: Jika kita membaca konteks internal ayat-ayat yang mengiringi 2:105-106, 5:48; itu menjadi sangat jelas: bahwa “abrogasi” disini maksudnya Quran telah membatalkan Alkitab yang telah dirusak dan Taurat yang telah dipalsukan; dan juga telah membatalkan beberapa HUKUM KUNO/TAGHUT YANG DISISIPKAN ke kitab2 suci sebelumnya. Menjadi edisi terakhir dari semua Kitab Suci; Quran telah “menggantikan” semua Kitab Suci Sebelumnya [5:48] Quran tidak pernah/tidak mungkin membatalkan ayat-ayatnya sendiri.

3- Untuk memvalidasi Hukuman Stoning/Rajam dari Taurat yang telah dirusak, dan memasukannya kedalam Islam; Sunni ini juga memfabrikasi hadits2 sangat konyol yang mengatakan: Ayat-ayat Alquran tentang menyusu ke payudara wanita oleh pria dewasa, dan ayat-ayat tentang merajam pelaku zina, telah hilang dari Alqur’an karena ada satu kambing bodoh yang memakan ayat-ayat itu! (t/n: silahkan cek sendiri: https://sunnah.com/urn/1262630 https://muflihun.com/muslim/8/3422 https://muflihun.com/muslim/8/3421dan anda akan terheran-heran dengan derajat hadits2 itu! Ketika tentang agama, kita minim sekali menggunakan reason/akal kita, dan paling banyak hanya ngikut saja kepada “scholars”/ulama2. Sementara Tuhan berfirman: “Verily, the vilest of all creatures in the sight of God are those deaf, those dumb ones who do not use their reason.” (Al Quran 8:22) dongeng hilangnya 2 ayat Qur’an dimakan kambing ini banyak ditentang, karena semua orang meyakini bahwa Qur’an dijaga oleh Allah. Anehnya banyak ulama yang mengklaim bahwa aturan dari 2 ayat “hilang” itu masih berlaku. Padahal ayat tentang “stoning/rajam untuk pezina”, apalagi “menyusui orang dewasa=menjadikannya mahram” tidak pernah ada di Qur’an. Orang yang sedikit saja menggunakan “reason”nya akan langsung bertanya, apa yang terjadi dengan semua (ribuan) hafiz Qur’an yang ada di masa Nabi, yang hafal seluruh Qur’an kata per kata? jangankan 2 ayat, satu kata hilang pun pasti terasa janggal dan mereka pasti menyadarinya. Tentu saja, kepala mereka tidak mungkin dimakan kambing juga kan? Namun efek kombinasi dari dongeng2 “suci” (hadits) ini dan tidak menggunakan reason, bergerak sangat jauh. Di daerah tertentu di dunia, rajam sampai mati masih diberlakukan, dan bahkan ada ulama yang menerbitkan fatwa di zaman ini yang menganjurkan untuk menyusui rekan kerja pria, untuk menjadikan mereka mahram – agar pria-wanita dalam satu ruangan kerja dibolehkan. ini linknya: https://www.meforum.org/3211/islamic-adult-breastfeeding-fatwa Kegilaan manusia memang tidak mengenal batas!) Benar-benar memalukan! Benar-Benar Penghinaan! Dapatkah seseorang dengan otak yang sehat menerima kisah2 bodoh & kotor sejenis ini! Allah berfirman: Dia adalah Penjaga dari Qur’an [15:9], dan tidak ada kejahatan apapun yang dapat menyentuh Alqur’an dari sisi manapun. Semua Huffaaz, dari masa Nabi hingga saat ini, membaca Alqur’an yang sama persis dengan Kitab yang ada di tangan Nabi 1400 tahun yang lalu. Ibn Hazm dari Spanyol adalah seorang cendekiawan besar dalam Perbandingan Agama. Dia juga berdebat panjang dengan rabi Yahudi. Dia telah membuktikan dalam satu Buku Mahalli bahwa setelah Musa, Taurat yang Asli benar-benar hilang. Kemudian, lama setelah Musa; adalah Ezra yang membuat Taurat yang ada pada kita disaat ini. Setelah Isa/Yesus; Kitab Tuhan “Injil Aramaik” telah hilang/disembunyikan. Mark Matthew Luke dan John TIDAK PERNAH termasuk sebagai Kitab Suci tapi adalah empat “buku hadits” yang dibuat oleh kristen. (t/n: Ingat, ALLAH telah menyatakan bahwa Qur’an itu LENGKAP, DETAIL, dan TERJAGA. Muslim sejati mana yang punya anggapan bahwa Qur’an saat ini tidak lengkap/ada ayat Qur’an yang hilang?)

4 – Kebohongan besar lainnya yang disebarkan oleh kaum Sunni selama berabad-abad, adalah: Mereka mengklaim, jutaan hadits palsu mereka menjelaskan Quran; padahal Qur’an sendiri menyatakan “self explanatory”/menjelaskan dirinya sendiri. Pertanyaannya, ketika pelarangan atas semua tulisan Sunnah dan Hadits di masa Nabi dan Empat Khalifah, efektif/dijalankan, bagaimanakah menjelaskan Qur’an pada saat itu? “Hingga tahun 722 A.D., Hadis dan Sunnah tidak memiliki legalitas dalam Islam” (J. Schacht -Professor Hukum Islam – Columbio University, USA).
Hadits adalah cerita komikal yang dibuat-buat yang menceritakan kepada Anda cerita2 seperti ini:

Setan tidur di lubang hidung Anda; Wanita adalah Kalajengking; pertanda/nasib buruk ada pada wanita, Tikus-tikus adalah suku Yahudi; Minumlah urin unta; Jangan membunuh ular yang tinggal di rumah Anda; ketika Neraka dididihkan, Orang-orang mendapatkan demam di planet ini; Air di mana cacing, darah haid, sampah, dan anjing mengapung di air itu, bersih dan suci untuk dipakai wudhu; Semua anjing hitam adalah setan; Setan kencing di telinga Anda; Setan lari terkentut-kentut ketika dia mendengarkan Adzan; Di pagi hari, orang yang pertama kali datang ke pasar, dikutuk Allah; Jagalah selalu pintu rumahmu tertutup karena Setan menyerang dari pintu; Tuhan mencintai mereka yang melakukan dosa; Suatu ketika Setan datang dan dia mencoba untuk merebut makanan dari tangan Nabi; Wanita adalah image Setan; Matahari terbit dari dua tanduk setan; Suatu ketika Nabi menangkap Setan, dan mengikatnya ke Pilar tetapi kemudian dia membiarkannya kabur; dll. dll… (t/n: lebih lengkapnya silahkan baca artikel yang saya kutip ini, tapi SAYA (PENERJEMAH) BERLEPAS DIRI jika Anda “kejang-kejang atau kena serangan jantung” karena tidak bisa menerima kenyataan atas busuknya, gilanya, kitab2 hadits sahih yang Anda junjung tinggi: https://lampofislam.wordpress.com/2019/05/06/how-hadiths-insult-and-demonise-the-prophet/ ; https://factszz.wordpress.com/2015/01/03/hadiths-conspiracy-page-02-from-factszz/ dan
http://quransmessage.com/(7)%20Updates/hadith%20-%20bukhari%20FM2%20-%20live.htm)

Bacalah berton-ton Khurafat yang ada dalam buku2 hadits, dalam bahasa Arab dan Inggris, di halaman kami ini: (t/n: sekali lagi saya peringatkan, saya (penerjemah) BERLEPAS DIRI atas dampak kepada diri Anda membaca ini: https://factszz.wordpress.com/2015/01/01/one-of-the-most-outrageous-forged-hadiths-of-zoroastrian-bukhari-in-which-bukhari-has-nakedly-insulted-prophet-aisha-ra-and-noble-quran/) Mungkinkah Nabi Muhammad yang berakhlak luhur [68:4] mengatakan hadits2 semacam itu? TIDAK. Lalu bagaimana bisa cerita2 komikal buatan & khurafat itu menjelaskan Kitab Allah, “Qur’an”? Kebenarannya adalah: Qur’an sepenuhnya menjelaskan dirinya sendiri dengan Tasreef [18:54]-nya sendiri, dan Qur’an/firman Allah yang Infallible, tidak membutuhkan Kitab-kitab manusia yang bisa salah. Ketahui juga: Buku-buku hadits sekte Syiah, jauh lebih berbau busuk lagi. Harap dicatat: Dari Adam sampai Nabi Muhammad, Tuhan telah menamai semua orang beriman hanya sebagai MUSLIM di [22:78] Quran mengatakan: pengikut sekte telah keluar dari Islam [6:159], dan neraka menanti para pengikut sekte [3:103-105]. (t/n:Qur’an adalah Words of God/Firman Allah Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Teliti. Allah telah menjadikan Qur’an mudah dimengerti dan diingat, tinggal kitanya yang mau atau tidak mengambil pelajaran? Bagi Allah-lah penjelasan Qur’an untuk hamba-hamba berimanNya. Karena itu Qur’an TIDAK MEMERLUKAN penjelasan dari Kitab hadits/sumber lain)

5- Kebohongan besar lainnya yang disebarkan oleh kaum Sunni selama berabad-abad adalah: Mereka menyalahgunakan berbagai ayat2 Qur’an seperti 33:21, 33:56, 59:7 dll. Mereka mengklaim: Karena Tuhan telah berfirman: Taatilah Rasul dan ikuti Uswatun-Hasanah dari Muhammad: oleh karena itu (mereka mengatakan) mereka mengikuti Hadits dan Sunnah Muhammad. Tapi siapakah yang akan memberitahu orang2 bodoh yang mati otak ini bahwa Muhammad tidak meninggalkan untuk mereka bahkan tidak satu baris tulisanpun dari Hadits extra-Quranic/diluar Qur’an dan Sunnah/Uswah Hasanah? Dari mana Anda membawa semua Khurafaat (dongeng) Hadits dan Sunnah itu? Mereka menjawab: Itu disusun oleh Enam Imam Persia 250 tahun setelah Nabi. Tapi pertanyaannya adalah: Mengapa Anda menganggap laporan2 yang dibuat 250 tahun setelah kematian Nabi itu otentik! Baik Nabi maupun Empat khalifah tidak pernah mensahkan laporan/narasi extra-Quranic tentang hadits dan sunnah. Itu semua adalah dongeng yang dibuat-buat, yang dihubungkan para Mullah kepada nama Nabi. Kebenarannya adalah: Uswah-Hasanah Muhammad yang otentik hanya digambarkan dalam Qur’an. Uswah-Hasanah Muhammad memang replika dari kode etik Alquran. Ketika seorang Muslim mengikuti hukum Alqur’an dan kode etiknya, dia mengikuti Uswah-Hasanah Nabi, secara otomatis. Arti dari “Taati Allah dan Rasulnya” tidak lain adalah ikuti hanya Kitab Ilahi yang Allah sampaikan kepada orang-orang melalui Rasul-Nya; dan Kitab itu adalah HANYA QUR’AN 6:114, 10:15, 6:19, 50:45, 16:116, 25:30, 7:3, 16:89. Allah berfirman dalam 16:89, 12:111, 17:12; dan dalam ayat-ayat lain bahwa Qur-anNya Lengkap, Terinci Penuh, dan Itu menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam. Jadi, setiap Ritual, Ritus, atau Hukum Syariah (Hukum Islam) yang tidak berakar/mendasarkan pada Alqur’an sama sekali bukan bagian dari Islam. Misalnya, Jika Alqur’an tidak pernah mengatakan untuk mencium batu hitam selama berhaji, itu berarti mencium batu itu bukan bagian dari haji islam sesungguhnya. (tapi adalah bagian hajinya kaum pagan). Jika Quran tidak pernah memberi Anda rincian unit/rakaat shalat dan metode shalat, itu berarti: Shalat bukan ritual “gimnastik” yang kita kenal. Shalat sesungguhnya tidak berhubungan apapun dengan Ritual Namaz 5 waktu Zoroastrian/Majusi yang disusupkan ke dalam Islam melalui pemalsuan Hadits “Keledai Terbang-Buraaq”. Imam Hadits Zoroastrian menyalin kisah Buraaq/Keledai Terbang dari dua Kitab Zoroaster Arda Viraf dan Zerdashtnama. (t/n: Nabi mengikuti/mentaati apa yang telah diwahyukan kepadanya (Qur’an). Nabi hanya meninggalkan Qur’an saja untuk kita. Karena itu, mentaati Qur’an= Mentaati Allah & RasulNya. Sementara mentaati hadits=mentaati dongeng imam2 persia)

Nabi bersabda: (memprediksi) di masa depan akan ada fitnah dari penyebar hadits
Mengapa Nabi Muhammad, dan 4 Khalifah menetapkan larangan pada SEMUA narasi diluar Qur’an (hadits & sunnah)? Mereka melakukan itu, karena mereka memahami sepenuhnya ayat Qur’an 6:114, 5:44 yang dengan jelas mengatakan: Setelah adanya Qur’an: untuk hukum islam (hukum syariah); jangan ikuti/mendasarkan pada buku/kitab apapun kecuali Qur’an
Dear Hadits-er
Untuk membuktikan dari kitab2 hadits Anda sendiri bahwa hukum islam yang bersumber dari kitab2 hadits & sunnah tidak valid, adalah seperti memukul kepala kosong Anda dengan sepatu kotor Anda sendiri; Selain itu, hanya 2 ayat Qur’an 5:44 dan 6:114 sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa hukum islam (syariah) hanya valid dari Quran; dan tidak pernah dari kitab2 hadits dan sunnah. Quran adalah satu-satunya sumber hukum 5:44, 6:114, 6:19, 10:15, 16:116
Mengatakan bahwa: hadits diluar Qur’an yang ini reliabel dan yang lainnya tidak, adalah non-sense dan kebodohan. Faktanya: TIDAK NABI, TIDAK PULA 4 KHALIFAH BIJAKSANA MENGESAHKAN BAHKAN SATU SAJA, HADITS/LAPORAN/NARASI DILUAR QUR’AN. Jadi secara legalnya, kita tidak dapat mengklasifikasikan bahkan satu hadits diluar Qur’an sebagai 100% reliabel. Ini adalah pilihan Mullah2 dan Imam2 sendiri untuk melabeli suatu hadits lemah atau sahih. Tiap narasi yang bertentangan dengan pandangan/kepercayaan Mullah2/Imam2 itu dideklarasikan sebagai lemah. Dan untuk mendeklarasikan laporan itu sebagai lemah, Imam2 curang itu akan memfabrikasi 100 alasan. Sebaliknya, bahkan hadits palsu yang jelas-jelas berkontradisi dengan Qur’an dapat ditetapkan Mullah/Imam sebagai Sahih, jika mendukung pandangan/kepercayaan bandit2 sektarian ini; dan untuk melabeli narasi palsu itu sebagai sahih. Imam itu akan berkata: semua naratornya seperti malaikat. Karena itu, kita harus memandang literatur hadits sebagai sejarah yang mentah. Kita dapat membagi semua laporan dari sejarah mentah itu kedalam 2 kelompok: 1-kelompok berbahaya: narasi2 yang berkontradiksi dengan Qur’an. 2-kelompok yang tidak berbahaya. Narasi2 ini tidak berkontradiksi dengan Qur’an. Anda bukanlah pendosa jika Anda membaca literatur hadits, tapi Anda 100% Musyrik Kafir (5:44, 6:114) jika Anda meyakini/membuat/mengikuti hukum islam (hukum syariah) dari sejarah mentah seperti itu. Hukum islam hanya valid jika HANYA dari Kitab Allah.
Oh pembaca yang cerdas: sekali lagi kami bertanya pada Anda. Akankah Anda membangun iman Anda pada Kitab Allah yang lengkap dan detail; (t/n: PETUNJUK LANGSUNG yang terjaga dan terjamin oleh Yang Maha Bijaksana) atau akankah Anda membangun iman Anda pada 2,3 juta [gosip+kabar burung] difabrikasi ini = hadits? Oh, di skenario ini, Andalah pengambil keputusannya. Jadi tentukanlah sendiri. Kami adalah muslim sejati dan sangat ingin memberitahukan kebenaran kepada Anda.
Kami telah mengambil 11 paragraf dari buku Mahmud Abu Rayyah “Light on the Muhammadan Sunnah or Defense of the Hadith” halaman 126
Hammad ibn Zayd is dilaporkan telah berkata: Zanadiqah (atheists) telah memalsukan 12.000 hadits, menisbatkannya kepada RasulAllah
Al-Mahdi berkata: salah satu dari Zanadiqah telah mengaku kepada saya bahwa dia menciptakan 400 hadits, dan itu telah beredar dan menyebar diantara orang-orang.
Ibn Asakir (1105-1176 A.D.) melaporkan bahwa seorang zindiq dibawa menghadap kepada al-Rashid yang memerintahkan untuk memenggalnya, kemudian dia (zindiq) itu berkata: oh Amirul-Mu’minin, tidakkah Anda menyadari 4.000 hadits yang saya fabrikasi, yang mana saya melarang apa yang dibolehkan (halal) dan menghalalkan apa yang dilarang (di Qur’an)
Ishaq Ibn Rahawayh, yang adalah guru al-Bukhari, berkata: Saya telah mengingat 4.000 hadits palsu
Sahl ibn al-Sirri al-Hafiz berkata: Ahmad ibn Abdullah al-Jubayri, Muhammad bin Ukashah al-Kirmani dan Muhammad ibn Tamim al-farabi memalsukan dan memfabrikasi lebih dari 10.000 hadits terhadap RasulAllah
Mayoritas besar muslim, belum pernah samasekali membaca tuntas 6 kitab fabrikasi hadits “Kutubus sittah”, Al-Kafi, dan kitab lainnya, di sepanjang hidup mereka. Jadi mereka tidak menyadari kebusukan-kebusukan paling kotor yang dikandung kitab2 fabrikasi ini; Namun mayoritas yang ignorant mendukung buku2 satanis itu. Ini adalah contoh paling memalukan dari pengikut buta [blind-followers]. Qur’an suci menyatakan orang2 pengikut buta seperti itu sebagai MAKHLUK TERBURUK di planet ini
Selalu Renungkan, Pertanyakan, Selidiki dan gunakan reason/akal Anda (Al-Quran 8:22, 7: 179, 2: 170, 5: 104, 33:67, 31:21, 17:36)
Seperti yang dibuktikan oleh halaman kami “Sejarah Sejati Hadits”: Nabi sendiri melarang untuk menulis apapun haditsnya, dan kemudian empat khalifah membakar dan melarang semua hadits. Jelas, tujuan dari tindakan tegas tersebut adalah untuk menjauhi Syirik karena menempatkan materi buatan manusia di samping Kitab ALLAH adalah seperti MENYEKUTUKAN ALLAH. Inilah sebabnya, Nabi Muhammad tidak meninggalkan apa pun kecuali Alqur’an tertulis. Lagi; ia tidak meninggalkan naskah Hadis dan Sunnah apapun. Untuk argumen; asumsikan, bahkan jika kita mendapatkan satu saja laporan/narasi diluar Alqur’an yang dikatakan oleh Nabi dan kita mengasumsikan keaslian laporan itu 100%; tetapi meskipun begitu, dalam urusan hukum Islam, “sesuai-hukum-Quran 5:44, 6: 114”, kita tidak dapat menggunakan bahkan laporan (diasumsikan) 100% otentik tersebut. Jika kita memakainya sebagai dasar, maka itu berarti kita telah menjadikan Nabi Muhammad sekutu disamping ALLAH (Syirik 3:80, 6: 114, 5:44, 66: 1, 16: 116), FAKTA absolutnya: messenger/rasul BUKANLAH sekutu SANG PENCIPTA tetapi hanyalah “agen” SANG PENCIPTA. Inilah mengapa, Hanya Alquran-lah satu-satunya yang merupakan Hadits dan Sunnah Allah yang otentik, dan Alquran yang sama itu juga satu-satunya Hadits dan Sunnah yang otentik dari Rasul / Messenger 39:23, 69:40. Semua Hadits dan Sunnah ekstra-Alquran hanyalah Inovasi Setan yang dibuat oleh Mullah-Mafia dan Imamist-Mafia 250-800 tahun setelah kematian Nabi untuk memutarbalikkan etika dan hukum Alquran yang sangat jelas dan tidak ambigu, menjadi sesuai keinginan dan keyakinan sektarian mereka sendiri. Sebagai contoh, Quran mengatakan: Semua binatang yang mati dengan sendirinya adalah Haram bagimu [5:3] tetapi Hadithers membawa hadits palsu dan mengatakan Belalang mati adalah Halaal. Quran mengatakan: Pada hari kebangkitan / penghakiman, tidak ada yang akan menanggung beban perbuatan orang lain, bahkan anak laki-laki untuk ayah atau ibunya tetapi Sahih-Muslim (kitab kebohongan yang sahih) mengatakan: Pada hari kebangkitan, semua dosa Muslim akan ditempatkan di atas kepala orang Kristen dan Yahudi; dan sekarang lihat, hadits palsu yang hanya satu ini saja melibas seluruh sistem peradilan Sang Pencipta yang disebutkan dalam Quran 21:47. Jika kita mengikuti pemalsuan Sahih-Muslim yang hina ini, maka itu berarti: Semua Muslim bebas melakukan dosa karena pada akhirnya, semua dosa mereka akan diletakkan di atas kepala orang Kristen dan Yahudi. Dapatkah Anda bayangkan, betapa banyak hadis yang dibuat-buat itu merusak umat Islam! Tidak diragukan lagi bahwa semua buku semacam itu diilhami oleh Iblis. Quran 6: 112 (Tuhan berfirman) “Demikian pula Kami menjadikan setiap Utusan sebagai musuh, – setan diantara manusia dan jin, saling menginspirasi dengan perkataan indah dengan cara yang menipu. Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya; jadi tinggalkanlah mereka sendiri dengan penemuan-penemuan mereka.
tampering/penggelapan lagi. Narasi yang diatas (translasi yang asli) menyebutkan “Khalifah Ali RA berkhutbah: Kita tidak punya buku/kitab lain untuk dibaca kecuali Kitab Allah, dan apa yang tertulis di kertas ini yaitu teknik penyembelihan, bentuk gigi unta (menebak usianya), dst dst…, adalah inovasi/bid’ah. Siapapun yang berinovasi itu dalam hadits apapun, atau jika ada penyebar hadits apapun: maka KUTUKAN ALLAH, MALAIKAT DAN SELURUH MANUSIA ATASNYA ….dst” (disini pesannya jelas, ikutilah hanya Kitab Allah. Sementara “tulisan/hadits di kertas lain itu” adalah bid’ah. Penyebar haditsnya=TERKUTUK)
namun hadits-er memelintirnya menjadi “apa yang tertulis di kertas ini yaitu…. jadi, siapapun yang berinovasi atas itu, maka kutukan Allah dst….” (ini malah memvalidasi/menguatkan apa yang ada di secarik kertas itu, karena TIDAK MENGUTUKI PARA PENYEBAR HADITS, TAPI MENGUTUKI YANG BERANI MENGUBAH ISI KERTAS ITU)
Jika masih belum sadar juga, Allah telah menyinggung muslim sektarian dan panutan mereka yang sebenarnya dalam Qur’an itu sendiri. Allah bahkan “langsung menyebut merknya (hadits)”. baca [45:6] “Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan kebenaran; maka atas HADITS mana jika bukan kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, mereka akan beriman?”
Silahkan pahami juga ayat-ayat ini: 7:185, 77:50, 6:68, 5:44, 6:114, 10:15, 6:19, 3:20, 5:99, 3:80, 28:56, 50:45, 12:111, 16:89, 17:12

Mengikuti bimbingan/tafsir ulama/mayoritas dan menjadi bagian sekte = NERAKA

Wahai saudara/i
dalam pembentukan hukum islam (syariah), menempatkan Nabi Muhammad, Abu-Bakar, Umar, Utsman, Ali, Mullah, Imam-imam, siapapun, atau buku/kitab apapun atau sumber teologis lain disamping Kitab Allah adalah seperti mengadakan sekutu bersama Allah, dan itu adalah Syirik – Dosa terbesar. Islam adalah Qur’an, kitab yang berdiri sendiri, dibuat mudah, dan menjelaskan dirinya sendiri. full stop. 54:17, 6:114, 10:15, 6:19, 3:80, 28:56, 72:21, 12:111, 16:89, 17:12, 5:40-48, 25:30, 25:33, 9:31, 2:170, 5:104, 33:67, 31:21, 17:36, 7:3, 50:45, 6:112
Nabi Muhammad adalah manusia fana seperti semua manusia lainnya. (t/n:fallible/manusia yg bisa salah. bukti: baca surat 66:1, surat 80, atau hadits “Nabi memberi saran tentang tanaman kurma” diatas, dan banyak lagi bukti lainnya. Karena itu, sekalipun misalnya kita bisa meng-“copy” 100% kata2/perbuatan Nabi, itu menjadi nonsense, dan bahkan bisa terjatuh kepada kemusyrikan. Karena Nabi itu tetaplah fallible, sedangkan Qur’an adalah words of God/firman Allah yang infallible) Muhammad tidak punya kewajiban selain untuk menyampaikan/meneruskan Quran. Dia adalah “kurir” pesan ilahi. (t/n: pesan ilahi itu berisi arahan/petunjuk dari sang pembuat pesan (Allah), supaya kita mengikutiNya dengan cara mengikuti pesanNya secara langsung. Bukan sekedar meng-copy/meniru-niru A-Z kurirnya, atau mencari-cari/bergantung pada bimbingan kurirnya, sekalipun di dalam pesan itu sendiri disebutkan bahwa sang kurir adalah salah satu contoh terbaik. Melakukan itu sama saja membuang/melecehkan pesan yang dikirimkan untuk kita!) Baca 29:18, 5:99, 42:48, 3:20
Nabi Muhammad hanya meninggalkan Qur’an saja untuk diikuti 15:9 & tidak ada tulisan lainnya. Nabi Muhammad sendiri TIDAK BISA MEMBIMBING SIAPAPUN ke jalan yang benar, tapi HANYA ALLAH-LAH YANG MEMBIMBING. 72:21, 25:56. Maka bagaimana bisa Nabi membimbing semua Muslim dengan buku-buku hadits, sunnah, sirah, tafsir, fiqh, asbabun nuzul, yang tidak pernah beliau sahkan atau bahkan jumpai? Semua itu ditempa 250-800 tahun setelahnya. Jika Nabi Allah sendiri tidak bisa membimbing Anda ke jalan yang benar, maka bagaimana bisa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Mullah2 kotor, Imam2 jahat, dan jutaan teologian/cendekiawan/pemuka agama bergelar palsu (t/n:Allah tidak pernah mengesahkan gelar2 mereka, bahkan di Qur’an, clergies/rabbi/pendeta/pemuka agama DICELA oleh Allah. term/kata “ulama” dan term “ulil amri” “ahlu dzikr”, dalam Qur’an tidaklah merujuk kepada mereka. Lebih lanjut tentang “ulama” sesungguhnya baca disini: https://factszz.wordpress.com/2015/01/01/priesthood-mullahism-theocracy-and-pseudo-scholarship-has-no-place-in-islam/ dan http://www.quranicpath.com/sunnishia/ulama.html) dapat membimbing Anda?. Pikirkan. Renungkan. Gunakan reason/akal Anda 8:22, 2:170, 7:179. Hanya Qur’anlah Hadits dan Sunnah Allah dan RasulNya yang otentik 39:23, 69:40. SEMUA buku-buku diluar qur’an yang menempelkan diri pada islam adalah BUKAN BAGIAN DARI ISLAM
TAFSIR/EXGESIS QUR’AN
Wahai Muslim, Muslimah, Orang bijak: Jika Anda mencoba memahami Quran melalui Gosip-yang dibuat-buat-pemuka agama, seperti jutaan halaman exgesis(tafsir) yang kontradiktif, jutaan hadits yang saling bertentangan, produk kebohongan-kebohongan Mullah seperti Asbabun Nuzul, Konteks, dan Nasikh-Mansukh, dll ; kami menjamin: Anda tidak akan pernah memahami Qur’an dengan benar sepanjang hidup Anda bahkan jika Anda diberi umur di planet ini 120 tahun. Buku gosip buatan manusia itu sebenarnya akan membingungkan Anda, menipu Anda, dan menempatkan Anda di jalur yang salah, dan kereta yang beralih ke jalur yang salah tidak pernah mencapai tujuan yang direncanakan. Al-Qur’an mandiri sepenuhnya, menjelaskan dirinya sendiri dengan Tasreef, Tafseel, dan Tafsir internal sendiri. 18:54, 6:114, 25:33, 16:89, 12: 111, 17:12. Karena itu; selalu pahami Quran: “Qur’an by Qur’an only” (t/n: sambil bersandar hanya kepada Allah). Inilah sebabnya mengapa, baik Nabi Muhammad (s) maupun empat khalifah bijaksana tidak meninggalkan buku apapun kecuali Quran 54:17, 6: 114, 18:54. Mereka tidak meninggalkan buku apapun, Tafsir atau Sunnah atau Hadits atau Abrogation/Nasikh Mansukh atau Asbaab Nuzul atau Konteks. Semua itu sengaja dibuat-buat oleh Ulama jahat yang keji untuk mengubah Alqur’an menjadi “wax-nose” (t/n:pemulas bibir/mantra), sehingga, clergies/pemuka agama itu dapat memutarbalikkan makna ayat ke arah mana pun yang mereka suka hanya dengan mengatakan: Obama meriwayatkan ini, Osama meriwayatkan ini, Bush meriwayatkan ini, Lenin mengatakan ini, Stalin mengatakan ini, Harry Potter mengatakan ini, Ibnu Potato mengatakan ini, Ibnu Plato mengatakan ini, Ibnu Tomato mengatakan ini, Abu Hura mengatakan ini, Abu Nura mengatakan ini, dll. Dengan cara ini, Anak-anak Iblis ini superimpose/ menimpahkan/ memaksakan pendapat manusia-manusia yang fallible/ bisa keliru di atas Alqur’an yang sempurna, dan mengubah /merusak /memutarbalikkan maknanya. (t/n: Nabi/Rasul sekalipun sebenarnya tidak mengetahui segalanya dan TIDAK PERNAH punya tanggung jawab untuk membimbing kita ataupun menafsirkan Qur’an untuk kita. Kewajiban Messenger/Rasul adalah tidak lebih dari menyampaikan pesan Allah (Qur’an) dengan jelas 29:18, 5:99, 3:20, 42:48. Tuhan berkata: Adalah bagi Kami, menjelaskannya (Qur’an) [75:19]. Karena itu, mencari “bimbingan Nabi” (t/n: yang sudah wafat 1400 tahun lalu), apalagi mencari bimbingan Nabi melalui orang2 lain/sumber2 lain diluar Qur’an adalah NONSENSE. Ketika orang-orang bertanya kepada Khalifah Abu Bakar RA tentang Tafsir beberapa ayat, dia menjawab: “Langit mana yang akan membayangi saya, dan siapa yang akan memberi saya perlindungan jika saya akan mengatakan sesuatu tentang Alqur’an yang tidak saya ketahui” dan ketika Khalifah Umar RA mengetahui bahwa ada seseorang telah menulis Qur’an, dan bersama dengan ayat-ayat yang dia tulis juga tafsirnya sendiri, dia memanggil orang itu; mengambil manuskrip itu darinya, dan memotong-motongnya dengan gunting (Mosannaf Ibn Shaybah-meninggal tahun 850 A.D.); karena itu, Qur’an hanya bisa dimengerti melalui pembuat Qur’an itu sendiri. Tidak ada cara lain yang benar. Sederhana saja: Sebenarnya tidak ada manusia yang memiliki kapasitas intelektual untuk menjelaskan penuh sebuah Kitab yang diturunkan oleh Tuhan. Hanya Allah sebagai Author/penciptanya yang dapat memberi penjelasan/pemahaman yang benar untuk tiap individu yang dikehendakiNya. Jadi adalah tanggung jawab kita masing-masing, tugas seumur hidup, untuk selalu berupaya mendekatkan & menggantungkan diri padaNya (BUKAN kepada sumber/orang lain, sekalipun itu kepada Nabi), untuk belajar, menggali hikmah, meningkatkan pemahaman kita atas Qur’an, dan tentu saja yang terpenting adalah menerapkannya.)
Ibn Ishaq, yang “katanya” membuat biografi pertama (sirah) Nabi Muhammad mengatakan:
Imam Malik adalah seorang pembohong
Imam malik, imam fiqih kedua, yang menulis kitab Muwatta mengatakan:
Ibn Ishaq adalah seorang Dajjal Kafir
(Jami’ Bayan-il Ilm halaman 198)
Kami bertanya pada pembaca: Apakah Allah Jalla wa A’la Al Hadi menyuruh kita muslim di Qur’an suci untuk mengikuti penulis2 & kitab2 mereka yang disebutkan diatas, (yang saling mengutuki) dimana satunya pembohong, dan yang lain dajjal? Tidak.
Qur’an dibuat mudah 54:17. Qur’an menjelaskan dirinya sendiri 25:33 Kita hanya memerlukan satu kitab dalam islam. Sama seperti sebelumnya, sebelum tahun 722 A.D. Dan kitab itu adalah Qur’an.
(t/n: Untuk lebih banyaknya mengapa “imam”/”ulama”/”tabii’n” dll yang Anda pandang tinggi/agungkan itu, “tak seperti yang Anda bayangkan”, “tak se-“hype” yang diceritakan orang-orang”, “tak se”putih” yang Anda kira (bahkan musuh2 agama terburuk)” Anda dapat membaca lebih lanjut disini: https://factszz.wordpress.com/2014/08/05/all-hadith-imams-hailed-from-persia-were-zoroastrian-hypocrites-and-worst-adversaries-of-quran-messenger-allah/ ; https://factszz.wordpress.com/2020/05/29/rating-of-some-muslim-clergy-rated-by-factszz/ dan https://factszz.wordpress.com/2015/01/04/how-paul-of-islam-imam-shafii-deceived-true-followers-of-prophet-muhammad/ )
Jika Anda memang bijak, maka dengarkan!
Qur’an suci membuat jelas bahwa Messengers of God/Rasul Allah tidak lebih dari “kurir/penyampai pesan ilahi” [29:18] Mereka mengirimkan pesan Allah/Kitab dan kemudian kembali kepadaNya. Setelah wafatnya, peran mereka di planet ini sudah tutup/selesai. Jadi, lupakanlah Utusan yang telah wafat; dan ingatlah Allah Hayyul Qayyum, yang tidak pernah mati, tidak pernah tidur; dan ikutilah hukum, etika, dan kode moral dari Kitab “Perjanjian Terakhir” dari Tuhan yang terlindungi [15:9] secara tulus/sungguh-sungguh. Qur’an memiliki kamus “built in”nya sendiri, jadi itu menjelaskan dirinya sendiri. Tiap ayat dapat dijelaskan lebih jauh dengan ayat-ayat Qur’an lainnya. Qur’an adalah kitab mandiri yang lengkap dan detail 16:89 dan untuk memahami Qur’an yang telah dirancang mudah [54:17], Anda tidak memerlukan sumber teologis eksternal manapun seperti hadits, sunnah, tafsir, konteks, asbabun nuzul yang semuanya hanya fabrikasi, juga Mullah2, imam2 , cendekiawan palsu, fiqih2/ketentuan yang dibuat Mullah2, dan interpretasi2 mereka. Qur’an adalah kitab yang terang seperti 1+1=2. (t/n: Anda akan melihatnya seperti itu, HANYA jika Anda mencoba bersandar hanya pada Allah dan BELAJAR Al-Qur’an SECARA LANGSUNG, tanpa sumber lain/orang lain) Apakah kita membutuhkan tafsir atau interpretasi apapun untuk 1+1=2? Tidak samasekali. Bacalah ayat [25:30] dan ketahuilah bahwa Nabi Muhammad akan sangat senang jika Anda mengikuti Qur’an saja secara tulus.
Sedari 1400 tahun kebelakang; penjahat2 terbesar diantara kita muslim, adalah mayoritas luas mullah2, imam2, dan cendekiawan2 palsu; dan sekarang golongan baru mullah2 dengan PhD/gelar palsu. Mereka adalah kriminal yang mengubah din islam menjadi agama-teokrasi; dan menghancurkan keseluruhan ummat muslim. Tapi sayangnya; alih-alih mengikuti Kitab yang dibuat mudah untuk kita oleh Allah; “Qur’an”. 54:17; Mayoritas muslim mengikuti para penipu itu.
SEKTE DILARANG KERAS OLEH AL-QUR’AN
“Perjanjian terakhir” Tuhan, yaitu “Quran” menyatakan di 22:78: dari Adam hingga Nabi Muhammad, Tuhan telah menamai semua orang-orang beriman sejati sebagai MUSLIM. Banyak ayat-ayat dari Qur’an melarang keras segala jenis Tafaraqa= sekte/grouping/mengadakan kelompok/dengan segala bentuknya yang memecah Islam. Sebagaimana Qur’an 6:159, Pengikut sekte = KELUAR dari Islam. Sebagaimana Quran 3:105, Neraka menanti para pengikut sekte. Jadi, sayangku: Jadilah hanya muslim. (t/n:”muslim” sesuai kriteria di Qur’an, tentu saja)
Jangan pernah mengikuti Tafaraqa=Sekte/Pengelompokan/Pecahan berbentuk apapun dalam Islam. Jika Anda seorang Sunni, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang syiah, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Wahabi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang “ahlul hadits/ahlussunnah” maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Salafi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Brailvi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang DeoBandi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang JinnBandi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang PariBandi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Hanafi, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Maliki, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Hanbali, maka Anda keluar dari Islam; Jika Anda seorang Shafi’i, maka Anda keluar dari Islam. Dalam Islam, jika Anda membuat sekte/divisi, atau pengelompokan dibawah nama atau pecahan apapun; maka Anda keluar dari Islam=tidak lagi seorang muslim. Ini adalah verdict/keputusan Qur’an. Kami tidak mengada-ngadakan keputusan ini. Apakah Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa, Daud, Sulaiman, Yesus/Isa, dan Muhammad (Kedamaian bagi mereka semua) mengikuti sekte atau menciptakan divisi sektarian apapun? Tidak. Tidak pernah. Qur’an mengatakan: Mereka semua adalah muslim. (t/n: adalah Iblis dan pengikut-pengikutnya yang memecah satu Agama Tuhan yang sebenarnya, yaitu din Islam menjadi 3 sekte “monotheis” berbeda: Yahudi, Kristen, Islam (sektarian))
Setan/Iblis tidak dapat menipu hamba sejati dari Allah (Quran 38:82-83) tapi “domba-domba ignorant yang “blindly followers”/pengikut buta” adalah target empuknya. Jika Iblis/setan dapat mengirimkan 2 milyar Kristen pengikut paulus menjadi tersesat sedari 2000 tahun lalu melalui konsep trinitas dan “putera Tuhan”; maka mengapa Iblis yang sama tidak bisa meyesatkan mayoritas muslim ignorant pengikut buta sedari 1200 tahun lalu? Dengan mayoritas, seseorang dapat memenangkan pemilu presiden, namun belum tentu mencapai kepada kebenaran. Kriteria/tolak ukur kebenaran, tidak pernahlah mayoritas 6:116 sepanjang sejarah manusia, dan tidak akan pernah hingga hari penghakiman

QUR’ANLAH KEBENARAN DARI SEMUA KEBENARAN. MENGIKUTI MAYORITAS TIDAK SAMA DENGAN MENGIKUTI QUR’AN. QUR’AN MENGATAKAN: JIKA ANDA MENGIKUTI MAYORITAS/KEBANYAKAN ORANG, MEREKA AKAN MENYESATKAN ANDA. [6:116] Ingat di zaman Nuh, berapakah orang beriman yang mengikuti Nuh dan diselamatkan Allah? KURANG DARI 10! DAN SELURUH PENDUDUK BUMI SISANYA TENGGELAM/DIAZAB ALLAH. Jika Anda menganggap bahwa sekarang ini adalah akhir zaman, di ambang kehancuran dunia, sedangkan Anda menemukan diri Anda sekarang di sisi mayoritas, maka ini seharusnya menjadi “alarm darurat” bagi Anda! JANGAN-JANGAN ANDA ADALAH TERMASUK GOLONGAN ORANG2 YANG AKAN DIAZAB & SUDAH SELANGKAH LAGI MENUJU NERAKA! RENUNGKANLAH!

Salah satu kutukan/laknat terbesar pada kecerdasan manusia adalah dengan mengikuti orang2 tua, nenek moyang, dan pendeta/pemuka agama membabi buta. Ini telah mengarahkan mayoritas manusia menjadi tersesat (38:82-83). “Perjanjian Terakhir” Tuhan, Qur’an suci, MELARANG taklid buta/blind following dengan mengulangi ayat-ayat seperti berikut: [2:170], [31:21], [33:67], [9:31], [3:80], [8:22]
INTI SISTEM ILAHI MENURUT QUR’AN ADALAH FILANTROPI, DAN TIDAK PERNAH TEOKRASI
(t/n:Filantropi=menyangkut inisiatif demi kebaikan publik, dengan tindakan2 kecintaan sesama manusia/bernilai2 kemanusian. Teokrasi=menyangkut pemerintahan/sistem berbasis ketuhanan/agama terorganisir, seperti hierarki, clergies/pemuka agama, fatwa-fatwa, badan/lembaga agama, sistem pendidikan keagamaan, ritual-ritual dll. Saya SETUJU bahwa inti ajaran Qur’an BUKANLAH TEOKRASI. Tapi saya TIDAK SEPENUHNYA SETUJU atas pendapat tim factszz yang menyamakan ajaran Qur’an sebagai filantropi. Karena orang beriman sejati, mestinya berbuat baik tidak untuk kebaikan/kesenangan manusia lainnya (kebaikan/manfaat bagi orang lain itu hanyalah salah satu “dampak”nya dari mentaati anjuran Tuhan itu), tapi berbuat hanya untuk kesenangan/”approval” dari Tuhan. “God-inspired-good-deeds”. But nevermind, saya sebut filantropi saja untuk memudahkan, karena tidak menemukan satu term/kata yang lebih cocok.)
Kapanpun orang beriman khilaf, melanggar beberapa kode etik dan moral yang diperintahkan Qur’an, sebagai penebusnya, Allah menganjurkan orang tersebut, di kebanyakan kasus, untuk memberi makan sekian dan sekian orang miskin/kelaparan, untuk membershikan dirinya dari dosanya yang relevan. Ini juga mengkonfirmasi, bahwa inti dari Qur’an adalah filantropi. Seperti yang telah disebutkan di banyak ayat 2:177, 2:184, 5:89, 5:95, 17:26, 30:38, 54:4, 69:34, 74:44, 76:8, 6:152, 17:34, 18:82, 89:17, 93:6.
Di keseluruhan Qur’an, tidak ditemukan dimanapun, orang berdosa seperti diatas disuruh shalat 5 atau 10 atau 100 ritual, untuk menghapus dosanya. Jika Anda bijak, maka adalah poin penting untuk disadari bahwa kebenarannya adalah: Islam tidak pernah suatu teokrasi tapi adalah din (“way of life” cara/jalan hidup yang dianjurkan Ilahi). Tolong dicatat, puasa dan haji bukanlah ritual tapi adalah rites (t/n: rites=religious custom/kebiasaan/perbuatan keagamaan ritual=ritual adalah rites/perbuatan keagamaan yang sistematis, atau terkodifikasi dalam rangkaian dan urutan tertentu. ritual lebih sempit/strict. Misalnya ritual pembaptisan, ritual upacara ngaben)
UNIVERSITAS IGNORANCE DAN TEOLOGI YANG KORUP/RUSAK
Kebenarannya: selama ber-abad-abad, hampir semua universitas teologi/ilmu agama Kristen dan Islam adalah Universitas “Ignorance”/kejahilan. Semua gelar-gelar mereka termasuk gelar-gelar PhD adalah palsu dan tidak berguna; tapi mengapa?
Karena kurikulum yang mereka ajarkan di fakultas ilmu agama mereka mengandung material dari Alkitab yang telah rusak berat dan dipalsukan dengan berat, dan syariah2 palsu yang dimanufaktur/diciptakan kebanyakan dari: tak terhitung banyaknya kitab-kitab fabrikasi seperti tafsir, konteks, fiqih, nuzul, hadits dan sunnah yang mana difabrikasi 250 tahun setelah Nabi Muhammad, dan ber-abad-abad setelah Yesus/Nabi Isa.
Karena itu, jika input dari “mesin pencincang daging” adalah daging babi; maka output/hasilnya akan sama, bahkan sekalipun jika daging itu diolah lagi di mesin yang sama selama 12 abad; Itu tidak akan pernah berubah menjadi daging sapi. Faktanya, orang2 yang memiliki PhD/gelar2 di bidang teologi/agama adalah lebih ignorant dan keras kepala daripada seorang petani yang tidak pernah sekolah, karena agamawan dengan PhD palsu seperti itu menjadi kaku/keras mempertahankan kebohongan-kebohongan yang diajarkan pada mereka saelama studi mereka, dan mereka tidak akan pernah berubah, tetapi seorang petani masih bisa diarahkan ke jalan yang benar. (t/n: ilmu/”sains” hadits, adalah “pseudo-sains” terburuk. Bahkan sebenarnya tidak pantas disebut sebagai ilmu, apalagi “sains”. Karena bahkan sains terbaik sekalipun tidak dapat mengubah sebuah kebohongan menjadi kebenaran. A melaporkan berdasarkan kabar burung, lalu A memberitahu B, B memberitahu C, C memberitahu D, D memberitahu E, …. memberitahu Y, Y memberitahu Z. Metode seperti itu tidaklah reliabel samasekali. Seorang kriminal yang dapat menempa/memfabrikasi matan suatu hadits, tentu dapat dengan mudah memfabrikasi rantai narasinya. Kitab hadits adalah tumpukan kebohongan, komedi, penistaan, gosip, kabar burung, fabrikasi dan rumor, yang hanya membajak nama Nabi dan sahabat2 Nabi. Tak terhitung jumlahnya hadits fabrikasi yang berkontradiksi dengan ayat2 dan hukum2 Qur’an suci hingga 180 derajat.)
KEBENARAN PALING PAHIT
Jika kita menerapkan hukum2 Qur’an secara jujur dan persis tanpa segala jenis bias personal; Itu menjadi jelas seperti 1+1=2: bahwa menurut Qur’an 5:40-48, 6:114, 10:15, 16:116, 50:45; semua orang-orang yang membuat hukum islam (syariah) dari buku/kitab-kitab extra-Quranic/diluar Qur’an, mati sebagai zalim, fasiq, dan musyrik kafir. Dan siapa yang masih melakukan hal tersebut, akan mati sebagai zalim, fasik dan musyrik kafir. Ini bukanlah fatwa personal kami, tapi ini adalah fatwa Qur’an yang tidak ada seorangpun dapat mengubah atau menentangnya, karena Qur’an adalah Kitab Allah. Menentang Qur’an artinya menentang Allah. Allah telah membuat sangat jelas di Qur’an, bahwa hukum islam (syariah) hanya valid bila berasal dari Qur’an; Dan siapa yang membuat hukum2 seperti itu dari kitab2 extra-quranic adalah kafir [5:44] [6:114]. Menempatkan buku buatan manusia disamping Kitab Allah adalah menjadikan clergy/pemuka agama sekutu Allah, yang disebut Syirik. Dan Syirik adalah dosa terbesar yang mana Tuhan tidak akan pernah ampuni.
Oh Muslim, Muslimah: apakah Anda membutuhkan ini semua?
Allah Jalla wa Ala menurunkan Qur’an kepada Nabi Muhammad. Sebagai “ahsanal hadits” dan “ahsanal tafsir”/tafsir/penjelasan terbaik atas Qur’an itu sendiri [25:33] Qur’an mengandung kamusnya sendiri/”built in”, Qur’an jelas dan dibuat mudah oleh Allah [54:17] [54:40]. Apakah Allah mengirimkan banyak materi2 berikut ini dan semua orang-orang ini bersama Qur’an kepada Nabi?
Apakah Allah menyuruh kita mengikuti pemalsu-pemalsu berikut ini, dan hasil fabrikasi2 mereka?
1. Imam-imam
2. Mullah-mullah
3. Tafsir/Exgesis
4. Dongeng2 konteks ayat
5. Dongeng2 Asbabun Nuzul
6. Kitab2 hadits yang semuanya difabrikasi
7. Sunnah yang difabrikasi
8. Fiqh dalam bentuk apapun
9. Abu Hanifa
10. Malik
11. Syafii (setan terbesar dalam sejarah islam)
12. Ibn Hanbal
13. Ja’far (yang katanya dilabeli) Sadiq (Syiah)
14. Ibn Ya’kub Kulayni (Syiah)
15. Bukhari
16. Imam Muslim
17. Tirmidzi
18. Abi Daud
19. Nasa’i
20. Ibn Majah
21. Buku-buku sirah yang difabrikasi
22. Ibn Ishaq
23. Cendekiawan palsu dan profesor2 teologi
24. Universitas2 Islam
25. Nahj-al-Balagha (Syiah)
26. Al-Kafi (Syiah)
27. Imam Bar’gah
28. Semua hukum2, ritual, dan ritus non-Qur’ani
29. Pemilik gelar di bidang teologi/ilmu agama
30. Semua buku-buku teologi islam yang dibuat setelah Al-Qur’an
Dear muslim: Hidup ini singkat. Jangan membuat bingung diri Anda sendiri. Clergies/pemuka2 agama telah menjadikan Islam yang simpel menjadi dogma yang kompleks dan sulit. Anda tentu saja tidak membutuhkan daftar “sampah-buatan-manusia” diatas. Anda hanya perlu SATU BUKU untuk Islam, seperti telah biasa bagi muslim sebelum tahun 722 A.D, mengikuti hanya satu Buku, yaitu Kitab Allah, Qur’an 12:111, 16:89, 17:12. Qur’an telah membuat jelas, bahwa “mentaati Nabi” berarti adalah dengan mengikuti Kitab Suci yang beliau kirimkan 47:2, 6:114, 10:15, 6:19, 28:56. Semua perbuatan/perilaku Nabi adalah replika semata dari kode etik Qur’an, karena beliau juga hanya mengikuti Qur’an & tidak kepada yang lainnya 10:15. Qur’an adalah konstitusi suci/ilahi. Penguasa2 islam dan orang-orang semuanya harusnya mengikuti konstitusi itu. Itu saja.

Konklusi

Qur’an adalah PETUNJUK LANGSUNG DARI ALLAH bagi tiap individu manusia, kita DIJAMIN ALLAH tidak akan tersesat jika mengikuti Qur’an dengan benar. Qur’an-lah SATU-SATUNYA peninggalan Nabi Muhammad. Qur’an LENGKAP, DETAIL DAN MUDAH. Qur’an berisi SEMUA yang diperlukan bagi “agama sejati” dari Allah. ALLAH-LAH YANG AKAN MENJELASKAN/MEMBERI PEMAHAMAN YANG BAIK/BENAR atas Qur’an itu bagi kita, selama kita tulus, sabar berupaya, dan bersandar hanya kepadaNya.

TIDAK ADA ALASAN LAGI untuk mengikuti buku/kitab/sumber lain karena sudah ada Al-Qur’an. TIDAK ADA ALASAN LAGI untuk mengikuti bimbingan orang lain/pemuka agama karena bimbingan Allah saja sudah cukup. TIDAK ADA ALASAN LAGI untuk bersembunyi dibalik kelemahan/keengganan Anda karena Al-qur’an sudah dibuat mudah bagi orang beriman.

Saya mengajak Anda: Mari, tinggalkan sekte/agama/kelompok palsu yang selama ini kita ikuti secara buta, untuk menjadi muslim sejati yang sesuai Qur’an saja. Mari, tinggalkan imam/ulama/pemuka agama yang selama ini kita agung-agungkan, untuk mengagungkan Allah saja dan mencari bimbingan Allah saja. Mari, tinggalkan teks/sumber-sumber menyesatkan yang selama ini kita amini begitu saja, untuk belajar dan menerapkan Qur’an saja.
Saya memanggil Anda kepada Allah dan KitabNya. Sebelum semuanya terlambat bagi Anda.
Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang “disaksikan Nabi” karena meninggalkan Qur’an:

“And the Messenger said, ‘My Lord, my people have deserted this Qur’an‘ ” (Qur’an 25:30)


Sumber:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-1/
http://www.quranicpath.com/quranicpath/reading_quran.html
http://www.quranicpath.com/sunnishia/detailed_quran.html
http://quransmessage.com/articles/hadith%20FM2.htm
https://factszz.wordpress.com/2014/08/06/true-history-of-hadiths-and-sunna-a-must-reading-for-all-muslims-and-non-muslims-who-are-interested-in-theology/
https://factszz.wordpress.com/2015/01/01/priesthood-mullahism-theocracy-and-pseudo-scholarship-has-no-place-in-islam/



Link artikel hasil terjemahan saya yang saya rekomendasikan untuk DIBACA TUNTAS:
“Ultimate Warning” atau peringatan “Pamungkas” dari Allah sebelum kehancuran dunia (7 bagian): https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-1/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-2/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-3/
Sosok Dajjal/Antikristus/Mesiasnya Yahudi, yang akan membawa perang dunia 3 dan New World Order:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-4/
Akhir zaman sesuai surat Yasin: kedatangan Isa/Yesus palsu, sosok juruselamat sebagai penyesatan pamungkas dari setan, yang kelak akan disembah oleh seluruh manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-5/
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-6/
Tanda-tanda kuat akan mulainya periode kiamat di 2020:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-utama-kiamat-7/
YS, utusan pemberi peringatan untuk akhir zaman:
https://www.sebelumterlambat.com/saya-utusan-tuhan-2018/
Peringatan dari Allah untuk muslim agar meninggalkan islam tradisional yang SESAT dan kembali kepada Allah & Quran saja:
https://www.sebelumterlambat.com/peringatan-untuk-muslim/
Usia Aisyah yang sebenarnya:48. Bagaimana hadits telah menipu Anda:
https://www.sebelumterlambat.com/usia-aisyah-konspirasi-hadits/
Praktik shalat yang sebenarnya menurut Quran:
https://www.sebelumterlambat.com/shalat-sesungguhnya-versi-panjang/
Tanya-jawab dengan YS, Utusan Akhir zaman (5 bagian):
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-1/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-2/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-3/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-4/
https://www.sebelumterlambat.com/ys-qa-bagian-5/
Iblis/Setan, dan keberadaan setan berwujud manusia:
https://www.sebelumterlambat.com/setan-manusia-menyusup-diantara-kita/
“Syafaat Nabi” dan Neraka Abadi:
https://www.sebelumterlambat.com/riset-penerjemah-syafaat-nabi-di-hari-penghakiman-neraka-abadi/


P.S: Translator note (t/n:) dan bagian konklusi, adalah merupakan tambahan/penjelas dari saya pribadi (penerjemah) dan bukan bagian dari sumbernya/pesan asli. boleh diabaikan saja. Kritik/saran mengenai hasil penerjemahan, silahkan ajukan email ke: peringatan@posteo.net