Peringatan Kiamat

*DISCLAIMER/PENAFIAN*
Saya TF, semua artikel yang ada disini hanya upaya penerjemahan dari https://thetruthisfromgod.com/
Kecuali jika saya nyatakan lain.
Saya bukan pemilik situs tersebut diatas, dan pemilik situs tersebut (YS) samasekali bukanlah kenalan saya. Semua konten disana diluar tanggung jawab saya. Saya hanya orang biasa yang mengambil dari sana, menggunakan mesin penerjemah, kemudian mengoreksi hasil terjemahannya lebih lanjut. Demi Allah, Saya tidak dibayar sepeserpun atau mendapat imbalan apapun dari YS.
YS juga tidak pernah memaksa atau meminta saya untuk menerjemahkan.
Semua ini atas inisiatif saya sendiri.
Mohon maaf atas sebagian terjemahan yang masih kasar, atau keliru.
Untuk itu, Saya mohon dengan sangat kepada Anda untuk tetap meninjau sumber aslinya,
Semata-mata untuk menangkap pesan yang lebih lengkap dan lebih murni.
Jika Anda bisa mengerti apa yang tertulis disana (teks Bahasa inggris/Bahasa Prancis), tolong abaikan saja Blog saya dan baca langsung dari sana.
Pesan YS dalam bentuk video2, saya terjemahkan di channel youtube saya:

Shalat yang sesungguhnya (Versi Ringkasan)

23 Mar, 2020Agama Sejati

Diterjemahkan dari: https://thetruthisfromgod.com/2019/02/05/the-salat-quran-short-version/ (Artikel sumber terjemahan terbit pada 5 Februari 2019)


Shalat secara harfiah berarti ” koneksi tertinggi “, yaitu tingkat koneksi tertinggi kepada Tuhan. Itu terdiri dalam momen pribadi dengan Tuhan, retret sesaat dari dunia ini, retrospeksi, fokus pada Tuhan. Salat yang sejati tidak dikodifikasikan dan bersifat mekanis seperti cara sekte-sekte yang berbeda yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, tetapi dapat disesuaikan dengan konfigurasi apa pun dan untuk semua tipe orang.

I- Jumlah Shalat

  • 2 shalat individu setiap hari
  • 1 shalat kolektif mingguan

II – 2 Shalat Individu tiap hari

  • Shalat setelah bangun : tidak masalah kapan Anda bangun, salat ini harus dilakukan sebelum memulai kegiatan sehari-hari Anda, itu adalah semacam sesi briefing/pengarahan dengan Tuhan.
  • Shalat menjelang tidur : itu harus dilakukan pada akhir hari, tidak perlu sesaat sebelum tidur, yang pasti shalat ini harus menutup kegiatan Anda hari itu. Ini semacam tanya jawab, muhasabah. Harus dilakukan ketika Anda punya waktu untuk diri sendiri dan Anda merasa nyaman.

III – Syarat untuk salat

  1. Pembersihan lokal atau menyeluruh/mandi setelah hubungan seksual
  2. bersuci sistematis sebelum memulai Sholat untuk kasus-kasus lainnya

Sebelum shalat, jika Anda memiliki akses ke air: cuci muka, cuci tangan sampai siku, sapukan tangan Anda yang basah di rambut dan di kaki Anda. Jika Anda tidak memiliki akses ke air, maka sapukan tanah bersih di tangan Anda dan sapukan tangan Anda di wajah Anda.

IV- Dress code untuk shalat

Tidak diperlukan kode pakaian khusus tapi dengan pakaian sopan yang memungkinkan Anda tampil di depan umum, dengan kata lain, tidak telanjang/pakaian terbuka dan tidak mengenakan piyama.

V- Doa/kata-kata dalam shalat

Doa-doa Anda dapat diucapkan tanpa suara atau dengan suara, dalam hal ini Anda harus menggunakan suara pertengahan (tidak terlalu keras & tidak terlalu lembut).

  • idealnya dimulai oleh Fatiha, surah pendahuluan dari Al-Quran:

Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, Penguasa dari Hari Penghakiman. Hanya pada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami minta pertolongan. Tunjukkan pada kami jalan lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat-Mu, Bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang tersesat.

  • Gunakan doa-doa yang disarankan dalam Al-Quran, (t/n: Gunakan bahasa yang paling dimengerti, tidak harus bahasa arab)
  • Bacalah ayat-ayat Al-Quran dari hafalan atau langsung dari Kitab
  • Ucapkan doa-doa pribadi/kata-kata Anda sendiri
  • Tetap tenang untuk mendengarkan inspirasi Tuhan

VI- Posisi tubuh shalat

Tidak ada choregraphy khusus, tidak ada posisi tertentu yang wajib, tidak ada gerakan spesifik. Anda dapat melakukan shalat Anda dengan mengadopsi posisi pilihan Anda: berdiri, ruku, sujud, duduk, berlutut, berbaring telungkup … Anda dapat mengambil posisi yang sesuai dengan doa-doa Anda, dan mengubah posisi Anda sebanyak yang diperlukan. Semua posisi baik selama mereka layak dan sesuai untuk memohon/memanggil Tuhan, dan selama mereka memungkinkan Anda untuk lebih fokus pada Tuhan untuk mengekspresikan maksud Anda dengan lebih baik.

VII – Shalat dalam perjalanan

Jika Anda tidak di rumah dan bahwa Anda tidak dapat salat seperti biasanya, Anda dapat mempersingkat durasi shalat Anda yang biasa, dan jika situasinya mengharuskannya, Anda dapat shalat dalam pikiran anda, sambil berjalan, mengemudi, duduk ….

VIII – Shalat Tambahan/Fakultatif

Jika Anda merasa perlu melakukan shalat tambahan, siang dan malam, Anda dapat melakukan shalat tambahan sebanyak yang diperlukan. Shalat telah diciptakan untuk manusia dan bukan untuk Tuhan, Tuhan tidak membutuhkan apa pun dari kita, jadi shalat tambahan hendaknya dimotivasi oleh kebutuhan Anda sendiri dan bukan karena Anda pikir itu akan memberi Anda lebih banyak pahala/perbuatan baik. Tujuannya bukan untuk melakukan shalat sebanyak-banyaknya, tetapi untuk melakukan shalat yang diperlukan, shalat yang sukarela dan yang terfokus.

IX – Waktu yang tepat untuk Shalat

Jika pengaturan waktu dari dua shalat wajib, setelah bangun tidur dan sebelum tidur Anda, kompatibel dengan terbit dan terbenamnya matahari, maka sangat tepat untuk melaksanakannya pada saat-saat ini, tetapi itu sama sekali bukan kewajiban. Terbit dan terbenamnya matahari adalah 2 momen dalam sehari yang pantas untuk memanggil/memohon Tuhan, jadi jika Anda ingin melakukan shalat tambahan, Anda dapat memilih waktu ini.

X – Arah untuk shalat

Tuhan pada saat yang sama di mana-mana dan tidak di satu tempat, jadi tidak ada arah khusus untuk diadopsi ketika Anda melakukan shalat Anda.

XI – 1 shalat kolektif mingguan

Ada 1 shalat kolektif mingguan dan itu pada hari berkumpul. Hari ini tergantung pada negara masing-masing  dan berkaitan dengan hari liburnya untuk memungkinkan maksimum orang yang tersedia untuk acara ini. Berbeda dengan 2 shalat sehari-hari yang dilakukan secara pribadi dan berada di awal dan ujung hari, shalat bersama dilakukan dimuka umum dan ada di tengah-tengah hari untuk memungkinkan untuk memaksimalkan jumlah orang yang dapat hadir. Shalat ini tidak wajib tetapi dianjurkan jika Anda memiliki kesempatan untuk hadir.

Shalat ini terdiri dari 2 bagian:

  • Praktik Shalat secara kolektif
  • Sharing/pertukaran tentang Tuhan dan ajarannya.

Shalat secara kolektif dapat dilakukan melalui berbagai cara. Ini dapat dilakukan dengan membaca bersama Fatiha atau doa-doa yang dipilih sebelumnya dari Al-Quran dan Ini dapat dilakukan dengan duduk atau mengikuti urutan posisi tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya berdiri, membungkuk, sujud. Pilihan doa dan posisi adalah bebas dan dapat diatur terlebih dahulu di selembar kertas misalnya, agar orang-orang dapat dikoordinasikan.

Pertukaran tentang Tuhan dapat mengambil berbagai bentuk seperti melalui satu atau beberapa pembicara membuat presentasi tentang topik tertentu yang berkaitan dengan Tuhan dan Hukum-Nya, atau melalui sesi curah pendapat dalam kelompok-kelompok kecil, atau dalam mode tanya jawab. Beberapa orang dapat menulis pertanyaan mereka di atas kertas dan yang lain dapat mencoba menjawab pertanyaan mereka, bila pertanyaannya tetap tidak terjawab, pertanyaan itu tetap ditampilkan di papan kertas dari minggu ke minggu.

Kesimpulan

Shalat sejati berdasarkan Al-Quran sangat bermakna, intuitif, alami, sederhana, disesuaikan dengan setiap individu, untuk setiap tempat, untuk setiap situasi. Tuhan membaca di dalam kita, Tuhan melihat kita, Tuhan mendengar kita, kapan saja dan dalam situasi apa pun, oleh karena itu, praktik hubungan dengan Tuhan (shalat) akan menjadi tindakan yang natural dan terfokus/penuh perenungan, dan bukan sesuatu yang mekanis. Agar dapat fokus, kita semua memiliki ritual kita sendiri dan oleh karena itu masing-masing harus mengatur shalatnya sesuai dengan keadaan pikirannya sendiri, untuk mencapai konsentrasi dan efisiensi maksimum. Tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah secara permanen, sebenarnya shalat mencerminkan hubungan kita dengan Allah, sehingga masing-masing memiliki hubungannya dengan Allah, masing-masing dengan caranya sendiri dalam melakukan shalat.


P.S.: Mengenai isi pesan, silahkan tanya langsung secara baik-baik ke thetruthisfromgod.com, karena saya hanya menerjemahkan, dan tidak ambil bagian sedikitpun atas isi pesan. Translator note (t/n:) adalah merupakan tambahan/penjelas dari saya pribadi (penerjemah) dan bukan bagian dari pesan asli. boleh diabaikan saja. Kritik/saran mengenai hasil penerjemahan, silahkan ajukan email ke: peringatan@posteo.net